Ekranisasi

Pasangan Bikin Baper di Drama One and Only

Setiap drama bengenre romance yang kita tonton tentu saja ada pasangan utama yang membuat hati ketar ketir karena perannya. Drama One and Only yang diadaptasi dari novel One Life, One Incarnation-Beautiful Bones karya Mao Bao Fei Bao juga sama. Nah, bagaimana dengan kehidupan asmara peran pendukung lainnya? Bisakah membuat penonton baper?

Tentu saja bisa selama pelakonnya menghayati perannya dengan apik. One and Only salah satu drama yang memilih peran pendukung tidak main-main. Menurut saya, mereka bukan saja memilih aktor dan aktris yang glowing dan membuat lalat pun tergelincir. Akan tetapi totalitas para bintangnya cukup mumpuni dalam memerankan tokoh-tokoh.

Beberapa bintang menyebutkan tidak mudah untuk memerankan karakter tokoh dari sebuah novel. Mereka harus maksimal dalam berperan dan menghayati tokoh rekaan si penulis. Bukan saja agar nama mereka melejit dan mendongkrak popularitas mereka menjadi superstar, tapi ekspektasi pembaca adalah yang paling penting.

One and Only adalah drama adaptasi dari novel berjudul One Life, One Incarnation karya Mo Bao Fei Bao. (Sumber: Search by Google)

Saya pun demikian. Terkadang kecewa dengan bintang yang dipilih untuk memerankan karakter tertentu. Kali ini, One and Only mampu mencuri hati dan bikin baper.  Bagaimana mereka bisa mencuri hati penonton?

Hong Xiao Yu-Cui Feng

Mereka bertemu pertama kali di gerbang kota Xizhou. Saat itu Hong Xiao Yu (Li Yi Ru) sedang berpatroli, sedangkan Cui Feng (Ethan Yao) sedang mengantar adiknya ke kediaman Zhou Shengchen. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah pertemuan dengan Hong Xiaoyu, Cui Feng yang seorang bangsawan memutuskan masuk ke dunia militer dibawah pimpinan Zhou Shengchen.

Keduanya terjun ke medan perang dan memimpin di kawasan Shaoyang. Berdua mereka pernah membuat janji perang, jika salah satu dari mereka ditawan musuh maka tidak ada yang boleh luluh hatinya. Tentu saja, musuh akan memanfaatkan emosi dan perasaan mereka untuk mengambil keuntungan.

Cui Feng, jenderal dari keluarga Cui yang tunduk pada kerajaan Nanchen. (Sumber: Search by Google).

Ketika kondisi politik kerajaan Taiji sedang di ujung tanduk, keduanya juga pernah mengalami masa kritis ini. Pihak Jin Rong menawan Cui Feng dan meminta tentara Nanchen menyerah. Cui Feng segera mengingatkan Hong Xiaoyu tentang janji mereka. Saat Hong Xiaoyu siap memanah Cui Feng dengan hati getir, saat itu pula Zhou Shenchen menyelamatkan mereka dengan memanah panah yang akan menembus dada Cui Feng sehingga berbalik ke arah lain.

Meskipun terkesan romantis, bukan berarti cinta mereka mulus-mulus saja. Lagi-lagi berbicara kelas sosial, dracin memang sering membuat kesal. Pangkat jenderal Hong Xiaoyu yang bisa dikatakan di atas Cui Feng tidak mampu menyatukan mereka. Cui Feng pernah harus meninggalkan Hong Xiaoyu dan dipaksa menikah dengan putri Xinghua. Akhirnya mereka memang bercerai, tapi ending keduanya juga tidak sweet sweet saja.

Hong Xiaoyu, jenderal perempuan yang sangat setia pada Zhou Shengchen. (Sumber: Search by Google)

Pada pertempuran terakhir saat Zhou Shengchen dan tentaranya dijebak di istana, Hong Xiaoyu mati di tangan musuh. Dia mencoba melindungi adik seperguruannya yang mulai terluka. Seperti yang sudah ditebak layaknya drama lainnya, kematian Hong Xiaoyu mendorong Cui Feng balas dendam dan menjadi pemberontak untuk kekaisaran.

Feng Qiao-Xiao Yan

Ini memang pasangan paling tidak bisa ditebak arah cintanya. Namun saya yakin bukan satu-satunya penonton yang bisa membaca perasaan terselebung yang mereka ungkapkan.

Xiao Yan (Zhou Lu La) adalah pangeran kedua dari Nanxiao. Mereka bertemu di sebuah kuil. Xiao Yan sedang mencukur rambutnya sebagai biksu, tapi kondisi sedang kritis untuk dibunuh. Waktu itu Xiao Yan memanfaatkan keberadaan Feng Qiao (Su Meng Yun) untuk melenyapkan semua pembunuh bayaran yang datang ke kuil.

Xiao Yan, jenderal dari Nanxiao yang menjadi biksu. (Sumber: Search by Google).

Feng Qiao tidak tahu jika kemampuan bela diri Xiao Yan di atas rata-rata dan seimbang dengan Zhou Shengchen. Sampai akhirnya mereka bertanding dan membuktikan sendiri bahwa biksu ini bukan orang sembarangan. Di cerita ini, Xiao Yan tidak menunjukkan secara langsung soal perasaannya. Sedangkan Xiao Yan terang-terangan menyukai Xiao Yan. Beberapa kali dia juga bertanya soal keluarga, pernikahan, dan kesukaan Xiao Yan terhadap wanita.

Feng Xiao, jenderal perempuan yang menyukai biksu Xiao Yan. (Sumber: Search by Google)

Meskipun pasangan yang ditakdirkan hidup, tapi keduanya tidak berakhir bersama. Di akhir cerita Feng Qiao tampak merelakan jalan hidup Xiao Yan yang tetap memilih menjadi biksu dan meninggalkan kota Xizhou. Padahal selama beberapa tahun selama Zhou Shengchen masih hidup dan setelah beberapa tahun kematiannya, Xiao Yan bertindak sebagai penasehat militer untuk kerajaan Nanchen.

Liu Zixing-Xinghua

Mereka sebenarnya tidak ditakdirkan bersama dari awal. Bisa dikatakan cinta bertepuk sebelah tangan. Liu Zixing (Wang Xing Yue) yang merupakan putra mahkota tanpa kekuatan sejak kecil sudah dijodohkan dengan Cui Shiyi. Perjodohan ini sempat berakhir dan membuatnya sedih. Liu Zixing memohon pada Ibu Ratu untuk mendapatkan Cui Shi Yi kembali. Cintanya terhadap Cui Shi Yi sangat dalam dan cenderung ke arah obsesi.

Dia rela melakukan apa saja untuk mendapatkan Cui Shi Yi, termasuk bersekongkol dengan Jin Rong (permaisuri kaisar terdahulu) untuk menjadikan Cui Shi Yi sebagai permaisuri. Padahal dia sendiri tidak mengenal Cui Shi Yi. Dia tidak tahu alasan penolakan Cui Shi Yi padanya bukan karena dia tidak punya kekuasaan dan kekuatan.

Liu Zixing, putra mahkota yang tidak memiliki kekuasaan. (Sumber: Search by Google)

Selama tinggal di istana dan mengagumi Cui Shi Yi dari potretnya saja, dia juga menjalin hubungan dengan putri Xinghua. Memang terasa aneh saat dipikirkan dengan logika. Mereka saudara, tapi bisa jatuh cinta dan sejenisnya. Kenyataannya zaman dulu masih berlaku hal seperti itu. Bukan saja di China sana, di Indonesia pun ada yang begitu.

Putri Xinghua ini dari marga Qin, keluarga Ibu Ratu. Ibu Ratu adalah bibinya. Dia sangat mencintai Li Zixing, bahkan rela melakukan apa saja untuk Liu Zixing. Sama seperti kebanyakan perempuan dalam istana lainnya, dia rela-rela saja Liu Zixing menjadikan Cui Shi Yi sebagai permaisuri selama hatinya untuk dia. Hal ini terjadi dimana saja dan untuk siapa saja. Meskipun sebenarnya dia tidak suka.

Harapannya untuk bersama Li Zixing memang tidak tertebak. Pertunangan Cui Shi Yi dengan Liu Zixing selesai. Harusnya dia bahagia, tapi tidak. Selanjutnya di hari yang sama dia malah bersedih. Dia harus menikah dengan abang sepupu Cui Shi Yi. Cui Feng dan dia menikah dan berakhir karena sebuah kehobongan.

Di akhir cerita One and Only mereka memang tidak bersama. Liu Zixing sakit parah, putri Xinghua yang merawatnya sampai Liu Zixing meninggal. Di hari kematian Liu Zixing, dia juga meninggalkan istana untuk menikah dan menjadi putri Nanxiao. Alasannya kali ini bukan untuk memperkuat kekuasaan politik, tapi untuk melindungi diri sendiri.

Btw, putri Xinghua ini termasuk cinta berkarat pada Liu Zixing. Sudah jelas Liu Zixing tidak cinta padanya. Mereka hanya tumbuh besar bersama. Saat Liu Zixing mengkudeta kaisar dari marga Liu dan mengeksekusi keluarga putri Xinghua, si putri ini masih berbaik hati dan melayani Liu Zixing sampai akhir hayat.

Gao Huai Yang-Raja Ping Qin

Ini bisa dikatakan pasangan paling labil sekaligus mengundang kebaperan. Gao Huai Yang (Xi Xue) sebenarnya pernah menempati hati Zhao Shengchen. Perempuan ini juga berhasil membuat Cui Shi Yi ketar ketir dan cemburu. Beruntung Zhou Shengchen lebih memilih menempatkan Cui Shi Yi dalam hatinya, bukan mempertahankan Gao Huaiyang.

Dia pernah diasingkan oleh Ibu Ratu untuk menjadi nun (biksu perempuan). Ketika Zhou Shengchen kembali ke istana, dia dibebaskan dan diminta untuk menikah dengan Zhou Shengchen. Gao Huaiyang sendiri yang menyampaikan pada Zhou Shengchen tentang perjodohan Ibu Ratu.

Zhou Shengchen menolak dan mengirim Gao Huaiyang ke kediaman Raja Ping Qin (Daniel Feng) agar mendapat perlindungan. Raja Ping Qin yang narsis dan ceplas ceplos ini memiliki karakter yang menyenangkan. Meski penampilannya di drama One and Only tidak banyak, dia termasuk karakter yang kuat untuk mengambil hati penonton.

Ibu Ratu yang selalu membuat masalah di dalam kekasairan. (Sumber: Search by Google)

Pertemuan mereka juga disebabkan oleh sepiring hidangan yang dimasak oleh Gao Huaiyang. Setelah itu mereka bersama tanpa ada cerita yang berlanjut. Hanya informasi Gao Huaiyang hamil yang menunjukkan tentang kelanjutan hubungan mereka benar-benar baik.

Baca Juga:

One and Only, Sekali Lagi Kisah Cinta Murid dan Gurunya

Takdir Bulan dan Matahari Dalam ‘The Moon That Embrace The Sun’

Singkat dan jelas. Begitu saja cerita keduanya.

Di antara semua kisah cinta singkat tokoh pendukung, saya paling menyukai cinta terpendam biksu Xiao Yan dan Feng Qiao yang tidak berkembang. Berbeda dengan cinta Zhou Shengchen dan Cui Shiyi yang menunjukkan kebersamaan dan selalu membuat hati hangat, biksu Xiao Yan-Feng Qiao memberi warna lain.

Sudah tonton One and Only? Pasangan mana yang paling kalian sukai?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *