Oliversity

Saatnya Menerapkan Sedekah Kreatif di Masa Pandemi

Sekitar tahun lalu, sebuah artikel dari WAG sebelah yang diklaim bagus oleh penulisnya menulis tentang cara bersedekah kreatif. Banyak cara yang ditulis di sana untuk melakukan sedekah kreatif. Dalam berbagai hal, dikaji secara sederhana cara bersedekah yang ditulis oleh penulis memang kreatif dan mudah dilakukan.

Bersedekah tidak harus dalam bentuk uang. Bahkan jika dikaji secara Islam, senyum pun sudah sedekah. Di masa pandemi, sedekah kreatif yang ditulis oleh seseorang tanpa identitas ini juga bisa coba diterapkan, lho.

Banyak orang merasa kesusahan selama masa pandemi. Banyak pula yang kehilangan pekerjaannya karena pandemi. Sudah saatnya kita bersyukur dengan apa yang kita punya.

Pernah suatu kali saya berbincang dengan seorang penjual keliling. Pekerjaannya seketika hilang ketika pemberlakuan lockdown terjadi. Dia tidak bisa mengais nafkah untuk makan besok. Istri dan dua anaknya terancam kelaparan. Pernah dia nekat keluar untuk berjualan. Ancaman tentara pun datang bukan bualan. Dia dipukuli dan diancam akan ditembak.

Ancaman ini bukan tanpa alasan. Mengingat banyaknya masyarakat yang bandel dan abai dengan kondisi Indonesia yang semakin serius. Setiap hari jumlah pasien positif bertambah, angka kematian bertambah, dan pasien sembuh tidak lebih banyak dari angka kematian. Sementara itu, pemerintah kita tidak sesiap negeri jiran yang menyediakan segalanya untuk masyarakat di rumah saja.

Miris? Tentu saja. Mengingat Indonesia dikenal dengan negara yang super makmur dengan hasil alamnya. Mengapa di tengah pandemi justru tidak bisa berbuat apa-apa.

Di antara banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama, banyak cara sederhana dan kreatif yang bisa kita terapkan. Hal-hal kecil dan tidak masuk hitungan sedekah bagi sebagian orang.

Berbagi Makanan

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbagi makanan. Misalnya dengan memasak lebih dan mengantar ke tetangga yang membutuhkan. Kalau secara kebetulan kita memesan makanan melalui aplikasi Grab atau Gojek, tidak ada salahnya kita juga membelikan makanan yang sama untuk si abang kurir.

Sembako Sederhana

Meskipun tidak bisa membantu seperti yang dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial lain, memberikan salah satu sembako cukup berarti bagi orang yang kekurangan. Misalnya dengan memberikan beberapa liter beras dan mie instan saja. Ini sudah sangat berharga bagi mereka yang tidak tahu harus makan apa esok hari.

Mencuci Mukena di Masjid

Bisa dibayangkan bagaimana apeknya mukena umum yang disediakan di masjid? Sejak pandemi, masjid pun sudah mulai kurang dikunjungi oleh jamaah yang mendirikan sholat. Sehingga untuk mencuci mukena sangat mudah.

Jika kebetulan rumah kita dekat dengan masjid, tidak ada salahnya membawa pulang beberapa mukena untuk dicuci dan disetrika sampai wangi. Setelah bersih, antar kembali mukena ke masjid. Ketika nanti pandemi berlalu atau ada orang yang datang untuk sholat, akan lebih khusyuk karena tidak ada bau apek.

Mencuci mukena? Di mana letak berbaginya?

Ada, kok. Bayangkan berapa banyak deterjen yang dihabiskan untuk mencuci seluruh mukena di masjid? Banyak meskipun hanya mengeluarkan beberapa ribu rupiah saja. Deterjen itu juga harus dibeli, air harus dibayar. Jika semua mukena dibawa ke laundry juga menghabiskan kas masjid.

Mencucikan mukena masjid berarti kita juga berbagi sedikit rezeki dan tenaga kita untuk kenyamanan ibadah orang lain.

Amplop

Tidak sempat melakukan hal-hal seperti di atas? Jika ada uang berlebih, memungkinkan sekali untuk berbagi. Tidak perlu banyak. Berikan seikhlasnya dalam amplop, insyaallah berkah. Mungkin kita akan sungkan memberikan langsung karena akan dikenali. Bisa dengan cara meninggalkan amplop di dekat orang yang kita tuju.

Selain keempat cara sedekah kreatif, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jadi, ada banyak cara untuk berbagi dengan sesama di tengah pandemi.

Tertarik melakukan salah satunya?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *