Bibliolive

Tempat Paling Sunyi; Sisi Lain Novel Arafat Nur

Dear Olivers,
Kenal Arafat Nur? Penulis Aceh yang karyanya pernah memenangkan kusala khatulistiwa? Ada banyak buku beliau yang bagus-bagus. Bulan ini saya akan mengulas novel #TempatPalingSunyi yang sempat saya bahas di #BedahSastra #KelasSastra #OWOB bulan April silam.

Judul Buku: Tempat Paling Sunyi | Penulis: Arafat Nur | Penerbit: Gramedia (Jakarta, 2015) | Tebal: 325 halaman | ISBN: 978-602-03-1742-7

Mustafa adalah pemuda dari kampung berpenampilan klimis. Dia bekerja sebagai juru ketik di sebuah rental di Lamlhok. Terpikat pada Salma, gadis cantik yang dianggap cerdas padahal bebal.

Hidup bersama Salma seperti neraka. Karena dia tidak paham dunia seorang novelis dan menganggap suaminya selalu menghabiskan waktu untuk hal tidak berguna. Rumah tangga Mustafa bagai neraka. Sampai dia bertemu dengan Riana dan menikahinya diam-diam.

Hidup bersama Riana sangat bahagia. Bahkan dia menyelesaikan novelnya dan memiliki anak lelaki bersama Riana. Sayangnya, novel yang ditulis mati-matian selama tahunan dimusnahkan oleh Salma.

Sepeninggal Mustafa, ada lelaki lain yang datang dan ingin menulis ulang novel Mustafa. Tetapi novel itu tidak ada lagi. Bahkan satu-satunya yang tersisa di rumah Riana juga dilenyapkan.

Lalu, apa yang menarik dari novel ini?

Tema yang diangkat dalam novel #TempatPalingSunyi sangat dekat dengan sosial budaya masyarakat Aceh. Ditambah lagi dengan setting masa konflik dan pasca konflik. Semakin terasa lah suasana Aceh yang ditampilkan dalam novel ini.

Sebagai orang Aceh dan membaca novel Aceh yang ditulis oleh orang Aceh, feel ketika membaca novel ini sangat terasa. Kita seperti ditarik ke masa Mustafa hidup. Bahkan saya juga merasakan bagaimana menyebalkannya Salma dan ibunya. Orang seperti itu banyak juga di lingkungan saya.

Hal menarik lain dari #novelIndonesiaini mungkin cara penceritaannya. Meskipun sedikit membingungkan. Malah jika pembaca pemula novel #arafatnur saya tidak menyarankan untuk membaca novel ini sebagai pemula. Bacalah dulu novel berjudul Percikan Darah di Bunga.

Meskipun #percikandarahdibunga lebih terasa #konflikaceh sebagai #settingnovel tetapi alur yang dipilih cukup menarik. Jangan khawatir soal kualitas, novel ini pun salah satu novel yang memenangkan juara menulis juga.

Ada empat tokoh penting dalam novel ini. Keempatnya sangat penting dalam #TempatPalingSunyi dan bisa dikatakan sumbu cerita menghidupkan kisah di kota Lhamlhok.

Mustafa, tokoh utama dalam novel ini dan dia juga menjadi sosok yang dicari oleh aku nantinya.

Salma, istri Mustafa yang bebal, tidak tahu apapun, tapi cantik. Jika berhadapan dengan Salma, Mustafa harus siap malu. Selain kata-katanya cukup buruk, dia juga terlalu bodoh. Mustafa menyebutnya kedelai (maksud sebenarnya keledai).

Riana, perempuan yang dikenal oleh Mustafa di perpustakaan. Dia cantik dan pintar. Bersama dia Mustafa menyelesaikan novelnya dan memiliki anak. Dia rela dijadikan istri simpanan oleh Mustafa.

Aku, tokoh yang kemudian meramu semua kisah #TempatPalingSunyisetelah Mustafa meninggal menenggak racun. Si aku tertarik pada Riana. Dia merasa kisah hidupnya sama dengan Mustafa.

Keempat karakter utama ini bermain cantik dalam #novelaceh ini. Karakternya hidup. Tipikal orang Aceh kelihatan dari keempat sosok utama ini. Masih ada beberapa tokoh kecil pendamping lainnya yang menutupi setiap lubang di #alurcerita novel ini.

Konflik yang dibangun oleh #arafatnur dalam novel #TempatPalingSunyi menurut saya cukup rumit. Terutama di bagian pergantian plot dan sudut pandang cerita. Ketika Mustafa dan si ‘aku’ mengambil alih cerita.

Butuh waktu untuk saya mengetahui bahwa cerita mulai berganti sudut pandang. Saya baru sadar kalau bab awal yang saya baca itu adalah isi novel yang ditulis Mustafa dengan menggunakan nama tokoh yang sama.

Si aku yang menulis kembali cerita novel Mustafa yang berjudul #TempatPalingSunyi dan sempat diterbitkan indie. Sisanya cerita seperti berulang. Karena memang si aku dan Mustafa merasa nasibnya sama.

So, kisah #TempatPalingSunyi#arafatnur sarat sekali dengan menyinggung sosial budaya dan politik setempat. Ceritanya mengalir dan enak dinikmati. Meskipun bagi pembaca pemula akan membingungkan.

Ada tiga rekomendasi mengapa novel ini sangat layak masuk wishlist atau TBR kalian.

? Mengenal Aceh lebih dekat dari penulis asli putra daerah. Sehingga minim bias yang didapatkan oleh pembaca.

? Penulis yang karyanya berseliweran sebagai juara lomba menulis. Apa lagi yang diragukan?

? Mengenal bagaimana peliknya hidup seorang novelis. Tidak semua orang menulis dengan santai. Ada juga yang penuh tekanan.

Bagaimana, tertarik membacanya?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *