Bibliolive

Hujan dan Garis Waktu, Cerita Ikatan Dalam Satu Waktu

Meskipun sudah melewati masa kejayaannya, sampai saat ini novel Islami masih mengambil tempat di hati pembaca. Terutama di bulan Ramadan. Berbagai tingkatan dan jenis penerbit mengadakan sayembara menulis novel Islami. Tidak ketinggalan penerbit digital yang belakangan mulai naik daun di Indonesia, salah satunya Cabaca.

Pada awal tahun 2020, ada dua pemenang sayembara menulis cerita Islami yang dinamai ngabubuwrite. Kedua novel ini kemudian diterbitkan setiap hari selama bulan Ramadan, berbeda dengan novel reguler yang ditayangkan setiap satu minggu sekali.

Novel Hujan dan Garis Waktu (HDGW) adalah pemenang kedua pada sayembara menulis Cabaca 2020. Premisnya menarik, ilustrasi sampulnya menggoda, ceritanya pun mengalir apik di tangan Alfaden, sang penulis pemilik akun instagram @abdilahaldi_

Bercerita tentang Zahira, seorang pastry chef yang akan menikah dengan Mahesa, kakak kandung dari sahabatnya. Tentu saja, sebagai orang yang akan menikah, dia harus meminta restu dari orang tuanya. Terutama ayah yang akan menjadi wali nikah nantinya. Perseteruan antara ayah dan anak ini cukup menggemaskan dan lazim terjadi. Soalnya berkaitan tentang impian. Zahira ingin menjadi pastry chef, tapi ayah ingin Zahira menjadi psikolog.

Di tempat kerjanya, ada orang yang sangat perhatian kepada Zahira. Hans, lelaki non muslim pemilik cafe Java The Hut. Dia adalah bos Zahira yang keluarganya sedikit anti muslim. Namun Hans rela berpindah agama asal Zahira mau menikah dengannya.

Sepanjang cerita didominasi dengan proses lamaran, pergolakan hati, dan keyakinan yang terbolak balik dari calon pengantin. Rasa kecewa yang dirasakan oleh Hans terceritakans sedikit, tapi berasa patah hatinya.

Selama proses ini pula pembaca akan diajak mengenali karakter wanita yang akan menikah. Lelaki yang mencintai seseorang karena rupanya. Serta dalamnya kasih sayang orang tua meskipun perseturuan sudah lama berlangsung.

HDGW membuat pembaca berputar-putar di lingkaran kekeluargaan dan kegalauan menuju halal. Tentang Zahira dan Mahesa. Sampai akhirnya pembaca dihadapkan pada satu kekurangan yang tidak semua pembaca menganggap kekurangan.

Pada bagian menuju ending, terlalu banyak rahasia yang tidak terungkap dan sedikit membingungkan. Bagian ini alurnya dipercepat. Mahesa yang tiba-tiba tidak menginginkan Zahira lagi. Tanpa adanya penjelasan detil dari penulis.

Dari 25 bab novel ini, ada beberapa pesan dan nilai moral yang bisa diambil hikmahnya. Pertama, menjaga hubungan antara orang tua dan anak. Meskipun berkaitan dengan masa depan, orang tua tetaplah seseorang yang harus ditaati. Kedua, menikah tidak semata menerima zahirnya. Pernikahan juga harus menerima kekurangan dari pasangan.

Novel ini baru bisa dibaca melalui aplikasi Cabaca. Sayangnya, Cabaca belum tersedia untuk iPhone.

Data Buku

Judul Buku: Hujan dan Garis Waktu <> Penulis: Alfaden <> Penerbit: Cabaca <> Jumlah Bab: 25 Bab <> Rating: 4,4/5

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *