Bookish

5 Buku Anak yang Layak Dikoleksi

Seminggu ini saya agak padat bermain dan membacakan cerita untuk anak saya. Usianya 29 bulan. Dia mulai mengenal cerita yang cocok untuk dirinya sendiri. Meskipun beberapa buku dia suka, sebagai ibu saya juga kerap memilih buku yang salah.

Dalam 5 postingan ke depan, saya akan membagikan buku cerita anak dan rekomendasi sesuai usia anak. Buku-buku ini sebagian berbahasa asing, sebagian berbahasa Indonesia. Semoga bermanfaat, ya.

Hui Guniang

Hui guniang merupakan buku cerita anak berbahasa mandarin dari kata Cinderella. Secara keseluruhan, ceritanya beda tipis dengan kisah Cinderella versi barat. Bedanya adalah:

šŸ‘ø Bukan para tikus yang membawa pakaian hui guniang, tapi para burung.

šŸ‘ø Hui guniang tidak menumpangi kereta kencana.

šŸ‘ø Hui guniang versi China lebih menekankan pesan moral untuk bersikap berani dalam bertindak.

Buku seri dongeng dunia ini terdiri dari beberapa seri. Dalam buku ini ada 4 (empat) cerita. Termasuk di dalamnya ada cerita Aladdin, si Bebek Buruk Rupa, dan si Siput dan rumahnya.

Buku ini berbahasa pengantar mandarin dengan pinyin. Bahasanya mudah dimengerti. Tulisannya juga besar. Kertasnya lux, tebal, dan berwarna. Pokoknya recommended banget untuk mereka yang sedang belajar bahasa mandarin dan anak-anak yang ingin mendengar dongeng dengan bahasa lain.

The Blonde Hair and Three Bears

Gadis Pirang dan Tiga beruang merupakan buku trilingual untuk anak-anak. Dari buku cerita ini, anak tidak hanya bercerita dan membaca cerita dalam bahasa Indonesia, tapi juga bisa memilih dalam bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.

Buku ini bercerita tentang seorang gadis pirang yang dicakar kucing dan lari ke tepi hutan. Dia melihat gubuk yang dihuni tiga ekor beruang. Ukuran beruangnya berbeda. Si gadis pirang mencoba semua hal yang ada di rumah itu. Bahkan dia merusak barang-barang di rumah beruang. Sampai dia lelah dan tertidur.

Tiga ekor beruang pulang dan menemukan rumah mereka berantakan. Makanan mereka juga sudah dicicipi. Mereka kaget ketiga melihat gadis pirang tertidur di salah satu ranjang mereka. Si gadis pirang bangun dan berlari pulang.

Sama seperti buku cerita anak pada umumnya, buku ini full colour dan disampaikan dalam bahasa yang enak dicerna. Dengan ilustrasi yang menari, saat mom membaca buku untuk anak, anak bisa membaca dan membayangkan ceritanya karena dibantu ilustrasi gambar.

Kekurangan buku ini terletak pada ending yang kurang menarik.

Sup Persahabatan dan 7 Cerita Lainnya di Negeri Vegetanzia

Sup persahabatan merupakan buku anak untuk usia 6-10 tahun. Buku ini sesuai untuk usia tersebut karena selain penuh dengan ilustrasi dan full color juga tulisan yang bilingual.

Untuk anak 7-10 tahun, bagian Bahasa Inggrisnya sangat membantu anak dalam belajar. Buku ini juga sesuai untuk ortu dalam memperkenalkan berbagai jenis sayuran. Nama-nama sayur di sini juga diplesetkan menjadi nama yang memorable diingatin anak.

Secara pribadi, buku ini saya baca sambil menyuapi anak makan. Anak lebih semangat dan penasaran dengan sayuran yang dimakan karena sama dengan di buku. Buku ini juga memuat informasi tentang sayuran dan beberapa tips.

Ayo Lindungi Aku!

Saya baru tahuĀ @indah_hanacoĀ juga menulis buku anak. Selama ini kisah romantisnya justru menyeret saya pada kenikmatan membaca. Nah, setelah emakĀ @aghaisme_Ā terlarut dalam kisah cinta, kali ini giliran anaknya yang akan larut dalam buku cerita bergambar tentang hewan.

Seperti pada umumnya anak laki-laki, anak saya juga menyukai cerita hewan. Berbagai jenis hewan yang mulai langka ini diceritakan dengan apik dalam buku ini. Tentu saja full color dan gambarnya besar-besar. Bukan saja narasinya yang mudah dimengerti, ada bagian pojok ilmu yang membuat anak tidak sekedar mengingat cerita. Anak juga akan mengingat fakta menarik dan meningkatkan pengetahuannya.

Di buku ini juga memuat ikan depik (rasbiora tawarnensis) yang terdapat di Danau Laut Tawar. Ketika waktu makan dan ada ikan depik di piring, si anak dengan lucunya langsung menyebutkan nama ikan tersebut.

Buku ini recommended untuk anak usia 3-15 tahun.

Kumpulan Kisah Kota 1001 Malam (Dari Baghdad)

Siapa yang tidak tahu dongeng dari Kota Baghdad ini? Rasanya hampir tidak ada pecinta buku yang melewatkan bacaan ini dalam hidupnya. Selain diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, Kisah 1001 Malam juga dinobatkan sebagai seri dongeng dunia. Sebelumnya saya pernah menulis ulasan buku terjemahan versiĀ @elexmediaĀ di sini.

Nah, kali ini MB. Rahimsyah menceritakan ulang dengan bahasanya sendiri Kisah 1001 Malam ini. MB. Rahimsyah adalah salah satu penulis cerita anak yng cukup diperhitungkan di Indonesia. Jadi, buku ini patut direkomendasikan untuk anak-anak usia 10-15 tahun. Kenapa dimulai 10 tahun? Ada beberapa kata dan kisah yang kurang pantas dibaca oleh anak usia di bawahnya. Bahkan untuk usia 10 tahun pun perlu dampingan orang tua. Anyway, buku ini tetap digolongkan dalam buku cerita anak.

Mungkin berbeda dengan versi E. Dixon terbitanĀ @elexmediaĀ ini, versi Terbit Terang ilustrasinya kurang menarik meskipun warna bukunya cukup menggoda. Bukunya sangat tipis, tulisannya kecil-kecil, antara bab satu dan lainnya masih berlanjut di halaman yang sama. Ini menjadi kurang menarik dan membuat cepat lelah.

Ada 14 (empat belas) cerita yang dibagi ke dalam 3 (tiga) bagian di buku ini. Bagian pertama berisi asal mula kisah 1001 malam. Bagian kedua tentang Aladdin, dan bagian ketiga petualangan Sinbad.

Sebagai book lover, buku ini layak masuk dalam deretan koleksi cerita anakmu, ya.


Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *