BP Network,  Traveliner

Menu Buka Puasa Praktis ala Masjid Niu Jie Beijing

Setelah membaca judul di atas, mungkin ada yang langsung terpikir, “Memangnya di Beijing ada muslim?”

Ada, dong! Tidak mengapa jika tidak tahu. Toh kita bukan penduduk China dan media yang harusnya menggalakkan informasi menunjukkan Islam di China hanya ada di Xinjiang. Nah, di sini saya ingin berbagi sedikit tentang Islam di Beijing. Di Beijing juga ada kampung muslim yang luas sekali di kawasan Niu Jie, Xicheng District.

Saya pernah berbuka puasa di sana dan menikmati menu buka puasa di sana. Ungkapan berbukalah dengan yang manis-manis sepertinya nggak berlaku di Beijing. Maksudnya, di sini tidak ada yang namanya kolak, kurma yang super manis dan gulanya legit, dan berbagai jenis makanan manis lainnya. Menu buka puasa di masjid Niu Jie sangat sederhana untuk kita yang terbiasa menghantam apa saja setelah bedug terdengar.

Sebelum pandemi melanda Indonesia misalnya, apa sih yang tidak disiapkan untuk berbuka puasa? Rasanya apa saja yang terlihat di depan mata pasti akan disimpan untuk berbuka puasa. Semuanya manis dan terkadang malah berakhir mubazir.

Covid-19 saat ini mengubah beberapa mindset tentang menikmati hidup setelah berbuka puasa lebih sederhana. Tidak perlu mewah dan mubazir. Terpenting adalah nilai berkahnya. Ketika mengingat kembali menu berbuka puasa di Niu Jie, justru saya seperti diingatkan dengan kalimat, “Begitu lho cara berbuka puasa yang sehat dan sederhana.”

Di Indonesia, buka puasa di masjid setempat masih tergolong mewah. Panitia masjid pasti akan sibuk menyiapkan minuman, warga akan menyajikan yang manis dan sedap terkadang mewah untuk diantar ke masjid. Di niu jie, tidak ada yang begitu. Pengurus masjid hanya menyiapkan semangka dan teh tawar. Warga sekitar atau siapa saja yang ingin berbuka di masjid ini boleh menyumbang menu berbuka puasa.

Kurma, semangka, leci, buah plum, aprikot, bakpao, dan manisan kue sagu terhidang di piring kecil di atas meja mungil. Semuanya dalam jumlah yang tidak banyak. Sedikit sekali jika membandingkan jumlah orang yang datang ke masjid untuk berbuka puasa. Nilai positifnya, tidak ada menu yang tersisa karena berlebihan. Makanan ludes.

Sepertinya menu sederhana seperti ini bisa kita ikuti untuk berbuka puasa. Menu sederhana dengan keberkahan luar biasa.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *