Bookish,  BP Network

Bookstagrammer, Miliki Benda ‘Keramat’ Ini Agar Kamu Betah Di Rumah

Di rumah lagi, di rumah lagi.

Apakah kalian mulai bosan? Jika jawabanmu iya, kita sama. Padahal saya memang tipe anak rumahan kalau tidak ada agenda kemana-mana. Tidak jalan-jalan atau bekerja. Pasti di rumah dan saya betah. Masalahnya ini sudah dua bulan dan si Corona semakin menunjukkan tajinya di Indonesia dengan angka positif melejit setiap hari dan kematian juga meningkat.

Seram, kan?

Salah satu cara yang paling ampuh untuk menghindari berita yang menyebarkan ketakutan dengan melakukan hobi. Bagi bookstagrammer, tentu saja peralihan yang tepat adalah melakukan hal-hal yang berkaitan dengan buku dan sosial media seperti Instagram. Meskipun begitu, ada rasa bosan juga terus menerus melakukan hal yang sama jika tidak dilengkapi dengan alat tempur sempurna.

Apa saja yang perlu disiapkan agar tidak bosan menjalani kehidupan sebagai bookstagrammer di rumah aja? Berikut ini adalah alat tempur ‘keramat’ yang saya siapkan untuk diri saya. Semoga membantu para bokstagrammer untuk tidak bosan juga, ya.

[1] Ponsel Pintar Lengkap Kuota

Untuk mengakses instagram, pasti lah dibutuhkan ponsel pintar. Ponsel pintar yang kita butuhkan tidak mesti iPhone, kok. Meskipun jika punya budget dan pakai iPhone, itu sangat memungkinkan membuatmu lebih bahagia. Apapun merek ponsel pintarmu, pastikan cukup ruang untuk menjalankan instagram. Terpenting, harus punya cukup kuota internet untuk koneksi internet.

[2] Notes

Sudah punya ponsel pintar untuk apa notes lagi? Kan di ponsel sudah punya notes.

Kali ini beda, guys. Notes yang kamu butuhkan di sini untuk dicoret-coret sejenis mind mapping jika tertarik menulis hasil bacaan kamu di sana. Sebelum menulis review bisa jadi ada ide melintas di kepala yang perlu bantuan gugel untuk penelusuran lebih lanjut. Nah, paham kan kenapa notes masuk benda penting?

[3] Kamera

Meskipun ponselmu dilengkapi dengan kamera dengan ketajaman luar biasa, tetap saja alat tempur ini masuk sesuatu yang dibutuhkan. Tidak wajib memang, namun jika punya kamera yang mumpuni, tentu penangkapan detil dari gambar akan lebih baik daripada kamera ponsel.

Lagipula, jika membaca buku digital, kemera akan sangat bermanfaat untuk mengabadikan sampul buku di layar ponsel dengan ketajaman gambar yang lebih baik.

[4] Laptop atau PC

Sepintas memang sama tidak ada gunanya dengan kamera. Jika sudah menggunakan kamera, baiknya memang sangat membutuhkan laptop untuk memindahkan semua hasil jepretan ke laptop lalu ke ponsel. Bahkan kalau kamu yakin fotomu punya kualitas, sangat disarankan untuk menggunakan watermark sebagai keamanan hak cipta. Lebih baik lagi jika watermark berbentuk logo identitas sebagai bookstagrammer.

Well, so far saya belum memakai watermark dalam bentuk logo, sih.

[5] Buku

Tentunya ini salah satu benda wajib. Meskipun bisa baca versi digital, buku fisik memiliki kelebihan di banyak hal. Terutama dalam eksekusi foto untuk diunggah ke Instagram. Buku fisik bisa ditata sesuai warna, bentuk, dan lain-lain. Bahkan buku fisik juga akan memberi kepuasan sendiri dalam berkarya sebagai bookstagram.

Ehm, kamu punya semua benda ‘keramat’ di atas, tapi bukan bookstagram? Sepertinya bisa dimulai tuh, bagaimana menjadi bookstagram. Dari pada di rumah saja dan bikin bosan. Ya, kan?!

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *