Bookish,  BP Network,  Traveliner

Baca Buku di Aplikasi dan Travelogue Selama di Rumah Aja

Selama di rumah aja, tentu banyak hal yang bisa dilakukan oleh kita. Termasuk untuk para bookish dan traveler. Sebagai orang yang menyukai membaca, waktu saya menyentuh buku tentu sudah dialokasikan. Namun banyaknya kegiatan yang harus saya lakukan sebagai WFH juga menyita waktu mewah untuk bermesraan dengan buku-buku yang menumpuk.

Salah satu cara paling fleksibel untuk tetap membaca dimana saja dengan membaca ebbok. Yach, sebagai pecinta buku saya tidak akan membaca buku ilegal dengan cara mengunduh ebook yang dibagi oeh sembarangan orang di WAG. Masih ada cara elegan membaca ebook ilegal cukup dengan ponsel pintar.

Berikut ini adalah tiga aplikasi membaca buku yang bisa diunduh dan dipasang di ponsel pintar Anda. Saya juga menggunakannya, kok.

[1] Ipusnas

Seperti yang sudah saya bahas di postingan-postingan sebelumnya, ipusnas adalah aplikasi perpustakaan digital milik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Ipusnas memiliki koleksi ribuan ebook yang bisa diunduh kapan saja dari berbagai penulis dan penerbit. Banyak buku bagus yang bisa dibaca di sini. Sayangnya, kita hanya bisa meminjam dua buku saja untuk dua hari. Jika stoknya banyak, buku tersebut bisa langsung dipinjam lagi.

[2] Cabaca

Ini adalah aplikasi novel buatan anak negeri. Lambangnya gurita warna hijau. Cabaca Berbeda dengan Storial, Wattpad, Mangatoon, Joylada, dan sejenisnya. Di Cabaca, penulis tidak bisa langsung mengepos tulisannya. Bahkan penulis tidak bisa mengotak atik tulisannya sendiri di aplikasi. Semua naskah masuk melalui seleksi dan dipublikasikan secara eksklusif. Banyak novel bagus dari penulis kece di Cabaca. Kita bisa bertemu para penulis seperti Honey Dee, Ria N. Badaria, Johannez Jonaz, Ari keling, Margaluwih, dan beberapa nama yang sudah wara wiri di tobuk Gramedia.

[3] Let’s Read

Aplikasi ini bisa dibilang baru saya temukan setelah mengikuti diskusi di komunitas literasi. Ini aplikasi membaca khusus untuk cerita anak. Jika Anda memiliki anak dan ingin membacakan kisah bagus untuk anak, aplikasi ini bisa menjadi solusi. Cerita juga bisa dibaca dalam bahasa lain selain Bahasa Indonesia.

Selain membaca buku dengan aplikasi. Saya juga demen blogwalking. Ada 3 (tiga) travel blogger yang kerap saya ikuti kisahnya. Selain kisahnya yang menarik, banyak informasi yang bisa diserap melalui tulisan mereka. Ketika blog tersebut adalah sebagai berikut.

The Naked Traveler

Para travelogue tentu kenal dengan Trinity, kan? Travel blogger yang namanya wara wiri di toko buku dan kisahnya sudah difilmkan. Dibintangi Maudy Ayunda, film ini jadi jauh lebih menarik. Penuturan Trinity dalam kisah-kisahnya mengelilingi dunia sangat menarik. Artikel terbaru yang ditulis oleh Trinity ketika saya menulis artikel ini berjudul “The Jomblo Traveler.”

Halaman utama The Naked Traveler ketika saya akses di bulan Mei 2020.

Artikel ini berikan tentang pemikiran dan jawaban atas pertanyaan orang tentang status pernikahan Trinity. Sst, saya juga baru tahu dari artikel ini kalau mbak Trinity masih jomblo. Kalau saya pikir-pikir, memang benar adanya. Jika kamu memiliki hubungan dengan seseorang (apalagi tidak satu tujuan), maka kamu harus mengorbankan salah satu; hubunganmu atau karirmu.

Dua Ransel

Saya bisa mengatakan pemilik blog ini adalah sepasang blogger nekat. Bagaimana tidak, mereka meninggalkan negeri, menjual semua yang bisa dijual hanya untuk hidup nomaden di satu tempat ke tempat yang lainnya. Tidak ada pekerjaan tetap. Mereka hanya menikmati kesenangan hidup sementara.

Halaman utama Dua Ransel, bio yang nggak biasanya langsung auto gagal fokus.

Ya, sementara bagi mereka yang tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan dan perjuangkan. Dina dan Ryan, pemilik blog ini sepertinya bahagia-bahagia saja, tuh. Tidak percaya? Cek saja blog yang didominasi oleh warna hijau dengan berbagai artikel yang bikin mupeng ini.

Meskipun baru mengenal Dina dan Ryan di lapak Dua Ransel, saya langsung bisa menebak bahwa mereka bukan saja melakapkan diri sebagai travel addict. Mereka benar-benar racun bagi pecinta traveling.

The Travel Junkie

Nama ini lumayan lama berkeliaran di pencarian google jika Anda mengetik nama travel blogger Indonesia. Selain sudah lumayan lama di dunia blogging, The Travel Junkie juga memiliki tampilan blog yang sangat sederhana. Persis perti halaman jarinan pemerintahan.

Auto English, guys! Bagus untuk perkembangan bahasamu yang tujuan ke LN buat jalan-jalan.

Blog ini ditulis dengan Bahasa Inggris dalam 6 (enam) kategori. Ada daily living, fashion & style, food & health, people, room, dan travel & culture. Isinya benar-benar beragam dan kelasnya memang sudah internasional.

Saya mengenal The Travel Junkie dari sebuah pencarian ketika menyelesaikan tesis masalah pariwisata. Meskipun ditolak oleh supervisor lulusan Harvard itu, saya cukup berpuas diri mengenal The Travel Junkie melalui postingan yang memberi potensi mahir berbahasa Inggris ini.

Setelah membaca uraian di atas, kalian ingin yang mana? Baca buku via aplikasi atau blogwalking di tiga lapak tersebut?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *