Bibliolive

Devils Inside, Dua Hati Satu Tujuan

Kali ini saya tidak membaca buku fisik. Hari-hari saya sedang akrab dengan gadget, jadi membaca buku digital adalah salah satu solusi yang bisa diandalkan. Setidaknya, ada beberapa aplikasi membaca di ponsel pintar saya. Ada playbook, ijak, ipusnas, wattpad, storial, dan cabaca. Cabaca adalah platform membaca yang belakangan juga naik daun dengan kemunculan penulis nasional dan berkelas menulis di sana. Salah satunya Belladonna Tossici (BT).

Awalnya saya tidak begitu asing dengan nama ini. Iyalah, BT menulis cukup banyak dan beberapa karyanya yang saya tahu pernah masuk ke dalam wishlist saya tahun lalu. Di Cabaca, ada dua karya BT yag sudah tamat dan nyaman dibaca, yaitu Devils Inside dan Tyet of Georgia.

Kali ini saya ingin membahas Devils Inside. Berkisah tentang seorang gadis patah hati yang melamar kerja di LBH Optimus. LBH yang tidak ada kece-kecenya sedikitpun. Ellena datang dengan tampilan menor dan sangat menggoda para pengacara di LBH Optimus. Jelas saja, mereka yang dasarnya agak nakal dan pemain wanita memanfaatkan kesempatan ini untuk taruhan. Tidak tanggung-tanggung, mereka bertaruh dengan sejumlah uang untuk meniduri Ellena.

Ellena pun bukan datang tanpa tujuan. Dia juga memiliki misi. Mencari lelaki hidung belang, memacarinya, dan mencampakkannya. Sama seperti Rimba (mantan kekasihnya) yang meninggalkannya untuk lelaki lain.

Randu yang memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan Ellena tidak menyangka jika dirinya malah jatuh cinta betulan kepada target. Begitu pun Ellena. Konyolnya lagi, Ellena malah menyerahkan dirinya untuk Randu. Sampai semuanya kacau dan keduanya harus menyelesaikan masalah masing-masing dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Novel ini sebelumnya sudah dipublikasikan di wattpad, pernah juga dipublikasikan secara self publishing. Meskipun saya yakini pembacanya banyak, saya belum pernh menemukan novel ini di wattpad. BT keburu menghapus. Saya malah menemukannya di Cabaca.

Di Cabaca novel ini berbayar 15 kerang perbab. Pengguna Cabaca pasti paham gimana sistem di Cabaca, kan?

Ada beberapa kelebihan yang saya dapatkan di Devils Inside. Baik itu dari sisi gender, sosial, hukum, ekonomi, gaya hidup, bahkan spiritual. Dari sisi gender, saya bisa mengatakan jika novel ini sangat sensitif gender. Meskipun menjadi objek taruhan, masih ada nilai-nilai yang disodorkan penulis agar pembaca sadar bahwa perempuan dan lelaki itu memiliki sisi sensitifnya masing-masing. Bagi saya, gender tidak saja berbicara tentang keseteraan hak. Gender juga berbicara tentang kebutuhan dan penempatan perasaan.

Saya ingat bagian ketika Randu ketahuan menjadikan Ellena objek taruhan. Ambar menampar Randu bolak balik. Randu yang merasa bersalah menerima saja karena sadar dirinya salah. Hal yang tidak pernah dia lakukan meskipun dia salah. Ada pembelaan di sini. Pembelaan sesama wanita yang menuntut perlakuan lebih manusiawi dan berderajat.

Selama ini banyak orang beranggapan YouTuber bukan profesi. Ini hanya kesenangan saja. Kesenangan yang dibayar, siapa yang tidak mau? Namun nilai lain dari hobi Katya ini justru menjalin nilai sosial dalam pergaulan. Kemudahan hidup yang dilewati oleh Ellena si introvert pun mulus berkat Katya.

Di sini juga saya baru tahu jika pengacara LBH itu kere-kere. Bahkan pengacara yang selama ini kita kenal perlente dan klimis tidak jauh-jauh dari aroma neraka. Di novel ini disebut pula bagaimana salah seorang pengacara LBH Optimus membelot karena iming-iming harta. Meskipun penampilannya tidak banyak, hanya disentil-sentil saja oleh penulis. Sebagai pembaca, saya langsung menyimpulkan ternyata harta, tahta, dan wanita bisa membelokkan idealisme di kalangan pengacara yang notabene paham hukum.

Selain kehidupannya, pembaca dapat menikmati kehidupan di dalam tahanan dan proses persidangan cukup dengan membaca dan membayangkan. Saya yakin, setelah membaca proses sidang, ada di antara pembaca yang langsung masuk ke kanal YouTube untuk menonton proses persidangan saking penasarannya.

Selain kelebihan yang tak bercela, tentu saja ada kekurangan. Malah kekurangan ini saya anggap juga sebagai kelebihan. Misalnya bagian pengacara Haposan yang perlente dan glamor itu. Pikiran saya langsung tertuju pada sosok seseorang yang seperti itu. Bahkan ketika membaca bagian ini justru sosok dia yang muncul di kepala.

Penasaran siapa? Silahkan baca Devils Inside untuk mengetahui siapa yang dimaksud oleh penulis.

Kekurangan lain yang mengganggu saya justru di satu bab yang berisi percakapan antara Ellena dan Katya. Ellena menceritakan adegan yang dilakukan Randu pada Ellena saat Katya bertanya ada apa dengan tubuh sahabatnya itu. Di sini Ellena bercerita step by step yang terjadi. Entah mengapa, bagian ini justru kurang menarik bagi saya.

Jika Anda penikmat adult romance sejenis harlequin, Devils Inside juga lebih kurang seperti ini. Ada beberapa bab menggambarkan adegan vulgar yang bikin nggak bisa tidur. Peringatan keras bagi yang belum menikah atau tidak suka membaca cerita jenis ini. Beberapa bab yang menggambarkan adegan Randu dan Ellena ‘main’ bisa jadi menjadi hiburan sekaligus candu. Ini beneran, lho.

Jadi, jika kira-kira masih tidak kuat iman dan di bawah usia 21 tahun, pertimbangkan kembali. Menghujat penulis setelah membaca bukanlah tindakan bijak. Bijaklah memilih sebelum membaca.

Ada satu nilai moral yang tertanam setelah membaca novel ini. Saya menyimpulkan dengan “Jangan cepat menilai seseorang dari penampilan luar” dan “Hubungan yang dimulai dengan kebohongan tidak akan berjalan baik.” Meskipun pada akhirnya Randu dan Ellena baik-baik saja, tapi bukan tanpa usaha maksimal. Perjalanan cinta mereka berat.

Tertarik untuk membaca Devils Inside? Selain mencari buku cetaknya, bisa langsung membaca di aplikasi Cabaca dengan memasang aplikasi ini di ponsel pintarmu. FYI, meskipun berbayar 15 kerang perbab, novel ini bisa dibaca gratis pada waktu happy hour yang berlangsung jam 12.00-13.00 WIB dan 21.00-22.00 WIB, lho!

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *