BP Network,  Traveliner

4 Hal yang Ingin Saya Lakukan Setelah Covid-19 Berakhir, Nomor Tiga Nggak Mungkin!

Sebagai seorang yang suka jalan dan menemukan pengalaman baru di luar, berada di dalam rumah yang selama berminggu-minggu bukan hal yang mudah dijalani. Meskipun sejak terkurung di rumah karena Covid-19 ini juga banyak hal baru yang bisa dilakukan di rumah saja. Bagi saya yang sudah lama tidak jalan-jalan dan bertahan hidup dengan status manusia rumahan pun, berada di rumah saja sangat membosankan.

Berikut 4 (empat) hal yang ingin saya lakukan setelah pandemi berakhir. Saya yakin ini pasti bisa dilakukan dengan niat yang kuat.

[1] Pulang Kampung Halaman

Bukan rahasia lagi kalau tahun ini pemerintah melarang mudik. Tentu saja bagi saya yang masih memiliki orang tua yang jauh dari kampung halaman, mudik seperti hal wajib yang menjadi rutinitas pada hari raya Idul Fitri. Meskipun himbauan ini bersikap keras, ada juga yang membandelkan diri untuk tetap mudik. Sebagai warga negara yang baik, saya memilih tetap di rumah saja.

Kampung halaman saya tidak jauh dari domisili saat ini. Namun orang tua saya menghabiskan masa tua di Takengon, Aceh Tengah. Jaraknya sekitar sembilan jam perjalanan dari kota Banda Aceh. Karena lebaran kali ini saya tidak pulang kampung, begitu pandemi usai saya akan pulang kampung dulu.

[2] Jelajah Tempat Wisata di Aceh Tengah

Sudah bukan rahasia lagi jika Aceh Tengah merupakan salah satu destinasi wisata. Kota yang terkenal dengan sebutan serpihan tanah surga ini memang memberikan berbagai pesona untuk pengunjungnya. Terutama Danau Laut Tawar yang eksotis dan magis. Meskipun besar di Takengon, saya tidak pernah menjelahi Takengon seperti kebanyakan para pelancong dari luar Aceh Tengah.

Berhubung nantinya sudah di kampung, saya ingin melakukan penjelajahan selama di sana. Mulai dari danau, gunung, pedesaan, sampai mengikuti festival rakyat yang rutin dilakukan setiap tahun.

Btw, jika kamu punya sesuatu yang ingin dibaca dari Takengon di blog ini, silahkan tulis keinginan kalian di kolom komentar, ya.

[3] Tiduran di Kamar Baca Buku

Lho, kok?

Pasti binngung, kan, kok pandemi berakhir keinginannya hanya tiduran baca buku? Ya, karena di Takengon masih banyak sekali timbunan buku yang belum saya baca karena waktu luang yang semakin sempit. Tiduran sambil baca buku adalah hal yang ingin saya lakukan selama berada di rumah kampung halaman.

Selama pandemi, saya nyaris tidak bisa istirahat. Meskipun WFH, pekerjaan saya sangat menumpuk. Tidak bisa diajak kompromi untuk melakukan hal-hal yang bersifatnya pribadi. Saya tidur telat dan bangun cepat untuk menyelesaikan pekerjaan. Jadi, ketika semuanya kembali normal melakukan dua hal ini adalah reward untuk diri sendiri.

[4] Keliling Aceh

Tidak sulit mencari akses untuk keliling Aceh dari Takengon. Kita bisa melakukannya dengan senang hati. Jika liburannya ditambah sementara pandemi sudah berakhir, hal ini bisa dilakukan dengan mudah. Rute yang dipilih dari Takengon mungkin lebih mudah.

Dari Takengon menuju ke Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Banda Aceh. Memang butuh waktu yang lama sekaligus budget yang besar untuk keliling Aceh. Kabupaten yang saya sebutkan itu pun belum semuanya. Aceh terdiri dari 24 kabupaten yang semuanya sangat luas. Jarak antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya lumayan jauh juga.

Apa yang ingin saya lakukan di atas merupakan bentuk kerinduan saya sebagai seorang anak, penikmat alam semesta, dan pembelajaran kehidupan. Mungkin kamu tidak akan melakukan hal yang sama dengan saya, tapi saya yakin Anda juga memiliki sesuatu yang ingin dilakukan setelah pandemi berakhir.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *