Bookish

Kelas Sastra OWOB Batch 4; Yakin Nggak Mau Join?

Ketika pertama kali saya membaca pengumuman di grup One Week One Book (OWOB), langsung terlintas di benak saya untuk join kelas sastra. Apalagi pengalaman di Batch 2 tahun lalu lumayan seru. Ada buku yang mendorong saya untuk membaca lebih dalam dan lebih serius. Soalnya, meskipun saya penikmat sastra, rasanya masih milih-milih buku untuk dibaca. Kebanyakan yang saya baca selama ini memang novel terjemahan, bukan dari penulis lokal.

Dalam proses berpikir buku apa yang akan saya baca, terlintas lagi berbagai macam kesibukan belakangan ini. Saya termasuk orang yang tidak rakus membaca belakangan. Selain karena capek mengurus kerjaan dan urusan rumah, saya juga terlibat berbagai kegiatan di kampus.

Namanya pertemanan daring, pasti ada yang menarik sebagai cara menyambung silaturahmi. Jadi, saya memutuskan untuk memilih Kelas Sastra lagi. Sekaligus mempengaruhi salah seorang bookstagrammer, Yuniasih Warjui untuk bergabung.

Dari diskusi panjang dengan ketua kelas grup, saya memilih untuk membaca novel Arafat Nur lagi. Ya, pada batch 2 saya membaca novel berjudul Tempat Paling Sunyi yang ditulis oleh Arafat Nur sebagai buku yang dibedah. Batch ini saya berniat akan membedah buku yang lain. Pilihan jatuh antara Lampuki dan Tanah Surga Merah. Dalam proses pencarian di Ipusnas, ternyata Tanah Surga Merah tidak ada di pencarian. Sedang dipinjam, mungkin.

Saya memilih Burung Terbang di Kelam Malam. Menurut saya, novel Lampuki agak susah menjelaskan makna Lampuki dalam bahasa Indonesia. Sarat vulgar. Selain khawatir pembaca ada yang di bawah 21 tahun, ada peserta lelaki. Imajinasi bisa kemana-mana. Nah, atas kebaikan mbak Utamy Ningsih, saya diberikan akses ke Gramedia Digital untuk membaca Tanah Surga Merah secara gratis.

Tuh, kan?! Kurang baik apa lagi anak-anak OWOB?!

Semua buku yang akan dibahas pada batch ini buku-buku yang bagus dan mendapatkan penghargaan baik nasional dan internasional. Berikut jadwal para pembedah dan judul bukunya:

Selasa, 25 Februari 2020: Naqibatun (Sang Keris)

Sabtu, 29 Februari 2020: Nurul (Olenka)

Selasa, 3 Maret 2020: Amaya (Semua Ikan di Langit)

Sabtu, 7 Maret 2020: Fai (Surat Panjang)

Selasa, 17 Maret 2020: Gusty (Orang-Orang Oetimu)

Sabtu, 21 Maret 2020: Elvin (Semusim)

Selasa, 24 Maret 2020: Diah (Upacara)

Sabtu, 28 Maret 2020: Agnes (Kambing dan Hujan)

Selasa, 31 Maret 2020: Ulfa (Tanah Surga Merah)

Selain jadwal di atas, pada tanggal 9-15 Maret 2020 diadakan kegiatan baca bareng di kelas sastra dan 16 Maret 2020 akan dilaksanakan bedah buku yang dibaca pada kelas Sastra di Grup OWOB.

Nah, kurang seru apa lagi kelas baca ini? Serius tidak minat ikutan?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *