Bibliolive

Cinta Kita yang Rasa; Terjebak Friendzone?!

Friendzone, istilah yang kerap dilakap dalam persahabatan antara cowok dan cewek. Ya, ini karena katanya tidak ada persahabatan antara cowok dan cewek. Adanya hanya friendzone, kondisi lain dari istilah sahabat rasa pacar.

Cinta Kita yang Rasa adalah novel yang ditulis oleh Ariana Octavia yang mengangkat tema yang sama. Memang terdengar umum, namun Ariana memainkan kisahnya dengan manis dengan ending yang tidak mengecewakan. Jika Anda berharap novel ini happy ending, akhir kisah di Cinta Kita yang Rasa bisa dikategorikan sebagai happy ending.

Cinta Kita yang Rasa berkisah tentang Yara dan Adit. Mereka bersahabat sejak sekolah. Mereka melanjutkan kisah mereka hingga menemukan belahan jiwa masing-masing. Di sini, Ariana memainkan karakter tokoh antagonis dan protagonis yang cukup apik. Adit yang tidak pernah serius dengan perempuan di sekelilingnya dan Yara yang selalu berakhir dengan berbagai macam jenis kekecewaan.

Yara memiliki kekasih bernama Rian, lelaki yang masih terjebak dengan mantan kekasih yang mendominasi dan mengintimidasi Yara secara fisik. Adit memiliki kedekaran dengan Nina, perempuan cantik yang menyukainya. Rian yang mencoba menciptakan Adriana pada Yara tidak bisa diterima oleh Adit. Adit merasa Rian tidak sepenuhnya mencintai Yara. Begitu pun dengan Yara yang tidak rela melihat Adit dekat dengan Adit.

Keduanya pernah berdamai dengan perasaan masing-masing. Mencoba saling menjauhi demi masa depan dan membunuh rasa yang tumbuh. Ternyata tidak semudah itu. Keduanya malah saling menyakiti diri sendiri dengan sikapnya.

Cinta Kita yang Rasa membongkar kejujuran di antara lelaki dan perempuan. Tidak ada persahabatan yang akan abadi antara laki-laki dan perempuan. Friendzone pun hanya akan menyakiti satu sama lain. Begitulah pesan yang secara tidak langsung dipaparkan oleh Ariana Octavia.

Dalam Cinta Kita yang Rasa juga membahas perasaan dan bagaimana layaknya cinta sebenarnya. Apa yang harus dan tidak seharusnya dikorbankan.

Penceritaan yang digunakan menggunakan sudut pandang pertama, baik dari tokoh Adit ataupun Yara. Sehingga dengan mudah para pembaca bisa menyelami bagaimana kedua sisi cerita tersebut.

Seperti kebanyakan novel Gagas Media, Cinta Kita yang Rasa juga menyajikan kisah cinta yang manis dan berakhir happy ending. Setidaknya begitu saya menyebutnya. Di balik semua kelebihan manisnya kisah yang dirajut oleh Ariani Octavia, ada satu kekurangan yang saya catat bukanlah kekurangan. Namun, catatan untuk revisi untuk cetakan selanjutnya. Ada beberapa bab yang membingungkan antara bab Yara dan Adit. Jika sebagai pembaca biasa, mungkin kita abai dengan kebingungan kecil seperti ini. Sebagai penikmat kisah, saya merasa terganggu.

Judul Buku: Cinta Kita yang Rasa | Penulis: Ariana Octavia | Penerbit: Gagas Media (Jakarta: 2019) | Tebal: 236 halaman | ISBN: 978-979-78094-7-8

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *