"You are Connecting To My Words"

Membongkar Gurita Cikeas; Buku Terakhir Sang Sosiolog Kritis

Membongkar Gurita Cikeas; Buku Terakhir Sang Sosiolog Kritis

QOOTD: Apa buku yang yang sudah lama ingin saya baca?

Membongkar Gurita Cikeas, buku yang ditulis oleh George Junus Aditjondro adalah buku yang ingin saya baca sejak tahun 2010 silam. Terlalu lama memang, butuh satu dekade untuk menyempatkan membaca buku ini. Padahal buku ini tidak begitu tebal.

Beberapa penyebab mewakili alasan saya sampai harus menunggu selama ini. Pada tahun 2010, buku ini sempat heboh di media massa. Alasan utamanya karena menyebut keluarga SBY yang terpilih sebagai Presiden RI periode kedua terduga terlibat praktik KKN. George berulang kali diundang ke media, berdebat dengan para penelaah yang mengaku pakar di bidangnya, dan menerima berbagai macam resiko dalam kiprah karirnya.

Tahun 2010, di awal buku ini hadir ke publik, era SBY ramai-ramai dikritik. Bahkan Membongkar Gurita Cikeas ditarik dari toko buku. Peredarannya juga tidak jelas lagi. Kehebohan Membongkar Gurita Cikeas di era SBY sangat menggelitik rasa ingin tahu saya. Bukan tidak ada versi ebook ilegal yang beredar di internet. Banyak sekali bahkan. Ada pula yang secara khusus mengirimkan kepada saya untuk dibaca.

Awal tahun 2020, saya menemukan buku Membongkar Gurita Cikeas di perpustakaan kampus STAIN Meulaboh. Buku Membongkar Gurita Cikeas langsung mendapat posisi pertama untuk saya baca di awal tahun. Temuan saya dari buku ini tidak seindah ekspektasi saya selama sepuluh tahun belakangan.

Isi buku Membongkar Gurita Cikeas membahas kumpulan berita yang tanggung. Dalam pandangan saya, Membongkar Gurita Cikeas agak ragu dalam menuliskan investigasi. Uraiannya tidak terlalu tegas, namun sudah mengungapkan fakta-fakta seperti layaknya artikel in-depth reporting. Buku Membongkar Gurita Cikeas membahas bisnis yang dilakoni oleh keluarga SBY yang melibatkan para pejabat negara yang memiliki peran di ranah BUMN, termasuk di dalamnya melibatkan Bank Century yang saat ini sedang berpolemik.

Buku Membongkar Gurita Cikeas ini dibagi dalam dua bagian, bagian uraian berupa berita dan lampiran. Bagian kedua yang separuh dari isi buku ini justru memperkuat semua uraian dalam bentuk berita yang ditulis oleh George pada bab-bab awal Membongkar Gurita Cikeas. Menurut saya, inilah seni dan trik menulis George dalam menggarap Membongkar Gurita Cikeas untuk pembaca.

Kekuatan lampiran adalah kekuatan buku Membongkar Gurita Cikeas yang dibantai oleh elit politik negeri pada tahun 2010. Selain tidak banyak hal yang dibahas seperti kebanyakan buku investigasi pada umumnya, saya memiliki nilai plus tersendiri untuk buku Membongkar Gurita Cikeas.

Sebagai salah seorang yang pernah masuk ke dunia jurnalistik, saya tidak menemukan sesuatu yang begitu wow. Justru boomingnya buku ini karena beberapa hal.

💕 Penulisnya pernah dicekal dan dikejar-kejar pada rezim Soeharto. Sehingga apa yang dilakukannya seolah mengundang sensasi juga.

💕 Menyorot harta, bisnis, dan jaringan politik keluarga Cikeas. Sentilan untuk pemerintahan SBY pada masa itu.

💕 Lampiran yang berjumlah setengah isi buku berupa hasil wawancara, susunan pengurus, dll.

💕 Penulis memang terkenal sebagai dosen, sosiolog, dan wartawan.

Penulis sudah meninggal pada tahun 2016 silam. Ini merupakan buku terakhir yang ditulisnya.

Yach, setidaknya Membongkar Gurita Cikeas membayar rasa penasaran saya selama sepuluh tahun terakhir. Meskipun penulisnya sudah meninggal dunia, Membongkar Gurita Cikeas masih ‘hidup’ di rak-rak buku perpustakaan di seluruh Indonesia.

Judul Buku: Membongkar Gurita Cikeas; Di Balik Skandal Bank Century | Penulis: George Junus Aditjondro | Penerbit: Galangpress Center (Yogyakarta: Cet 1, 2010) | Tebal: 183 halaman | ISBN: 978-602-8174-35-0



1 thought on “Membongkar Gurita Cikeas; Buku Terakhir Sang Sosiolog Kritis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *