"You are Connecting To My Words"

5+ Ide Proker Duta Baca

5+ Ide Proker Duta Baca

Dear Olivers,

Kamu terpilih sebagai Duta Baca? Atau… akan mendaftar di pemilihan Duta Baca daerah? Hmmm, kira-kira program apa yang bisa dilakukan nanti atau setelah terpilih, ya?!

Menjadi seorang Duta Baca adalah amanah yang diemban seseorang untuk mengampanyekan keaktifan literasi. Sudah pasti kegiatan yang berkaitan harus ditunaikan selama selempang masih bertengger di bahu. Namun, program kegiatan yang tidak bisa dikatakan mudah juga terbentur dengan aktivitas sang duta yang umumnya masih berstatus mahasiswa.

Di antara sela kegiatan memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang Duta Baca untuk memenuhi kewajibannya?

One Month One Book (OMOB)

Membaca sebagai nafas utama memang mengharuskan sang duta melakukan sesuatu yang mendorong masyarakat untuk membaca buku. Terutama bagi generasi muda yang semakin jauh dari bernama buku. Gerakan one month one book bisa diterapkan di komunitas tertentu seperti sekolah menengah, komunitas anak muda sekolah, kegiatan rutin di organisasi, dan lain-lain. Agar tidak neg melihat buku, peserta yang mengikuti one month one book dibebaskan memilih buku apa saja yang mereka suka. Ketebalan buku yang dibaca pun tidak perlu ditentukan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca. Pertemuan satu bulan satu kali sudah cukup untuk membahas dan berdiskusi tentang buku yang dipilih oleh peserta. Membaca minimal satu buku perbulan bisa dijadikan agenda rutin untuk meningkatkan gerakan sadar membaca bagi masyarakat.

Kelas Baca

Kedengarannya memang harus ada ruang khusus untuk membahas buku yang dibaca oleh peserta. Sebenarnya, kelas yang dimaksud bisa secara online di dalam grup. Kegiatan ini bisa dimasukkan sebagai program follow up dari One Month One Book. Jika di OMOB peserta bebas memilih dan mendiskusikan bukunya, di kelas baca strateginya berbeda lagi. Kelas baca bisa dibagi dalam beberapa kelas, misalnya kelas bacaan romansa, sastra, cerita anak, horor, misteri, dan lain-lain sesuai dengan genre bukunya. Pesertanya pun dibatasi, hanya berkisar antara lima sampai sepuluh orang saja. Setiap peserta wajib menjadi host untuk mempresentasikan buku yang dibaca sesuai dengan jadwal.

Bincang Penulis

Kegiatan ini tidak kalah menariknya dengan dua kegiatan lain. Di kegiatan bincang penulis, peserta diberi kesempatan untuk bertemu dengan penulis lokal ataupun nasional yang sudah memiliki buku. Duta Baca bertindak sebagai host atau moderator yang menggawangi bincang dengan bintang tamu. Di kegiatan ini, penulis akan membahas apa saja mengenai ihwal kepenulisan dan kegiatan yang berkaitan dengan dunia kepenulisan dan perbukuan. Setiap pertemuan, penulis yang diundang juga berbeda-beda agar lebih variatif dan tidak bentrok ide dengan penulis lainnya.

Bookish Gathering

Bookish gathering atau nongkrong pecinta buku bisa dilakukan khusus untuk para pecinta buku atau yang belajar mencintai buku. Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja dan dengan kegiatan apa saja. Berbeda dengan tiga kegiatan sebelumnya, bookish gathering bisa dilaksanakan di pantai, di gunung, atau di cafe. Tujuan utamanya memang untuk megumpulkan para pecinta buku yang sebagai wadah silaturahmi.

Writing Class

Kelas menulis memang sudah biasa. Untuk bergabung di kelas menulis pun banyak agenda dan pilihan yang ditawarkan. Mulai kelas penulisan artikel, cerpen, puisi, dan berbagai penulisan jurnalistiknya. Nah, bedanya dengan kegiatan dunia perbukuan apa? Menulis resensi. Kelas menulis resensi perlu diberikan untuk para pecinta buku. Selain agar para pelahap buku mampu berbagi dan merekomendasikan buku bagus untuk pembaca di media, resensi juga sebagai arsip para penulis untuk mengingat buku yang sudah pernah dia baca.

Book Photography and Social Media

Di era ini, siapa yang tidak menggunakan sosial media? Sepertinya hampir tidak ada generasi milenial dan Z yang melewatkan waktu luang denga berselancar sosial media sebagai wadah. Memanfaatkan kesempatan eksis di dunia maya dengan book photography sangat memungkinkan, lho. Misalnya dengan membuat pelatihan atau sama-sama mengkaji dengan topik ini, kemudian mempraktekkan. Foto yang diunggah ke sosial media akan mendapatkan feedback tertentu untuk dipromosikan atau dilombakan dengan tema tertentu. Pengguna sosial media saat ini sangat mendukung kegiatan positif para pecinta buku.

So, program kerja mana yang menurutmu menarik dan bisa dilaksanakan berkelanjutan? Silahkan dipilih dan dijalankan, ya. Selamat mengemban amanah mencerdaskan anak bangsa, para DuCa.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *