Bookish

Waktu Asyik Untuk Baca Buku

Masalah paling besar yang dihadapi oleh kebanyakan orang adalah mencari waktu membaca buku. Banyak calon pembaca mengeluh tidak menemukan waktu yang tepat untuk membaca. Itu pula yang membuat para calon pembaca jauh dari nikmatnya menjadi seorang bookish.

Saya sendiri sudah menemukan kenikmatan membaca itu sejak lama. Ketika pertama kali mengenal aksara. Buku pertama yang saya baca berjudul Thomas Alva Edison pada tahun 1993. Waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 1 (satu) Sekolah Dasar (SD). Perlahan kenikmatan menjadi bookish mulai meningkat menjadi penyakit akut. Untuk urusan membaca, saya selalu tidak mengenal waktu. Bagi saya, semua waktu adalah tepat untuk membaca.

Seiring dengan perjalanan waktu, intensitas membaca juga berkurang. Pengaruh kesibukan di kampus dan bekerja mengurangi jatah membaca. Jika pada usia sebelum 21 tahun saya bisa menamatkan belasan novel tipis setiap bulan, sempat juga menulis resensi, ngeblog, atau mengerjakan hal-hal lain yang berkaitan dengan dunia perbukuan. Sekarang, kapan waktu yang asyik untuk melakukan hobi ini?

Bangun Tidur

Untuk membuat mata cepat melek, bacalah buku yang benar-benar tidak akan membuat mata terpejam lagi. Dulu saya paling suka membaca novel Harry Potter untuk membunuh kantuk. Belakangan saya hanya membaca random, tergantung stok buku yang saya miliki di rumah. Maklum saja, sejak memiliki bayi dan tidak bekerja di instansi swasta, budget untuk membeli buku sudah berkurang.

Menjelang Tidur

Ini cocok sekali untuk orang yang susah tidur atau yang tidak suka membaca. Baca buku apa saja yang harus dibaca sebelum tidur. Pastikan apa yang akan dibaca dapat ditangkap sedikit demi sedikit. Bagi para bookish, manfaatkan waktu sebelum tidur untuk membaca buku yang tidak ingin dibaca dan terpaksa dibaca. Karena membaca buku yang igin dibaca justru menyebabkan indomnia saking serunya.

Luangkan Waktu

Sediakan waktu 30-60 menit untuk membaca buku apa saja. Sejenis agenda wajib. Jadi, mau tidak mau bersentuhan dengan buku setiap hari.

Buat Daftar Bacaan

Jika ada daftar buku yang akan dibaca, akan terjamin waktu membaca akan muncul sendiri. Menantang diri sendiri untuk membaca buku dari daftar yang ada juga sebuah keseruan. Soal waktu yang asyik bisa diatur sendiri, selama buku yang dibaca akan membuat rasa penasaran untuk menamatkannya.

Dalam Perjalanan

Ada orang-orang yang bisa membaca dalam perjalanan. Tidak merasa pusing. Seperti Sintia Astarina, seorang penulis dan juga book blogger, dia mengaku sangat menikmati membaca buku selama dalam perjalanan. Saya? Tidak bisa. Mual. Membaca pesan di ponsel saja bikin teler, apalagi membaca buku. Hanya perjalanan dengan pesawat yang bersahabat dengan hobi ini untuk saya. Kita tidak naik pesawat setiap hari, kan?

Di antara semua waktu untuk membaca, mana yang paling cocok denganmu? Waktu membacamu akan lebih asyik lagi jika diiringi dengan musik. Terutama jika novelnya sudah diadaptasi ke film. Mudah saja untuk menghayatai dan menikmatinya, dengarkan soundtracknya dan baca bukunya. Berasa seperti kita yang menjadi tokoh utamanya.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *