"You are Connecting To My Words"

Booking Meja Kerja di Warung Kopi

Booking Meja Kerja di Warung Kopi

Bagi generasi milenial, cafe atau warung kopi bukanlah hal yang tabu untuk dikunjungi. Apalagi cafe atau warung kopi tersebut menyediakan wifi, tentu saja surga para generasi milenial ada dalam genggeman. Proses kelahiran karya berjaya dari warung kopi atau cafe.

Di Aceh, provinsi yang dijuluki dengan kota seribu warung kopi seolah melekat sebagai identitas masyarakatnya. Mereka yang tinggal di Aceh adalah mereka yang rajin berkunjung ke warung kopi. Sebagai orang yang tinggal di Aceh dan lahir sebagai generasi Aceh, warung kopi bukan hal yang asing bagi saya. Sejak kecil, saya sudah pernah masuk warung kopi dengan ayah. Sarapan nasi gurih ditemani segelas teh hangat dan beberapa potong kue dalam cupee (piring kecil) plastik. Bukan hal yang aneh.

Ketika saya beranjak dewasa dan menemukan kebiasaan kebanyakan generasi muda Aceh juga mewarungkan diri dengan satu unit laptop, saya pun biasa saja. Toh mereka mengerjakan sesuatu yang berfaedah dengan posisinya di salah satu meja warkop. Banyak generasi kreatif lahir di warung kopi.

Ya, saya bisa memaklumi jika berada di Banda Aceh. Banyak warung kopi yang ramah anak muda (baca: jaringan internet kencang, harga menu murah). Bagaimana jika tinggal di Kota Meulaboh? Jauh dari suasana Kota Banda Aceh dan suasana kebiasaan.

Kebiasaan saya ke warung kopi mencari lapak untuk bekerja. Ada beberapa warung kopi yang sangat recommended di kota Meulaboh. Di antaranya adalah:

Apon Kupi

Berlokasi di Meurebo, warung kopi ini memang sangat kondusif untuk bekerja. Memang agak ribut, tapi bisa dikonsidikan untuk mereka yang biasa bekerja dalam keramaian. Beberapa menu andalan yang selalu saya rindukan di warkop ini adalah teh tarek, ketan srikaya, pulut srikaya, mie Aceh, dan nasi gurih. Jika ingin makan nasi gurih di Apon Kupi, jangan coba-coba untuk datang di atas jam 8.30 pagi, nasi gurih yang menggoda dan drindukan ini sudah habis.

Taufik Kupi

Memang ramai dan didominasi oleh kaum Adam seperti kebanyakan warung kopi lainnya. Bagi saya pribadi, daya tarik warkop ini yan berada di Jl. Manek Roo dan di seputaran kota. Sehingga mudah untuk dijangkau dengan kendaraan umum seperti becak. Katanya lagi, Taufik Kopi juga cabang dari Kota BBAnda Aceh.

Street Kopi

Belakangan, ada warung kpi baru di Meulaboh. Katanya pusatnya orang-orang ganteng di sini. Benar tidaknya hanya mereka yang masih single yang bisa menilai. Mata saya sudah tidak bisa lagi membedakan orang ganteng dan biasa saja. Ada dua lelaki ganteng di dalam hidup saya selalu hadir kapan saja.

El Nino Kupi

Sama seperti Street dan Taufik, El Nino berada di kawasan kota. Pas di depan Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien. Di kawasan ini juga ada penginapan bernama Wisma Anggrek. Jika sedang bertugas di Meulaboh, harus pula menyelesaikan pekerjaan, dan kebetulan menginap di Wisma Anggrek, tidak salah memilih kedai kopi ini untuk bekerja.

Jadi, kata siapa di daerah tidak ada kedai kopi yang recommended? Dari daftar di atas, adakah yang sudah kalian kunjungi dan kalian memilih kedai kopi yang mana, Olivers?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *