Traveliner

Praja Cafe, Cafe Instagenic di Meulaboh

“Di Meulaboh ada tempat nongkrong asyik nggak?” Pertanyaan paling sering setelah saya hijtah ke Meulaboh selalu muncul ketika saya mengeluhkan tidak ada tempat untuk bekerja.

Pasalnya, teman-teman tahu benar jika saya tipikal orang yang ‘ngantor’ di cafe. Terutama jika pekerjaan yang saya garap itu berkaitan dengan blogging, menulis, dan mencari insprasi. Terutama soal balas-balas email masuk dan kirim-kirim email untuk penerbit, redaksi, dan sejenisnya. Ah, ternyata saya sudah dicap sebagai tukang nongkrong di cafe. Lakap yang tidak menyenangkan mungkin.

Harus saya akui, awalnya pertanyaan yang sama juga keluar masuk ke dalam kepala dan mengkhawatirkan pekerjaan saya terbengkalai. Kondisi rumah sangat tidak kondusif untuk bekerja. Bukan karena tidak nyaman, ya. Tapi saya paling sulit bekerja di rumah. Pasti tidak fokus, teringat cucian yang harus bertemu air. Pakaian yang harus disetrika. Main dengan Alexa. Serta sederet pekerjaan Ibu Rumah Tangga lainnya.

Pilihan saya yang paling aman tentu saja mencari kantor di cafe. Perkaranya saya tidak tahu dimana cafe yang asyik untuk nongkrong sekaligus bekerja. Catat! Nongkrong dan bekerja.

Dikatakan nongkrong ketika tempatnya enak dipajang di instagram dan makanannya juga enak. Soal harga, relatif saja. Tapi selama cappucino-nya enak dan makanan andalannya yummy saya aman-aman saja. Sedangkan dikatakan asyik untuk bekerja, ketika saya bisa memanfaatkan fasilitas wifi cafe untuk bekerja dan bebas dari gangguan kebisingan. Maka tempat ini layak disebut dengan tempat bekerja alias kantor.

Atas bantuan seorang teman, saya diajak ke Praja Cafe yang berlokasi di Jalan Manek Ro. Di sini, ada sebuah cafe yang instagenic untuk nongkrong dan ngantor. Saya merasa nyaman di sini. Apalagi menunya sangat recommended. Begitu teman saya mengatakan.

Saya memesan dimsum kepiting seharga Rp 20 ribu, isinya ada tiga buah ukuran besar. Rasanya di lidah saya pas. Tidak terlalu lembek dan tidak pula keras. Rasa kepitingnya juga ngena dengan saus yang maknyus.

Kenyang?

Tiga buah dimsum ini cukup membuat saya kenyang, kok. Apalagi dengan segelas teh atrik dingin di kota Meulaboh yang super panas.

Penasaran dengan tempat nongkrong ini? Silahkan datang ke Kota Meulaboh.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *