"You are Connecting To My Words"

Lima Jam Perjalanan Menuju Pantai Barat

Pantai barat Aceh atau pesisir barat dikenal sebagai area merah zona tsunami 2004 silam. Namun, siapa yang menyangka jika beberapa belas tahun ini ia bersolek dengan cantiknya. Bahkan sangat cepat.

Dalam dua bulan belakangan ini saya mulai bolak balik kota Meulaboh untuk sebuah pekerjaan. Tugas dinas. Tidak bisa dihindri lagi. Termasuk tidak bisa menghindari keindahan alam sepanjang pantai barat itu sendiri. Selama lima jam perjalanan, saya mencoba mengingat apa saja yang bisa dinikmati dan tidak bisa dinikmati selama lima jam perjalanan dari kota Banda Aceh, ibu kota provinsi Aceh.

Surga Pantai

Sudah bukan rahasia lagi jika perjalanan dari Banda Aceh ke Kota Meulaboh melewati jalur Geurutee menyimpan pusaka yang amat indah. Apalagi untuk seorang pelancong seperti saya yang menginginkan panorama pantai lebih dominan. Perjalanan ke arah barat Aceh adalah surga.

Bayangkan, mulai dari Lhon Nga sampai Kota Meulaboh anda akan terus melihat pantai. Dimulai dari Lampuuk, Lhok Nga, Pulau Kapuk, Lhok Seudu, Panorama Geurutee, pantai-pantai di Aceh Jaya, sampai pantai di Samatiga Meulaboh. Momen ini benar-benar unforgetable.

Laut Gunung sahabat Kita

Bukan hanya menawarkan pesona lautnya sampai pantai pun terlihat jelas. Perjalanan lima jam menuju ke arah barat Aceh juga memberikan pesona gunung dan hutannya. Jangan heran jika dalam perjalanan mobil harus mendadak berhenti karena rombongan monyet sedang pawai di jalan raya.

Ini yang menarik dari perjalanan ke barat. Laut Gunung menjadi sahabat kita selama lima jam.

Spot Wisata

Selain menumpang kendaraan umum dengan tarif yang sedikit mahal. Menuju ke barat boleh banget untuk menggunakaan sepeda motor. Jalanannya memang tidak begitu mulus, tapi rapi. Terutama sejak NGO campur tangan dalam proses rehab rekon Aceh pasca tsunami.

Ada banyak spot wisata yang bisa disinggahi selama perjalanan lima jam. Sehingga tidak begitu lelah dan suntuk melewati perjalanan yang lumayan menjemukan. Spot wisata yang touristy juga dibuka di sepanjang jalan alias di tepi jalan. Termasuk taman bunga ala Eropa yang lagi ngehits di kabupaten Aceh Jaya. Taman Bunga Celocia.

Meskipun bisa dikatakan kelebihannya cukup memadai. Perjalanan menuju barat juga ada sisi kekurangannya. Selaku pelancong, saya sangat tidak nyaman dengan kondisi rumah makan dan mesjid.

Sudah menjadi ciri khas jika selain tempat beribadah, mesjid juga menjadi tujuan buang air. Di kawasan perjalanan barat, tidak banyak mesjid yang bisa ditemui di sepanjang jalan. Mesjid sepanjang jalan juga tidak indah. Terkesan asal jadi. Bahkan sebagiannya tidak menyediakan mukena buat para pelancong atau wanita yang tidak membawa mukena. Toilet mesjid pun seperti tidak terawat.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah soal oleh-oleh. Jangan harap akan menemukan tempat dijual oleh-oleh di sepanjang jalan. Sangat susah. Minim sekali. Sekalinya ada, hanya berupa keripik singkong saja. Itu pun dengan harga yang mahal. Intinya bukan khas dari daerah tersebut.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *