BP Network

Me Time, Screen Time

Sudah optimalkah penggunaan smartphone saat ini, Olivers?

Pertanyaan ini juga saya ajukan untuk diri sendiri. Seberapa sering saya tidak lepas dari smartphone, dan seberapa penting saya berhubungan dengan smartphone.

Di era globalisasi ini, memiliki smartphone seperti sebuah keharusan. Rasanya kalau tidak punya smartphone itu bukan manusia era milenial. Dianggap manusia zaman purba. Apalagi sekarang nenek-nenek pun pakai smartphone.

Ini serius, lho. Mamak saya yang kelahiran medio 60an juga pakai smartphone. Sesekali video call dengan para cucu kesayangannya. Rasanya hanya dengan Alexa mamak tidak melakukan face time sesering dengan cucu lain. Karena saya juga membatasi Alexa berinteraksi dengan ponsel dengan berbagai alasan.

Meskipun melarang bayi saya menyentuh ponsel, tapi saya tidak bisa lepas dari smartphone. Alasannya cukup klise. Saya butuh informasi cepat yang menuntut penggunaan google secara maksimal sebagai mesin pencari. Screen time saya bisa kapan saja. Tidak terbatas waktu dan alasan. Bisa saja alasan saya sekedar, “Ingin tahu bagaimana perkembangan anak yang seharusnya.” Atau, “Mau cari resep baru nasi tim untuk Alexa.”

Kadang-kadang tanpa saya sadari, screen time saya sudah melebihi waktu membaca buku. Sekarang saya memaksa diri untuk membaca buku sekitar 25-100 halaman perhari. Tergantung bagaimana isi bukunya. Kalau enak, pasti akan saya selesaikan dalam hitungan jam atau membacanya lebih dari target. Kalau tidak asyik, tersendat-sendat menyelesaikan 25 halaman perhari. Kurang dua tiga halaman itu sudah sangat dimaklumi.

Selama ini, ada lima situs yang paling sering saya kunjungi ketika screen time. Baik berkaitan dengan dunia parenting ataupun media berita yang harus ikut saya jejali ke dalam otak.

Alodokter

Sejak hamil dan melahirkan, situs ini sepertinya sudah wajib banget untuk dikunjungi. Apa-apa tanya gugel pasti diantar kemari. Saya dan para dokter di situs ini seperti sudah saling mengenal cukup lama.

Femina

Majalah wanita wjib banget untuk dimasukkan dalam daftar bacaan ketika screen time. Isinya bervariasi, mulai dari hiburan sampai resep. Semuanya ada. Cocok buat emak-emak dan para wanita aktif yang tidak mau ketinggalan informasi kekinian.

Ayahbunda

Dulu saya sering membaca majalah ini di rumah nenek. Zaman bunda membesarkan anaknya, belum ada yang namanya screen time. Adanya magazine time. Beli majalah di loper atau berlangganan. Setiap bulan majalah diantar ke rumah. Majalah online ini memang pas banget untuk saya yang sedang bersama tumbuh kembang Alexa.

Kompasianah

Platform citizen journalism ini cocok buat mereka yang suka menulis berbagai berita. Khususnya berita faktual dan isu terkini. Ada banyak lomba blog juga di sini. Saya suka membaca satu atau dua artikel headline di halaman ini dan kadang-kadang saya juga menulis di halaman ini.

Serambi News

Sebagai orang jurnalistik, warga negara Aceh, saya juga tidak mau ketinggalan dengan berita yang terkait dengan informasi lokal. Membaca informasi yang disajikan dari nanggroe adalah keharusan. Sebagai media bertiras terbesar di Aceh, Serambi Indonesia juga menawarkan berita-berita hangat yang menarik untuk dilirik agar tidak ketinggalan informasi. Meskipun rubrik yang saya sukai itu sangat terbatas. Sekedar melirik Citizen Journalism, rubrik Budaya, dan Opini. Sisanya tergantung judul.

Masih ada sederetan situs yang kerap saya kunjungi. Untuk situs lainnya, akan saya bahas kapan-kapan. Sebagai mom yang doyan screen time, memang susah saatnya saya harus move on menjadi mom yang lebih baik. Anyway, adakah rekomendasi situs yang bisa saya intip saat screen time, Olivers?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *