"You are Connecting To My Words"

IG Review: Fairy Tales From the Arabian Nights

Hello, welcome back dengan #ReadReview #WorldLibrarySeries @elexmedia memang waktu yang paling saya nantikan. Selain kisahnya bagus-bagus, koleksi #WorldLibrarySeries juga layak dibaca untuk anak.

Sama halnya seperti @agha.arnis yang akan menagih dongengnya setiap pagi. #fairytalesfromthearabiannights adalah satu dari sekian koleksi #WorldLibrarySeriesyang menarik.

Di bagian blurb dimulai dengan kutipan dari salah satu cerita di dalamnya, “Ayahku mewariskan kekayaan yang berlimpah. Semasa muda, aku hidup foya-foya, tetapi aku menyadari kesalahanku bahwa kekayaan dapat hilang dan habis dengan perilaku menghambur-hamburkan seperti sifatku.”

Kalimat tersebut dikutip dari kisah berjudul “Perjalanan Pertama Sinbad sang Pelaut”.


Petualangan-petualangan Sinbad menjadi bagian dari cerita klasik dari tanah Persia, yang dikenal sebagai Negeri 1001 Malam. Cerita-cerita di dalam versi ini dikompilasi dan diedit oleh E. Dixon dari Cambridge University, dan memuat juga kisah magis tentang Raja Persia dan Putri Laut, Pangeran Beder dan Putri Giauhara, Tiga Pangeran dan Putri Nouronnihar, dan masih banyak lagi.


Judul Buku: Fairy Tales From the Arabian NightsPenulis: E. Dixon • Penerjemah: Emanuella Esti Hapsari • Penerbit: Elex Media (Jakarta: Cet 1, 2018) • Tebal: 305 halaman • ISBN: 978-602-04-8592-8

*

Membaca novel ini seperti dilemparkan ke masa kecil. Ketika saya sedang dimabuk dengan bacaan. Terutama cerita kejaan, raja dan ratu, pangeran dan putri, serta segala hal yang berkaitan. Alangkah indahnya dunia dalam khayalan.

Tentu saja, selalu ada amanat tersimpan dalam setiap dongeng. Begitu pun dengan kisah yang ditulis oleh E. Dixon ini. Dua cerita pertama yang saling berkaitan memiliki kekuatan pembuka yang aduhai. Falling in love at the first flip.

Kisah Raja Persia dengan Putri Gulnare. Satu dari kerajaan daratan dan lainnya dari lautan. Keduanya menikah dengan sistem penjualan budak. Permaisuri Gulnare tidak bicara dalam kurun waktu sangat lama.

Sementara sang raja tidak bosan mencoba mengajak sang permaisuri bicara. Sampai ia berbicara.

Kata budak di awal cerita melempar saya ke kisah paling sedih. Mengingat status perbudakan sangat hina. Tapi sang putri sangat beruntung bisa dibebaskan oleh raja. Saya tidak kebayang, kalau saya seorang budak, siapa yang akan membebaskan? Secara, membayangkan deskripsi si penulis tentang sang putri saja saya sudah bisa membayangkan bagaimana cantiknya ia.

Amanat yang dibagikan di dua kisah pertama adalah tentang berusaha dan berterima kasih serta jangan melupakan asal.

Raja yang berusaha untuk mendapatkan hati sang permaisuri dengan membuatnya berbicara. Sampai ia berbicara tentang asal usulnya. Karena perlakuan raja yang baik, sang putri mengundang keluarganya dan mereka berterima kasih dengan memberikan perhiasan yang sangat indah. Ketika pangeran lahir, keluarga pihak permaisuri membawa pangeran ke lautan agar ia tahu asal usulnya.

Kisah yang cukup menarik untuk sebuah pembuka. Jika dibaca oleh anak-anak, akan lebih mudah membentuk imajinasi mereka dengan dongeng seperti ini.


Well, sebagaimana disinggung oleh kak @fitriamayrani.reads tentang kisah kelam di balik Dongeng 1001 malam ini, saya juga pernah membaca versi tebal di pustaka kakek saya. Bertele-tele dan membosankan. Tapi yang namanya anak-anak seperti saya tentu suka sekali dengan kisah putri raja dan sejenisnya.

Soal pemilihan karakter dalam dongeng ini memang sangat mainstream. Si baik dan si jahat, pada akhirnya kebaikan akan dikalahkan oleh kebaikan. Raja dan putri, pada akhirnya si putri disunting oleh raja. Begitu seterusnya.

Konflik dan pemilihan diksinya juga sudah bisa ditebak. Lantas, mengapa orang masih tetap membaca?

Pembaca yang haus akan informasi dan perubahan gaya narasi tidak akan pernah puas dengan satu buku. Sekalipun itu buku yang sama.


Saya ingin membahas masalah konflik yang dibangun oleh cerita-cerita dalam #novelklasik #fairytalesfromthearabiannights dari penerbit @elexmedia ini.

Karena pada dasarnya cerita ini adalah dongeng dalam dongeng, konflik yang dibangun pun tidak dibuat percerita. Konflik dibangun berdasarkan kesatuan cerita. Dua bab membentuk satu cerita.

Bagi saya, tidak merasa aneh dengan model cerita begini. Sebagian cerita pendek juga dibangun konflik pada awal cerita. Jafi, ketika membaca dengan sistem loncat bab pun, kita akan dikagetkan dengan sebuah kejadian di negeri Arab sana.

Tema yang dipilih dalam dongeng sesuai sekali dengan kondisi pada zaman dahulu kala. Ketika semua kendali berporos pada raja. Ketika kehidupan impian juga berkisar di antara keluarga kerajaan. Inilah yang inti dari keseluruhan cerita ini.


Ada banyak hal yang bisa dipetik dari #ReadReview #fairytalesfromthearabiannights terbitan @elexmedia kali ini. Saya merasa sangat beruntung diberi kesempatan untuk membaca dongeng turun temurun ini. Berasa seperti sang ratu yang menunggu kematiannya di pagi hari. Eh, malah terbebas dari hukuman mati karena raja jatuh cinta.

Poin utama yang saya ingin bagikan adalah sebagai berikut:

? Sejahat apapun seseorang, akan ada balasan dan kebaikan akan mengetuk pintu hatinya. Hampir rata-rata cerita berakhir seperti ini dan di balik kisah 1001 malam juga begitu, kan?

? Ini dongeng versi dewasa. Jika di hari pertama saya katakan ini buku cocok buat anak-anak, saya ralat, deh. Beberapa bagian harus disensor. Jika ingin dibacakan untuk anak, tentu harus dengan status BO.

? Dongeng klasik terbitan #ElexMedia ini memang collectable dan tidak perlu ragu untuk merogoh kocek di meja kasir. Bagus dan kesan bertele-tele layaknya novel klasik terjemahan sudah diminimalisirkan.

? Secara teknis, novel ini sudah ramah banget di mata. Nggak bikin sakit dan muak di mata kita yang membaca. Percaya, deh.

Finally, thanks banget buat kak @fidyast_spdari @elexmedia yang memberikan kesempatan lagi buat #ReadReview yang bagus ini. Mohon maaf buat pembaca, #ReviewbyOlive minggu ini agak tersendat-sendat. Akhir tahun sama mirisnya dengan akhir bulan.

Sampai jumpa di novel keren dari @elexmedia selanjutnya. Bhay!!!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *