BP Network

I do(n’t) hate Monday

Jika kebanyakan orang menulis I hate Monday di berbagai timeline sosial media. Saya akan menulis sebaliknya, I do(n’t) hate monday. Pasalnya bagi saya semua hari sama saja. Senin sampai Sabtu rasa Monday semuanya. Tidak ada istilah hari libur bagi seorang Ibu Rumah Tangga seperti saya. Ditambah sesekali nyambi dan menyamar menjadi working mom. Holiday is never come.

Slogan ini seperti wajib dibuatkan spanduk dan ditempel di depan rumah. Agar mereka yang beranggapan menjadi Ibu Rumah Tangga banyak free time sedikit terbuka matanya dan melihat bagaimana kelamnya dunia bagi mereka yang berprofesi sebagai IRT. No holiday, no bonus, no extra pocket. Begh! Benar-benar menguras.

Haruskah saya katakan I hate monday?

Alih-alih berkata “I hate monday” sepertinya saya lebih sering mengatakan “I don’t hate monday.” Bagaimana mau hate, jika apa yang saya rasakan justru sebaliknya. Setiap hari adalah Senin. Hanya Senin. Tidak ada hari lainnya.

Ada banyak kewajiban saya sebagai ibu dan istri selama saya melakukan tugas IRT dan nyambi working mom. Seringnya saya telat makan, tidak sempat makan, atau memilih bermain dengan Alexa yang sering kesepian jika tidak ada abinya di rumah.

Ngeblog?

Inipekerjaan sebelum tidur. Akhir-akhir ini saya sering tepar duluan sebelum tulisan di blog saya setor. Niat awalnya menidurkan Alexa, hasil akhirnya ikut ketiduran. Begitulah hidup. Seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi. Tapi saya paham benar, ini adalah proses. Butuh kesabaran untuk mewujudkan real life yang kita inginkan.

Tanggal merah atau bukan, pekerjaan saya sama banyaknya. Saya harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah terdata di to do list. Tidak perlu sticky note untuk dilirik. Tidak perlu reminder untuk mengingatkan. Tubuh saya sudah memiliki alarm alamiah untuk melihat apa yang harus dilakukan sekarang, nanti, dan besok. Berulang terus setiap hari. Tiada habisnya. Sekali menunda, esok akan menumpuk. This is life. Hard to believe.

Jika kebanyakan mom lain sempat ber-me time ria ketika hari libur tiba. I don’t know what does me time. Jika ada bi Alexa, terkadang saya mengatakan seperti ini, “Upa mau motoin buku dulu, ya. Abi main dengan Alexa boleh?” Dan sebuah anggukan adalah surga sebagai me time. Saya kembali berkutat dengan buku, properti, dan kamera. Alih-alih me time, ini adalah pekerjaan yang harus saya selesaikan.

I hate monday? Sebaliknya,  I do(n’t) monday.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *