Bibliolive

IG Review: “Media Analysis Technique”

Dear Olivers, bagaimana weekendmu yang diawali awal bulan dan akhir tahun? Weekend saya sangat nano-nano. Sementara pekerjaan bejibun. Salah satunya dengan membaca bukan saja buku non fiksi, tetapi juga buku referensi. Berat, kan?



Minggu ini saya akan bahas buku referensi ini. Akrab untuk kajian jurnalisme, komunikasi, periklanan, dan beberapa ilmu sosial yang dianggap enteng.

Buku ini terdiri dari 8 bab utama dengan epilog dan glosari. 8 bab dibagi dalam 2 bagian; Teknik-Teknik Interpretasi dan Aplikasi.

Bagian 1 terdiri dari 4 bab; Analisis Semiotik, Analisis Marxis, Kritisisme Psikoanalitik, dan Analisis Sosiologis.

Bagian 2 terdiri dari 4 bab juga; Pembunuhan di Orient Express, Tujuh Hal Penting Dalam Permainan Rugby, Gadis Dengan Ular: Interpretasi Tentang Periklanan Cetak, Semua Radio Pemberitaan dan Borjuasi Amerika.

Bagian epilog ditutup dengan artikel tentang Shmoo dan Analisis.

Judul Buku: Media Analysis TechniquesPenulis: Arthur Asa Berger • Alih Bahasa: Setio Budi HH • Editor: I Gusti Ngurah Putra • Penerbit: Penerbitan Universitas Atmajaya Yogyakarta (Yogyakarta: Cet 1, 2000) • Tebal: 235 halaman • ISBN: 979-9243-15-7

Dari buku ini saya belajar banyak teori “Analisis Semiotik”. Khususnya dalam memganalisa video.

Apa yang saya pelajari mencakup:
📎 Sekilas tentang apa itu semiotika.
📎 Problematika Makna (Meaning)
📎 Tanda-tanda (Signs)
📎 Tanda-tanda dan kebenaran.
📎 Bahasa dan percakapan
📎 Konotasi dan denotasi
📎 Analisis Sintagmatik
📎 Analisis Paradigmatik
📎 Intertekstualitas
📎 Metapora dan Metonimi
📎 Kode-kode
📎 Semiotika Medium Televisi
📎 Beberapa Kritik Tentang analisis semiotika
📎 Ceklist untuk semiotika televisi


Bisa tebak kan? Apa yang sedang saya kerjakan dengan membaca buku ini? Yups! Penelitian.
Menurut kalian, apa iklan yang bagus untuk dikaji?

Ada berbagai macam cara dalam melakukan analisis media. Dalam analisis media sangat ditekankan mendalami komunikasi non verbal dan metodologi penelitian kuantitatif. Ribet? Ya, tentu saja. Jika Anda penganut paham penelitian yangnpenting selesai, uraian sederhana ini pasti dianggap receh.

Beberapa alasan mengapa saya memilih analisis semiotika adalah:
🖼 Kita belajar apa yang orang eksak tidak pelajari dan menggunakan perhitungan unik di dalamnya. Perpaduan romantis antara ilmu sosial dan eksak.
🖼 Analisis media menekankan penggunanya soal ketelitian. Detil. Hal-hal yang tidak diduga oleh kebanyakan orang harus disadari oleh si peneliti.
🖼 Peka terhadap hal-hal sederhana yang tidak dilihat orang kebanyakan orang. Hanya peneliti yang sadar akan hal sederhana tersebut.
🖼 Sebuah seni dalam melakukan penelitian media.
🖼 Bukti nyata jika segaris senyum di foto pun bisa menjadi objek kajian.


Inilah beberapa alasan mengapa belajar semiotika dan analisis media sangat indah untuk dilakukan. Jika Anda mahasiswa akhir dan terpikir jika analisis media itu gampang, simpan dulu asumsi ini. Buatlah kesimpulan setelah membaca beberapa buku tentang media analisis.

Minat untuk melakukan penelitian dengan pendekatan semiotika?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *