Bookish,  BP Network,  Traveliner

Ganti ‘Stalking’ Jadi ‘Blogwalking’

Pernah merasa bosan dengan stalking Instagram?

Saking bosannya mungkin aplikasi sosial media sharing foto ini berakhir di tong sampah alias uninstall aplikasi. Saya pernah. Tapi tidak sampai uninstall aplikasi. Otak saya masih bekerja dengan baik terhadap kalkulasi masa depan. Di saat saya ingin main IG tapi kuota sekarat untuk unduh aplikasi yang tidak kecil ini.

Biasanya saya akan mengubah strategi bermain gadget, dari stalking jadi blogwalking. Cara ini jauh lebih aman dan menambah pengetahuan. Syaratnya hanya satu, Anda tentulah bukan tipe pembaca judul. Baca juga keseluruhan isinya. Jika sudah memulai blogwalking, dijamin akan ketagihan.

Blogwalking adalah jalan-jalan dari blog ke blog dalam rangka silaturahmi. Singgah di blog ini, baca, mampir ke blog sana, baca. Sesekali meninggalkan pesan dan menyapa si empu rumah. Begitulah yang dimaksud dengan blogwalking. Bukan sekedar ngintip dan kepoin menu apa yang disajikan si empu rumah. Ada sepuluh blog yang kerap saya singgahi selama ini. Kesepuluh blog ini bukan saja bisa memberi hiburan untuk saya, tetapi juga memberi pengetahuan tambahan.

[10]. Shitlicious; Blog Sesat Seorang Mahasiswa Abadi

Dari tagline saja sudah menggoda untuk disinggahi. Saya penasaran dengan blog ini saat membaca rekomendasi seorang blogger di pencarian google. Katanya ini salah satu blog yang layak dikunjungi ketika jalan-jalan di perkampungan blog. Didorong rasa penasaran, saya langsung skimming judul artikel. Membaca judulnya saja saya sudah terterik. Begitu masuk ke bagian isi, saya tidak bisa menahan gelegak dari dalam perut. Sangat menghibur.

Judul pertama yang menarik hati berjudul Sebuah Pesan Untuk Adikku yang Gagal Jadi PolisiJudulnya sangat renyah. Bukan itu saja, isinya juga sangat ngakak sekaligus inspiratif. Mulai dari Andi yang minum minyak lampu sampai nasehat untuk sang adik. Judul dan kisah lainnya, bisa dipastikan akan ngakak sengakak-ngakaknya.

[9]. The Naked Traveler

Sama seperti kebanyakan orang-orang, ketika membaca judul ini, pasti yang terpikir pasti aneh-aneh. Saya terlempar di blog ini ketika sedang menulis tesis. Kebetulan tesis saya tentang pariwisata. Terutama penggunaan sosial media untuk konten pariwisata Indonesia. Eh, malah nyasar di blog ini. Bukannya menyelesaikan coding untuk tesis, saya malah blogwalking di sini.

Sebagian besar isinya memang informatif. Sebagian lainnya bikin ngakak. Ada beberapa bagian tulisan yang sudah dihapus. Isi blog yang sudah dihapus sudah dibukukan dengan judul yang sama dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Bukunya juga bisa didapatkan di toko buku terdekat di kota Anda.

[8]. Sujiwo Arkadevich

Nama blognya memang nggak modern atau tidak keren di era milenial. Percayalah, isi blog ini snagat bermanfaat untuk siapa saja yang membaca. Terutama untuk mereka para mama papa muda. Blog ini diisi oleh Pungky Prayitno dan Topan Pramukti, orang tua dari Sujiwo Arkadievich. Catatan parenting yang layakable untuk dikunjungi ketika jalan-jalan.

Saya menemukan blog ini dari paket yang dikirimkan oleh Penerbit Diva Press. Waktu itu pihak penerbit mengirimkan bukti cetak dari buku untuk pemenang. Buku berjudul Drama Papa Mama Muda ini salah satu hadiah yang diberikan oleh penerbit untuk kontributor. Saya memang tidak langsung membaca buku ini. Takut tidak menarik dan tidak sanggup menyelesaikan. Pada akhirnya saya selesai juga membaca hanya dua hari. Isinya mengalir, dan ternyata itu adalah blog yang dibukukan. Buku yang diedit oleh seorang teman yang saya kenal di Facebook, Ayun Qee.

[7]. Ayuniverse; Tentang Langkah Kaki dan Perjalanan Hati

Tagline yang menarik dan menyentuh ini adalah milik  penulis novel Hamdim, Pistim, Yamdim. Ia juga editor di salah satu penerbit yang berbasis di Yogyakarta. Ayun ini juga yang mengedit buku dari Drama Mama Papa Muda dan memperkenalkan saya kepada ortunya Sujiwo Arkadievich.

Blognya berisikan tentang pariwisata. Soal prestasi, jangan tanya seberapa banyak ia koleksi. Ayun adalah salah satu blogger yang wajib disinggahi ketika jalan-jalan di kampung blogger.

[6]. Males Mandi

Nama blognya memang sedikit aneh. Meskipun aneh, isinya sangat informatif. Terutama soal traveling. Ini blog yang ditulis oleh seorang perempuan dengan nama isi yang sangat inspiratif. Jika kebanyakan orang berkunjung ke tempat yang touristy, si empunya blog tidak jauh beda. Tetapi ada nilai lebih yang diberikan. Nilai keunikan yang belum tentu blogger lain bisa temukan.

[5]. Gita Savitri Devi; A Cup of Tea

Nama ini sudah tidak asing bukan? Ya, dia sudah sering muncul di TV dan juga channel YouTubenya juga memiliki banyak subcriber. Followernya di instagram juga mencapai angka fantastis. Meskipun saya bukan salah seorang followernya di instagram.

Pertama kali saya membaca blog ini ketika menulis tesis dan tertarik dengan catatannya yang enak dibaca. Ketika jauh dari rumah dan menemukan seseorang yang senasib di negeri minoritas (saya di Beijing dan Gita di Jerman), saya merasakan ada satu benang merah yang menyatukan kami. Dimulai dari sanalah, saya sering ammpir sekedar membaca catatan hati sang penulis. Mungkin agak aneh ketika menemukan beberapa cara pikirnya yang terlalu Jeman, kata orang. Overall, nothing wrong.

[4]. Sintia Astarina

Ini dia travel dan book blogger yang menjadi inspirasi saya kembali mengelola blog saya. Artikel yang ditulis oleh Sintia Astarina sangat bermanfaat bagi saya. Terutama dalam memulai dunia baru di dunia boostagram. Banyak sekali tips menarik dan istilah yang awalnya asing menjadi familiar. Jalan-jalan di blog ini terasa seperti masuk ke kelas kursus untuk memulai hobi menjadi menjadi karir.

[3] Indah Nada Puspita

Hijaber cantik ini mulai saya kenal ketika sedangmencari referensi untuk tugas kuliah tentang Hijab Blogger. Ternyata setelah menemukan blog ini saya jadi lebih sering mampir. Sekedar untuk melihat padu padan pakaian, wajah cantiknya, dan membaca artikelnya. Berbagai macam perasaan saya temukan ketika beradadi blog ini. Lama tidak aktif di blognya, kini INP kembali memulai menulis di blog. Rumahnya sudah bisa dikunjungi lagi, Olivers.

[2]. Liza Fathia

Bisa dikatakan, saya mengenal blogger asal Aceh ini dari postingan artikel salah seorang Blogger Perempuan juga. Ia menulis Liza Fathia sebagai blogger favoritnya. Karena rasa penasaran pula saya mulai jalan-jalan, sering mampir, dan icip-icip di blog ini. Sebagai sesama orang Aceh, meskipun belum saling mengenal baik, bolehlah saya masukkan di daftar nomor dua.

[1]. Safariku; Perjalanan Menuju Inspirasi

Kali ini bloggernya saya kenal dekat. Bukan saja di dunia maya, juga di dunia nyata. Ini salah satu alasan mengapa blog ini menjadi pilihan pertama untuk blogwalking. Makmur Dimila yang dasarnya seorang wartawan dan punya posisi ‘mengerikan’ di struktur redaksional adalah adik angkatan saya. Kami pernah beberapa kali duduk berdiskusi dan bercerita tentang masa depan blogger Aceh. Sebagai sama-sama orang Aceh dan dari almamater yang sama, bolehlah saya sedikit menaikkan namanya.

Sebaris surat untuk si adek. Jika kamu membaca blog ini.

Dek, jangan GR, ya. Kakak menulis ini tulus. Jangan lupa singgah juga di lapak ini. Agar namamu kusebut lagi. Hehehe.

Itulah sepuluh daftar yang saya singgahi ketika jalan-jalan di kampung blog. Adakah di antara daftar di atas yang sama dengan saya? Atau ada alamat lain yang recommended?

 

 

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *