BP Network

Si Tak Urus Itu Saya!

Saya termasuk orang yang tidak percaya dengan ramalan Yunani ini. Bagi saya, segala sesuatu bukan berdasarkan pada ramalan zodiak. Pecaya pada qadar baik dan buruk merupakan salah satu bentuk keimanan dalam Islam, Rukun Iman. Tetapi tidak dengan percaya kepada zodiak. Namun seringkali, semakin saya tidak percaya, maka semakin besar pula godaan kebenaran yang dimunculkan dalam zodiak tersebut. Sempat beberapa kali benar.

Saya kelahiran 20 Mei, masih berada di bawah naungan zodiak Taurus. Sudah cenderung ke zodiak Gemini juga. Sesekali saya mengecek lamaran bintang untuk melihat peruntungan. Tidak sepenuhnya percaya, hanya sekedar cek ombak saja. Kalau-kalau apa yang dikatakan ramalan ada benarnya. Zaman saya suka cek kata bintang belum ada aplikasi seperti sekarang, tapi kami percaya pada rubrik zodiak pada majalah terbaru. Seringnya benar, sesekali salah.

Saya tidak percaya kata bintang. Sangat tidak percaya.

Pernah suatu kali ramalan Taurus berkata, “Lagi kaya, nih.”

Saya pun berpikir, “Kaya dari Hong Kong. Sudah sebulan saya tidak bisa menabung!”

Dua hari kemudian, saya mengikuti lomba melukis. Menang, menggondol piala juara kedua dengan hadiah tropi dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Cukup banyak pada masa saya sekolah dulu. Setelah dipotong pajak kemenangan alias sumbangan wajib untuk sekolah 10%, saya masih bisa membuka rekening baru, beli baju baru, dan menambah koleksi buku baru.

Kata zodiak benar adanya.

Di hari yang lain, si zodiak berkata soal cinta, “Si dia mulai kangen.”

Saya tidak percaya. Kapan saya pernah punya pacar. Tentu saja si dia yang dimaksud adalah kebohongan yang nyata. Saya sebal sekali kepada si Taurus. Pasalnya, saya tergolong tak urus soal begituan. Soal cinta-cintaan. Bagaimana mau menyebut dan mempercayai kata si dia, jika pacar saja saya tidak punya. Saya ragu siapa yang mau dengan saya. Cewek yang tidak tahu caranya merawat diri sendiri sebagai seorang perempuan. Sama sekali tidak konclong dan kinyis-kinyis.

Di zodiak Gemini tertulis, “Bakalan ada yang nembak Sabtu ini. Siap-siap, ya.”

Saya selaku remaja anti baper juga masih tidak percaya dengan hal beginian. Siapa yang mau nembak cewek kucel seperti saya. Kenyataannya terbalik. Ternyata ada juga yang naksir dengan saya. Tapi orangnya, ya ampun…. Jangan tanya. Saya seperti digentayangi arwah penasaran.

Dia yang namanya tidak boleh disebut datang dan pergi di depan jendela kelas dengan seenak hati. Tanpa ba bi bu setelah menempel di jendela kaca kelas kemudian muncul di depan saya. Maksud dan tujuannya jelas. Mengutarakan isi hatinya.

“Aku suka kamu. Aku cinta kamu. Kamu harus jadian dengan saya.”

Dor!

Nyaris saja saya mati karenanya.

Sejak kejadian ‘tragis’ ditembak cowok di depan kelas seperti itu, saya kemudian lebih percaya kepada ramalan zodiak Gemini. Sifat Taurus saya yang katanya tidak suka mengurusi orang lain, cuek, dan sejenisnya masih tetap.

Asas tidak percaya saya baru muncul lagi ketika saya kuliah jelang wisuda. Si bintang mengatakan, “Kan sudah dibilinag jangan pakai baju kuning. Akhirnya kejadian, kan. Si doi salah mengenali kamu dan anak baru memang hal yang biasa, gals.”

What?

Anak baru? Baju kuning? Doi? No way!

Saya sudah tak urus dengan urusan perbintangan. Segala hal hanya karena kehendak Allah saja.

 

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *