BP Network,  Traveliner

Ketika Hati Memilih Tempatnya

Setiap orang memiliki tempat impian. Ya, tempat dimana hatinya akan tenang dan raganya akan terpuaskan setelah berada di sana. Baik itu sebuah tempat, kota, atau sekedar lokasi tertentu. Begitu pun dengan saya. Di antara 100 Wishlist of my life ada lima tempat yang ingin saya kunjungi sebelum saya mati dalam berbagai bentuk kunjungan. Di antara lima ini, saya berharap kelak akan ada satu visit call masuk dan meminta paspor saya untuk distempel.

Switwerland

Inilah negara yang pertama kali saya inginkan untuk kunjungi. Terpengaruh oleh gambar di internet yang menunjukkan betapa indahnya negeri yang tidak pernah dijajah ini. Saya mupeng melihat alam yang benar-benar natural ini. Teman saya, Annie, berasal dari Switzerland dengan bahasa pengantar Jerman. Dia bercerita betapa tenangnya hidup di negeri penuh kedamaian ini. Dia berkata, di musim dingin orang-orang bisa membuka mulutnya untuk menangkap salju tanpa perlu khawatir akan polusi. Saljunya bersih. Putih seperti kapas. Berbeda sekali dengan salju di Beijing yang berwarna abu-abu di hari pertama.

New Zealand

Alasan yang sama tentu datang dari Switzerland untuk New Zealand alias Selandia Baru. Latar belakang yang mendorong saya menyukai negara ini berawal dari film The Lord of The Rings yang mengangkat lokasi-lokasi di NZ sebagai setting yang digambarkan oleh JRR. Tolkien dalam bukunya. Film fantasi yang diangkat dari novel berjudul sama ini justru memaksa saya setengah berusaha mengajukan beasiswa agar berkunjung dan tinggal beberapa tahun di NZ. Sayangnya, keinginanku dikalahkan oleh banyak latar belakang yang tidak mungkin diuraikan satu saking nyeseknya.

Pakistan

Negara teroris? Maybe, tapi keinginan saya mengunjuni negara ini justru setelah bertemu dengan teman-teman dari negara ini. Saya merasa indahnya negara yang memiliki ketegangan politik dengan India ini harus saya kunjungi. Terutama ke Kashmir, Gilgit, dan Khyber Pakhtunkhwa (KPK). Tiga provinsi yang berhasil mencuri hati saya melalui film, cerita, dan foto. Terlapas dari banyaknya aksi teroris yang nyaris membunuh peraih nobel pendidikan asal Pakistan nyaris meninggal, Malala Yousouzai.

Tiga negara ini memiliki arti tanah. Akhiran tan pada kata Pakistan juga berarti tanah (land). Negara yang berakhir tan ternyata menyimpan serpihan surga yang tak ternilai, ya.

Apakah ada di antara kalian yang memiliki negara impian sama dengan saya? Jika ada, apa yang kalian ihat dari negara ini?

Author, journalist and student in the real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *