Bookish,  BP Network

Kolektor dari Zaman Biru Dongker

Semua orang pernah menjadi kolektor. Ya, dulu sebelum sebelum memiliki kesibukan yang luar biasa dalam hidupnya. Terutama bagi mereka yang sudah menikah dan berkerja. Mengoleksi sesuatu memang tidak aneh, tapi apa yang dikoleksi juga berubah. Dari yang dulunya hobi koleksi kertas binder unyu sekarang hobinya koleksi wadah plastik. Ada yang pernah mengalaminya?

Saya pun termasuk orang yang seperti itu. Koleksian upgrade seiring kebutuhan dan kebiasaan. Namun, sejauh ini ada beberapa koleksi pada masa sekolah masih berseragam biru dongker masih terpertahankan sampai hari ini. Berikut benda-benda yang masih ada sampai saat ini.

Buku

Saya ingat sekali kapan pertama kali membeli buku. Kelas tiga tsanawiyah. Buku pertama yang saya beli berjudul Goosebumps yang ditulis oleh RL. Stine. Satu seri acak. Ya, karena hanya ada satu seri yang dijual di toko buku satu-satunya di dataran tinggi Tanoh Gayo, Takengon. Untuk membeli buku seharga Rp 11 ribu pada tahun 2001 ini, saya mesti menabung dan irit jajan selama dua mingguan. Ajaibnya, ketika saya membeli buku ini, saya memang membuat sebuah keinginan dalam hati. Saya ingin mengoleksi buku bagus dan membuat pojok buku di rumah. Di kamar saya. Keinginan saya terkabul memang. Saya pun bisa membeli buku dengan uang saku sendiri sejak berseragam putih biru dongker. Sekarang saya masih mengoleksi buku-buku terbitan baru. Kebanyakan memang dikirimkan oleh para penerbit dan ikutan give away.

Bros

Tidak semua bros yang saya miliki sekarang warisan dari zaman putih biru dongker. Sebagian besarnya memang yang saya beli belakangan. Bros lama sudah mulai rusak, swaraski palsunya sudah copot, jarumnya bengkok, warnanya menghitam. Bros yang begini sudah saya buang. Pernah saya tetap menyimpannya. Sebanyak satu lunch box tupperware lebih. Saya pikir-pikir, daripada nyampah di kamar lebih baik dibuang. Sekarang tersisa yang bagus-bagus saja.

Alat Tulis Warna Warni

Bagi mereka yang suka menggambar dan lettering, tentu saja tahu benar rasanya bisa memiliki ratusan warna dalam satu box besar, kan? Apalagi ketika sudah menguasai satu teknik baru dan memberi reward kepada diri sendiri dengan membeli alat tulis atau alat pewarna baru. Senang rasanya. Begitu juga dengan saya. Kebanyakan alat tulis warna warni memang sebagian baru. Tetapi masih ada juga warisan dari zaman dulu.

Notes

Ini yang paling saya suka dari zaman masih sekolah dulu. Notes dari berbagai gambar. Bahkan saya sering sekali membeli majalah remaja atau majalah yang bukan genre saya hanya untuk mendapatkan notes atau jurnal mereka yang unyu. Terkadang bagian yang bisa ditulis sempurna hanya sekitar sepuluh lembar saja, tapi layout yang manis sudah menata hati saya untuk menempatkan mereka sebagai benda yang collectable. Beberapa hari lalu, mahasiswa saya yang berstatus penerima beasiswa  dari Bank Indonesia memberi sebuah jurnal. Kebayang bagaimana bahagianya. Saya simpan di antara koleksi jurnal dan notes lainnya. Tiga hari sebelumnya saya juga menerima jurnal dari Arsip dan Perpustakaan Daerah di acara bedah buku Mantra Awan.

Kaset

Sama seperti almarhum ayah ketika muda, beliau mengoleksi kaset dari penyanyi dan qari favoritnya. Dari koleksi ayah, saya tahu seleranya nggak jauh-jauh dari The Beattles, Koes Plus, Jamal Mirdad, Maria Ulfa, Muammar ZA, dan lain-lain. Saya sedikit mengikuti jalan ayah. Koleksi saya nggak jauh-jauh dari Shania Twain, Sheila On 7, Sountrack Film bagus, Wafiq Azizah, Haddah Alwi, dan lain-lain. Bahkan saya meneruskan untuk membeli kaset Muammar ZA. Koleksi kaset ini masih tersusun rapi di dalam rak buku di rumah orang tua di Takengon.

Dengan koleksi seperti ini, saya jadi merasa the real collector. Bagaimana dengan Anda? Apa yang masih Anda simpan sampai sekarang?

Author, journalist and student in the real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *