Bibliolive

Write Me His Story: Pencarian Jati Diri Si Bule Inggris

Dear Olivers,

Akhirnya tibalah saat saya mengulas salah satu karya penulis favorit. Saya langsung jatuh cinta pada novel ini begitu membaca blurb berikut.

Wynter Mahardika tidak pernah menulis buku harian. Untuk apa? Enam belas tahun hidupnya berantakan. Mum, dad, dan ibu tiri, hanya singgah sesaat lalu membiarkanya tumbuh seperti semak liar. Selain mata biru dan darah british-nya, tidak ada yang menarik untuk dicatat. Kejailannya pada cewek-cewek? Ah, itu cuma pelampiasan kebencian pada makhluk satu itu.

Kemudian muncul Wynn, cowok adik kelas yang serba kebalikan dari Wynter. Wynn meminta Wynter menjadi penggantinya sebagai sahabat untuk Hyacintha dan menulis buku harian bersama cewek itu.

Cewek? Menulis harian pula? Kurang kerjaan banget. Lagian, Wynn mau kemana?

Setelah Wynn berjanji membantunya meraih kembali keluarga tercinta, Wynter pun menyanggupi. Ternyata tugas itu tidak mudah. Wynter lebih berfokus pada Wynn yang ia sayangi kayak adik sendiri, dan kebenciannya pada cewek susah hilang.

Demi Wynn, Wynter berusaha menjadi sahabat yang baik, tapi masalah baru datang: ia jatuh cinta dengan Hya. Bagaimana ia bisa menjaga amanat Wynn?

Benar kan?

Kelihatan menggugah selera membaca? Apalagi ditambah dengan endorsement Kata Kokoh, Penulis Novel Best Seller “Senior”, “Ceritanya bikin hati terenyuh. Mengungkap pergolakan batin seorang laki-laki menghadapi kelemahan terbesarnya. Wynter.. Menunjukkan kepada kita makna cinta dan persahabatan. Very recommended.”

Dan coba baca kutipan berikut ini.

“…ada sejarah kanker dalam keluargaku, dan perwujudannya berbeda-beda. Kanker hati pada kakek Darmawangsa, leukimia pada kak Freya. Yang paling mirip denganku adalah sepupu papa, tante Renata. Dia punya astrositoma juga, dari stadium II ke IV hanya setahun. Tiga orang ini sudah lepas dari sakit…” (Hal. 94).

Judul Buku: Write Me His Story • Penulis: Ary Nilandari • Penerbit: Pastel Books • Tebal: 448 halaman • ISBN: 978-602-6716-40-8

[*]

Alur yang dibangun oleh bunda @arynilandari dalam cerita remaja ini memang luar biasa kece. Hubungan sebab akibatnya dapat banget. Alur cerita mengalir layaknya air mengalir menuju muara. Dimulai dengan Wynter dan Wynn yang saling mengenal dengan cara aneh dan makian unik. Konflik awal mulai tampak ketika Wynn menyuruh Wynter menggantikan dirinya menulis diary.

Tipikal bad boy ala si Wynter mana mau dipaksa begitu. Tapi anak yang memiliki kebaikan tanpa cacat ini tidak bisa ditolak. Meskipun dia masih kurang bisa berdamai dengan keberadaan Hya yang menurutnya kurang menyenangkan.

Klimaks terjadi pada bab-bab menengah. Di bagian ini serius saya dibuat baper sebaper-bapernya oleh ketiga remaja tengil ini. Keren pula. Bagaimana bisa mereka menggandakan persahabatan dengan menahan gejolak perasaan yang mereka sendiri tidak paham ‘ada apa?’.

Penyelesaian konflik pun keren. Membuat saya sebagai pembaca bertanya berulang kali. Hya kok begini, Wynter kok begitu? Padahal tujuannya bukanlah seperti tebakan yang saya pertanyakan berulang kali selama proses membaca.

Lantas, siapa Wynn, Wynter, dan Hya?

Ada yang penasaran siapa Wynter, Wynn, dan Hya? Awalnya aaya merasa ahak-agak aneh dengan nama mereka. Apalagi pas baca Pelik di wattpad. Baru setelah baca #writemehisstory ngeh dengan ketiga nama ini.

Wynter Mahardika, bule Inggris yang memiliki fans bejibun di Darmawangsa. Tapi dia nggak selera dengan para cewek. Bukan karena ada kelainan, dia hanya malas berurusan dengan para cewek-cewek genit. Dia juga heran, mengapa makhluk bernama cewek itu sangat menyebalkan. Bahkan ketika pertama kali tahu harus berurusan dengan Hya, dia mulai kesal sekali. Hanya keluarbiasaan dan ketidakbiasaan Hya yang membuat dia menyimpan rapat koleksi kata mutiara ajaib yang biasa tersembur. Apalagi setelah kejadian di rumkit saat menjaga Wynn dan berlanjut di Bintan.

Wynn Maharesi, cowok berhati malaikat. Setahun lebih muda dari Wynter. Mengenalnya dari buku ini pun sudah membuat rasa syukur saya meningkat beberapa level. Wynn itu… Ah, jangan tanya gimana sayangnya aku untuk dia. Bahkan ketika dia menjalani operasi di Singapura, aku berdoa kencang agar dia baik-baik saja. Air mataku terus mengalir. Lebay? Kalian akan bilang aku tidak lebay setelah membaca sendiri.

Hyacintha Sheridani, ini nih cewek yang imut sekali menurutku. Dia itu begitu paham Wynn melebihi siapapun mungkin. Orang pertama yang protes ketika Wynn melibatkan Wynter dalam persahabatan mereka. So far, dia memang agak-agak gimana dengan Wynter. Tapi bikin hati nyezzz saat Hya bilang ke Wynter, “Kamu bukan Wynn.” Kirain pernyataan itu bentuk penolakannya terhadap Wynter. Ternyata….

Gimana? Mau baca sendiri atau aku ceritain? Lebih seru baca sendiri. Bisa nangis, ketawa, tegang, dan banyak hikmah yang didapatkan selama membaca.

Well, bunda @arynilandari menggunakan sudut pandang pertama dari sisi Wynter dalam menulis kisah ini. Bisa dibayangkan bukan? Ceritanya semakin seru dengan sudut pandang Wynter. Konyol sekali.

Banyak nilai moral yang saya dapatkan selama membaca #writemehisstory karya bunda @arynilandari ini. Pembelajaran tidak hanya soal hidup yang dijalani si tokoh dalam novel. Termasuk pembelajaran dalam menulis novel remaja.

Selama ini novel remaja yang saya baca kan sangat kriuk kriuk. Cinta, sekolah, cinta, masalah sama ortu, jadian, sekolah, putus, kapten basket, cheerleaders. Seluas itu. Bertambah usia, bacaan juga upgrade. Lama absen dalam dunia teenlit, baru kali ini novel remaja buat saya sulit move on.

Jadi, pakem saya dalam menulis novel remaja pun akhirnya nggak jauh-jauh dari ini. Tidak heran ketika diajukan ke penerbit mayor akan dipending lama sampai akhirnya diinformasikan postpone untuk waktu lama. Lama-lama menghilang dan saya akhirnya menarik kembali naskah yang berujung tidak marketable. Intinya sih karena gak ada pelukan dan ehem ehem lainnya.

Nilai moral apa saja yang bisa diambil dari #novelbagus ini?

📖 Nilai Sosial. Meskipun bercerita tentang kelas elit. Cerita ini sama sekali tidak memamerkan kesombongan kaum borjouis seperti di sinetron kebanyakan. Justru menunjukkan kesederhanaan Hya dan Wynn. Kalau Wynter sih memang sudah kere duluan. Kemana-mana naik angkot. Syukur ada tebengan supir pribadi Wynn.

📖 Nilai Budaya. Ya, Wynter memang bule Inggris. Tapi dia menjunjung tinggi budaya timur yang diajarkan oleh nana. Nenek Wynter dari pihak ayah.

📖 Nilai Religi. Di sini diceritakan berulang tentang ketaatan Wynn dalam beribadah. Bukan itu saja, toleransi beragama yang diceritakan antara Wynn dan Wynter pun terasa. Paling berkesan saat Wynter ke mesjid dan minta didoakan pada jamaah sholat Jumat demi keselamatan Wynn.

Readable dan collectable kan?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *