Bibliolive

Syamtalira; Tentang Sebuah Ketangguhan

Selain memiliki pesona alam yang indah, kekayaan alam yang melimpah, Aceh juga memiliki penulis keren yang namanya berderet di gelanggang sastra Indonesia. Salah satunya Mellyan, novel yang bukunya akan saya ulas minggu ini, Olivers.

Ada yang kenal Mellyan? Pernah baca karyanya? Atau teman baik Mellyan?

Dalam novel ini, @mellycutnyakkeumalamenceritakan kisah Dzahir, yang diceritakan dari dia kecil hingga dewasa. Mulai dari kisah perjuangan ia beranjak dewasa dengan berbagai tontonan realita hidup hingga berhadapan dengan tsunami tahun 2014.

Dzhahir adalah pemuda dari Syamtalira, bagian utara Aceh. Dimana garis sejarah kesultanan juga megah ratusan tahun lalu. Kisah hidupnya, tidak semulus orang-orang di perusahaan asing di kampungnya. Tapi kemalangannya menempa Dzhahir menjadi pribadi yang baru.

Judul Buku: Syamtalira, Crueb, Up, and Run • Penulis: Mellyan Cutkeumala Nyakman • Penerbit: Mazda (Malang: 2015) • Tebal: 159 halaman • ISBN: 978-602-0882-13-0

Ada yang sudah baca novel ini? Bagaimana pendapatmu, Olivers?

@mellycutnyakkeumala menggunakan alur maju dalam menulis kisah ini. Dimulai dari tokoh masih bocah sampai ia menjadi pemuda pembaharu. Menurut analisa saya, konflik muncul ketika Dzhahir merantau ke Banda Aceh. Konflik mulai meninggi ketika kekasihnya meninggal, dan klimaks saat tsunami menghantam sebagian Aceh. Meskipun tsunami juga menjadi penyelesaian rangkaian konflik kisah Dzhahir dalam novel SCUR.

Novel sastra dengan sentuhan data sejarah dan berbagai fakta lapangan ini memang cocok sekali dibaca oleh pembaca luar Aceh. Terutama yang mendengar konflik Aceh hanya satu sisi saja. Novel ini tidak saja bercerita tentang konflik. Ia juga bercerita tentang kejayaan Aceh di masa lalu.

Dzhahir memiliki karakteristik yang kuat. Meskipun penokohan masih berporos pada tokoh tunggal, tetapi antara tokoh lain masih muncul memperkuat cerita. Tidak heran, penulis adalah seorang jurnalis handal dengan segudang prestasi kelas nasional.

Penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam bercerita. Posisinya sebagai narator objektif. Tidak memberi komentar apapun, hanya mengangkat fakta.

Sebagai orang Aceh dan kerap berkeliling Aceh dalam proses liputan. Tentu saja, setting yang digunakan oleh penulis dalam pengembangan cerita juga tidak diragukan lagi.

Banyak amanat yang ditulis dalam bentuk hadih maja (pepatah dan kutipan Aceh) di awal bab. Amanat inilah yang dikembangkan dalam tiap bab sebagai tendens bagi pembaca.

Tentu saja, kita tahu gaya bahasa seorang jurnalis. Tapi, ini gaya bahasa elit. Hanya orang yang memiliki kekuatan dalam penulisan feature tinggi saja yang paham.

Tertarik membacanya? Besok, saya akan ulas beberapa poin mengapa novel ini layak dibaca.

Ada beberapa alasan mengapa novel #syamtalira harus dibaca. Bukan baca gaya kaleng-kalengan, ya.

📖 Novel tentang Aceh yang ditulis oleh orang Aceh.

📖 Dalam novel ini memuat sejarah Aceh yang ditulis berdasarkan riset sang penulis.

📖 Penulis pernah menjuarai berbagai lomba kepenulisan tingkat nasional. Termasuk Sayembara Menulis Cerita Bersambung Femina pada tahun 2012.

📖 Banyak kutipan dalam bahasa Aceh yang collectable. Tepat untuk mereka quote hunter asal Aceh.

📖 Mendukung penulis Aceh tetap berkarya dan meningkatkan kualitasnya dengan cara membaca karya mereka.

Ada yang mau PO novel ini? Bisa segera hubungi penulisnya, ya.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *