BP Network

Kusebut Mereka So Sial Media

Apa yang pertama kali terlintas di benakmu ketika memutuskan untuk membuat akun sosial media, Olivers? Jaringan pertemanan! Yups, umumnya kita memang kerap terjebak menggunakan kata ini untuk melakukan pembenaran selama memiliki akun sosmed.

Saya, Anda, mereka, dan sebagian besar orang di dunia ini melakukan hal yang sama. Membangun jaringan pertemanan di sosial media. Lucunya, kita terjebak dengan alasan menambah jaringan pertemanan. Padahal tidak nambah juga. Paling banyak nambah 2%-5% dari jumlah teman yang sudah ada. Itulah yang saya rasakan selama ini.

Teman di platform A dengan platform B atau C semuanya orang yang sama. Paling namanya saja yang berubah. Sementara teman baru hanya bertambah beberapa orang saja. Itu pun bisa dikatakan teman pasif. Mereka hanya menambah kuantitas saja. Bukan kualitas. Mereka yang tidak aktif memberikan like, comment, apalagi share apa yang kita posting di timeline. Miris memang. Tapi, sialnya inilah sosial media. Kita bersosialisasi dengan cara yang sangat sialan.

Saya terdaftar di banyak sosial media selama ini. Apa saja. Kalau ada sosial media yang baru, saya pasti bergabung. Kemudian si platform menawarkan teman yang itu-itu lagi. Sesekali ada nama baru. Saat di add pun tidak semua friendly merespon dengan baik. Ada juga yang mengabaikan. Pertemanan yang aneh bukan?

Saat ini hanya ada beberapa akun sosial media yang saya gunakan dan saya harap sangat bermanfaat untuk saya. Atau setidaknya masih bermanfaat.

Facebook

Pertama kali aktif di Facebook pada tahun 2008. Beberapa kali timeline saya kosongkan dengan alasan ‘ingin taubat’ dan merubah konten. Kenyataannya malah saya kembali lagi ke diri saya yang sebenarnya. Akun Facebook saya juga beberapa kali saya non aktifkan. Khususnya selama kuliah di China. Dengan beberapa pertimbangan. Konsiderasi yang paling kuat adalah karena saya harus menggunakan VPN untuk membuka Facebook di China. Kemudian teman-teman baru saya suka tagging foto yang akan memberi penghakiman negatif untuk saya. Biar aman dan adil, saya menonaktifkan Facebook selama dua tahun lebih.

Sekarang saya masih aktif Facebook dengan alasan yang sangat klise. Alternatif masuk ke sosial media lainnya atau masuk menggunakan akun Facebook. Ini cukup bermanfaat bagi saya karena mulai malas membuat akun baru dengan mengingat email, username, dan password. Rempong.

Selain itu, teman-teman saya di LN juga masih menggunakan Facebook. Mereka jarang yang menggunakan akun sosial media lain. Facebook adalah sosmed yang paling reachable untuk kami semua.

Instagram

Instagram merupakan sosial media photo sharing  terbesar di dunia dengan Indonesia menduduki peringkat ketiga. Saya adalah salah satu kontributor yang menyumbang ranking fantastis ini. Bayangkan, saya memiliki empat akun instagram yang aktif digunakan selama empat tahun belakangan ini.

Masing-masing akun fungsinya berbeda. Akun @ulfa.khairina berfungsi sebagai media narsis saya. Dulunya ala-ala selebgram. Tapi follower tidak naik-naik. Jadilah kembali ke fitrahnya. Posting random apa saja. Selama itu album foto saya sendiri. Akun @oliverial_ merupakan bookstagram. Di sini saya membagikan resensi buku dengan caption, foto buku, mencari give away dan sharing soal kepenulisan. Lalu ada @agha.arnis yang baru saya buat sekiar empat bulan belakangan. Awalnya memang khusus untuk membagikan foto anak saya. Tumbuh kembangnya, apa saja yang dia mulai kuasai. Belakangan saya sadar, hal seperti ini bukan untuk dipamer. Pada akhirnya ada ibu yang memiliki anak mulai merasa diajak kompetisi. Ada ibu yang belum dikaruniai buah hati merasa sedih. Belum lagi hal yang terjelek terjadi. Foto anak dicomot dan disalahgunakan. Ada akun yang khusus untuk jualan. Namanya terus berubah. Sampai saya sendiri lupa apa namanya. Dalam hal dagang, saya memang tidak berbakat.

Twitter

Banyak hal yang saya lakukan dengan akun twitter saya. Terutama untuk ikutan lomba, membagikan link tulisan, serta ikut kicau-kicau dengan para pengguna lain. Saya sempat adiktif dengan sosmed ini. Rasanya bebas memaki tanpa ada yang akan protes. Belakangan follower saya bertambah sedikit demi sedikit. Tidak banyak, seminggu satu. Biasanya setahun pun belum tentu ada lima. Kemalasan pun membelenggu untuk bermain twitter. Tapi ketika space hape saya penuh, twitter adalah sosmed yang tidak akan saya hapus.

Linkedin

Olivers tentu tahu, dong, fungsi dari Linkedin adalah menjaring pertemanan di jaringan profesional. Sosial media CV lah. Saya menyebutnya begitu. Di sini juga saya melihat berbagai macam pencapaian karir orang. Bisa dikatakan saya tidak begitu aktif di sini. Tapi dengan akun sosmed ini saya bisa berkoneksi dengan teman-teman alumni dan melihat level apa yang dia kerjakan sekarang. Saya bisa berbagi cerita, pengalaman kerja, atau minta work advice pada mereka.

Pinterest

Saya membuat akun ini karena usulan seorang teman dari Guinea. Dia Bilang kepada saya begini, “Pasang pinterest di ponselmu untuk mendapatkan inspirasi dari pekerjaan seni yang kamu lakukan.”

Awalnya saya cuma, “What? How can I make my phone full of sh*t!”

Dia merespon saya dengan kata, “Believe me. This is not only Sh*t! This is the biggest f**k.”

Tentu saya semakin penasaran dan memsang aplikasi di ponsel. Ya, teman saya benar. Saya mendapatkan beberapa hal yang saya butuhkan. Terutama soal idea. Yes, It was usefull. It WAS!

Tetap menggunakan semua aplikasi itu dengan berkala sebenarnya bukan masalah. Malah banyak sekali akun lain yang masih saya pakai sampai sekarang. YouTube, Tumblr, Path, dan lain-lain. Namun pemakaiannya tidak seintens lima sosmed di atas. Saya lupa kalau penggunaan kelimanya bukan saja menyita waktu saya setiap hari. Mereka yang namanya tersebut di atas juga menghisap semua uang saku, belanja, dan honor menulis saya seperti lintah. Those social media are so sial!

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *