Bookish,  BP Network,  Traveliner

From Traveliner to Bookish

Day 2: BPN30 Day Challenge 2018

Apa tema blog yang Anda sukai? Masih random? Dulu, saya juga begitu. Pokoknya nulis saja, lah. Soal tema bisa dibikin kategori saja nantinya. Lagian kalau random bisa lebih banyak pengunjungnya. Begitu saya pikir. Teman saya berpikir sebaliknya. Suami saya juga. Suami berkata, “Kalau sudah punya domain, bukan saatnya lagi untuk menulis campur ala gado-gado. Fokus pada satu hal.”

Saya pikir, tidak susah lah untuk nulis fokus. Saya fokuskan diri saya untuk menulis tentang traveliner yang merupakan singkatan dari travel dan kuliner. Saya suka jalan, saya suka makan. Topik ini pas banget. Malah saya tambahkan lagi dengan fashion beauty. Biar kek orang-orang yang terkenal itu. Ternyata tidak mudah untuk konsisten pada konten. Saya banyak tergoda memasukkan curhatan. Bukan lagi informasi tempat dan makanan enak. Apalagi ulas produk. Tanpa sponsor semuanya membuat saya kere.

Sampai tiba pada masa paling tidak produktif dalam hidup saya. Hamil tua dan masa nifas. Oh, Tuhan! Apa yang bisa saya lakukan, mak?! Ketika membaca saja dilarang dengan alasan akan memprcepat kerabunan mata. Main hape bisa? Rasanya saya ingin nangis kencang-kencang.

Diam-diam selama anak tidur dan saya nggak bisa tidur. Saya membaca cerita di wattpad. Saya bertemu dengan Ary Nilandari, penulis cerita anak dan remaja yang menurut saya sangat bagus sekali. Tulisannya bergizi. Tidak melulu soal cinta-cintaan yang membuat emosi 30an saya mau muntah. Novel yang saya berjudul Pelik. Nyaris zero mistake. Bukan saja membuat saya ketagihan nge-wattpad. Saya juga tidak lagi bolong-bolong update kisah saya di wattpad.

Waktu itu saya mulai berpikir. Rasanya sulit sekali membagi waktu untuk menulis novel, menyelesaikan cerpen yang sebagian besar baru dimulai dengan judul. Tapi saya punya banyak buku yang sudah terbaca. Hobi saya dalam bidang fotografi juga meningkat sejak memiliki kamera Nikon D3200 akhir 2015 silam.

Terpikirlah, “Kenapa saya tidak menulis soal buku saja, ya.”

Waktu itu saya bertemu dengan Sintia Astarina di dunia blogger. Dia adalah seorang travel and book blogger. Saya langsung merasa klik dengan blogger ini. Saya ubek-ubek blognya. Istilah yang umum dipakai oleh para blogger kalau tidak salah blogwalking.

Sejak itulah saya mulai memfokuskan diri dengan traveliner dan segala hal yang berkaitan dengan buku. Di sini saya mulai menyadari bahwa tema favorit saya dalam blogging bukan fashion beauty, bukan pula pure travel. Saya lebih menjiwai segala hal tentang buku. Dibantu dengan instagram yang bertema bookstagramakhirnya saya pun bisa memfokuskan diri pada sesuatu yang paling menjadi favorit saya.

Sampai hari ini, sejak Mei 2018, konsistensi saya dalam menulis blog dengan tema ini tetap berjalan aktif. Bahkan saya lebih rajin menulis resensi untuk kategori bibliolive. Buku-buku baru berdatangan dari penerbit. Pinjaman buku yang masuk wishlist cukup menolong untuk menghemat budget  dalam menambah koleksi buku-buku. Yach, bisa dikatakan tema buku ini memang lebih hoki buat saya. Jika ada hobi yang mendatangkan rezeki, tema inilah yang mendatangkan rezeki untuk saya.

Author, journalist and student in the real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *