Bookish,  BP Network

Selain Membaca, Writing is Healing

Day 1: BPN30 Day Challenge 2018

Dear Olivers,

Setelah setahun saya menulis di halaman Oliverial, ada banyak suka dan duka yang saya alami selama ini. Yach, walaupun website ini bukanlah platform pertama yang saya gunakan untuk ngeblog. Ada puluhan akun dan web address yang saya gunakan untuk ngeblog. Ada rasa sakit tak terkira ketika mengintip jumlah pembaca yang tidak seberapa itu. Belum lagi jika ada mulut usil yang sangat produktif menumpahkan kata-kata menyebalkan super nyinir spesial. Terutama berkaitan dengan dunia blogging.

Ada satu pertanyaan utama yang menjadi headline saya selama aktif di dunia blogging, “Kenapa menulis blog?”

Jawaban saya mungkin mirip sekali dengan beberapa blogger perempuan lainnya. Kesepian. Tapi, ada beberapa alasan lainnya yang menohok saya untuk berbagi. Setelah saya pikirkan dan rangkum, ada lima alasan untuk menjawab pertanyaan di atas.

1. Saya Seorang Pembaca Stadium Empat

Pernahkah terpikir atau memperhatikan jika seorang pembaca aktif pasti diikuti dengan kegiatan menulis? Ya, inilah saya. Kerap kali saya menulis di blog dengan berbagai macam alasan. Salah satunya karena saya pembaca stadium empat. Banyak orang yang beranggapan kegemaran saya membaca bukan lagi sebuah hobi. Tapi sudah menjadi sejenis penyakit akut yang tidak bisa disembuhkan lagi. Hanya menunggu kematian untuk memisahkan penyakit ini dari badan. Pernyataan sadis yang ada benarnya.

Sebagai pembaca, ada saja yang ingin saya tuliskan di blog. Dulu sifatnya random, yang penting blog nggak berdebu. Sejak bulan Mei 2018, fokus saya berpindah. Setelah menyadari tidak ada kegiatan travelineyang bisa saya lakukan dengan bayi baru lahir. Sementara modal untuk ulas produk dan foto ala-ala selebgram juga harus dialokasikan ke hal lain. Saya teringat dengan satu lemari besar buku di rumah yang harus saya baca ulang demi membunuh rasa bosan. Yes, it is! Ngeblog harus dimulai dari rak buku itu.

2. Saya Seorang Penulis

Sebagai seorang penulis, memiliki blog adalah sebuah keharusan. Maka itu saya menulis blog sekedar untuk curhat apa yang ingin saya bagikan. Selain juga awalnya ingin mendokumentasikan semua tulisan yang dipublikasikan oleh media. Baik yang cetak dan online. Selama ini banyak sekali tulisan saya berserakan entah dimana karena tidak terorganisir dengan baik.

Memiliki blog dan menulis di dalamnya juga salah satu media yang mendekatkan saya dengan pembaca. Ketika ada tulisan para pembaca nyempil di kolom komentar, lalu mereka meninggalkan komentar, “Kak, ditunggu cerpen dan buku barunya.” Percaya tidak?! Kekuatan saya sebagai penulis itu meletup-letup. Dan kegilaan pertama yang saya lakukan adalah menulis di blog.

3. Saya penganut paham galauisme

Kata orang, saya orangnya baperan. Di luar kata itu benar atau tidak. Saya ini penganut paham galauisme. Bukan galauisme seperti yang saya tulis di kolom resensi ya, Olivers. Ini lebih ke masalah suka terbawa perasaan ketika seseorang bertanya. Bagi saya, menulis itu menyembuhkan dan mencabut semua perasaan galau itu dengan seketika. So, writing is healing.

4. Lihat, Dengar, dan Rasakan

Rasanya tidak mudah hanya dengan melihat. Saya terkadang juga mengikuti perasaan untuk melakukan sesuatu. Apa yang saya lihat dan dengar tidak bisa saya simpan begitu saja. Tentu saja, dengan begini, saya pun harus menuliskannya di mana saja.

Seorang blogger pernah berkata pada saya, “Tuliskan saja, dek. Mana tahu berguna untuk orang lain. Cerita kamu inspiratif, lho.” Dan saat itulah setumpuk asa dengan judul blogger mendorong nurani untuk menulis.

5. Gratis dan Mudah

Ada yang mengatakan, ini zamannya apa-apa harus bayar. Termasuk mempublikasikan tulisan di media. Mending kalau tulisannya bagus dan media-able. Kalau tidak, tulisan yang dikirimkan ke redaksi media massa akan berakhir di trash.

Oh, no!

Ngeblog adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas menulis kita. Semakin lama, semakin banyak, semakin ahli, dan semakin konsisten kita menulis. Selain itu, kita juga semakin ahli dalam meramu kalimat menjadi sebuah artikel berkualitas. Gratis pula, tak perlu kenal orang dalam untuk melihat tulisan kita muncul di salah satu rubrik.

Well, itulah lima alasan mengapa saya ngeblog. Bagaimana dengan Anda, Olivers?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *