"You are Connecting To My Words"

Analisa Biografi Tokoh Sebagai Kajian Kepemimpinan (Part 1)

Analisa Biografi Tokoh Sebagai Kajian Kepemimpinan (Part 1)

Dalam proses berpikir kritis, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Salah satunya dengan membaca banyak referensi terkait dengan kepemimpinan. Salah satu bacaan yang sangat membantu cara pandang kita terhadap gaya kepemimpinan seseorang adalah dengan membaca biografi tokoh masyarakat. Baik yang berkaitan dengan politik, kepemimpinan, manajemen, atau apapun yang dianggap memberi umpan balik positif bagi pembaca.

Salah satu bacaan yang bisa dibaca dan dikaji dengan membaca buku biografi. Untuk mencapai tujuan pembelajaran mengkaji gaya kepemimpinan, bisa dilakukan analisis dengan menggunakan teori yang ingin dikaji. Berikut adalah langkah-langkah sederhana yang bisa diikuti untuk menulis analisa sederhana dalam membuat sebuah kajian.

1. Tentukan Tokoh

Percayakah Anda jika menentukan tokoh yang ingin dibaca biografi lebih penting dari pada menemukan biografinya?

Ya, karena seorang tokoh bisa memiliki banyak sekali penulis biografi. Tepatnya, banyak penulis yang menulis biografi seorang tokoh tersebut. Sebut saja BJ. Habibie, presiden RI keempat. Jika Anda mengecek ke toko buku, ada belasan penulis yang menulis biografi beliau dengan berbagai sudut pandang. Bahkan Anda bisa menulis biografi lebih sederhana setelah membaca artikel ini.

2. Tentukan Biografi dan Penulisnya

Mengapa menentukan penulis dari biografi ini penting?

setiap penulis memiliki gaya yang berbeda. Tidak semua penulis menulis dengan selera bacaan kita. Ada yang menulis dengan gaya narasi atau pula yang menggunakan gaya jurnalisme sastrawi. Bahkan ditulis dengan model esai akademik yang sedikit membuat ngantuk. Mana yang lebih bagus? Ini tergnatung dari selera bacaan Anda.

Sangat disarankan untuk membaca semuanya. Tapi jika tidak mungkin, pilihlah satu dari beberapa buku (penulis) yang sesuai dengan selera bacaan Anda.

3. Menentukan Frame (Bingkai)

Frame (bingkai) penulisan yang dimaksud dalam penulisan analisa ini adalah teori yang akan digunakan dalam membedah buku yang akan dikaji. Misalnya dengan teori kepemimpinan, sosiologi, politik, sastra, dan lain-lain. Setelah menentukan frame yang akan dikaji, barulah pekerjaan lebih mudah.

4. Kumpulkan Referensi

Referensi yang dimaksud adalah buku-buku pendamping yang mendukung kajian kita. Analisa tanpa teoeri ibaratnya ngerujak tanpa bumbu. Akhirnya kita makan buah, buat ngerujak. Jadi, tersedianya referensi yang berkaitan dengan frame sangat penting untuk mengkaji biografi yang akan ditulis. Misalnya, ingin menganalisa biografi BJ. Habibie dengan frame kepemimpinan. Maka referensi yang harus dimiliki harus berkaitan dengan kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi politik, dan beberapa referensi terkait.

5. Membaca Referensi

membaca referensi terkait sangat penting. Terutama untuk membatasi ruang lingkup kajian kita. Bacalah dulu biografinya, kemudian buku-buku referensi pendamping. Begitu sudah tahu apa yang akan ditulis, maka semakin mudah untuk membaca referensi yang dibutuhkan. Catat poin penting dari buku referensi yang Anda baca. Sehingga dalam proses penulisannya Anda hanya perlu mendeskripsikannya saja.

6. Buat Outline

Outline atau garis besar yang harus ditulis merupakan hal-hal pokok yang akan ditulis dalam artikel analisis nantinya. Fungsi outline untuk membatasi tulisan kita agar tidak melenceng dari garis besar yang sudah ditentukan. Biasanya dalam menulis ada prinsip dibuang sayang. Tanpa memikirkan resiko bahwa tulisan akan kacau tanpa fokus yang spesifik.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *