"You are Connecting To My Words"

Menulis Resume Artikel Non-Fiksi

Menulis Resume Artikel Non-Fiksi

“Bagaimana caranya menulis resume?” Pertanyaan ini kerap muncul di hampir semua grup kepenulisan setiap kali ada tantangan membuat resume. Resume, bukan resensi. Ya, walaupun sebagian orang mengelompokkan resume sebagai resensi. Dari beberapa teori yang saya baca, resume bukan resensi. Resensi juga bukan resume.

Resume atau rangkuman sebuah bacaan merupakan bagian kecil atau lebih detil dari sebuah artikel yang dibaca. Berbeda dengan resensi yang lebih menitik beratkan kepada penulisan informatif dan ulasan dari buku. Jadi, resensi itu resume keseluruhan isi buku. Sedangkan resume bagian kecil saja. Resume tidak membedah detil isi bukunya. Sementara resensi mengulas habis sampai negatif dan positifnya sebuah buku. Resume bisa diambil hanya dari satu sampai dua bab dari buku saja.

Sulitkah menulis resume? Jawabannya TIDAK. Menulis resensi jauh lebih sulit dari pada menulis resume. Dalam menulis resume tidak ada keahlian khusus yang dibutuhkan. Hanya perlu membaca sebuah artikel sampai tuntas saja. Kemudian menulis ulang hasil bacaan seperti yang kita pahami. Menulis resume sama dengan mengikat apa yang sudah dibaca menjadi sebuah tulisan baru tanpa menghilangkan sumber. Baik penulis, judul, penerbit, dan lain-lain.

Ada beberapa hal yang perlu diingat dalam menulis resume. Hal-hal ini WAJIB ada di dalam sebuah resume. Tidak banyak dan tidak sulit. Cukup mengingat unsur 5W 1H, masalah menulis resume gampang-gampang saja.

Apa ide yang terkandung dalam artikel?

Pertanyaan APA dalam unsur ini sangat penting untuk melihat ide si penulis dalam artikel. Penulis menulis apa? Tentunya setiap orang mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam memahami, menelaah, dan menangkap suatu ide di dalam artikel tertentu.

Siapa yang ditulis dalam artikel?

Jika penulis memaparkan seorang tokoh atau objek, poin ini pun menjadi poin penting dalam penulisan resume. Sebuah resume biografi atau profil tokoh misalnya, di dalamnya tentu memuat tokoh tertentu yang akan menjadi poin SIAPA. 

Kapan artikel ini ditulis?

Pertanyaan KAPAN  di dalam poin ini bisa juga merujuk isi cerita. Kapan si penulis menceritakan artikelnya? Tentang latar belakang waktu yang dibahas oleh si penulis. Ada beberapa penulis yang menulis berita aktual, tetapi dia mengangkat waktu puluhan tahun yang lalu. Bercerita tentang bagaimana sebuah kejadian berlangsung pada waktu-waktu tertentu. Jadi, dalam poin ini bukan tanggal tayang atau publikasi saja yang dibahas.

Dimana isi cerita ini berlangsung?

Dalam sebuah artikel non-fiksi, tidak selamanya ada poin DIMANA. Ada pula yang tidak memiliki poin ini dikarenakan artikel tersebut adalah hasil telaah sebuah subbab dalam buku non-fiksi atau referensi. Jika tidak ada, maka poin ini tidak perlu dimasukkan dalam resume.

Mengapa artikel ini penting?

Pikirkan secara logis, mengapa artikel ini penting untuk dibaca. Setiap artikel tentu ada sisi menarik dan tidaknya. Anda bisa membahas mengapa artikel ini penting dibaca, mengapa pula jika tidak. Jika Anda memiliki ketertarikan terhadap sebuah artikel yang dibahas, ceritakan pula mengapa Anda perlu membaca ini dan apa pentingnya artikel ini dibaca oleh orang lain. Poin MENGAPA lebih menitikberatkan alasan.

Bagaimana artikel ini bisa mengubah sudut pandang Anda?

Poin ini berbicara tentang feedback (umpan balik) untuk pembaca. Seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh penulis terhadap orang lain dan BAGAIMANA penulis mempersuasi orang lain melalui artikel yang dia tulis. Contoh besarnya adalah buku La Tahzan yang ditulis oleh ‘Aid Al-Qarni dan diterjemahkan serta cetak ulang beberapa kali. Bahkan di toko buku sekelas Gramedia pun, buku ini menjadi best seller sepanjang tahun. Artinya, buku ini cukup mempengaruhi pembaca dari segala aspek.

Itulah poin penting yang perlu diperhatikan dalam menulis resume. Panjang resume tidak lebih dari seribu kata. Atau sekitar empat halaman saja. Untuk artikel pendek, resume sepanjang 300-400 kata sudah lebih dari cukup. Resume akan terlihat panjang jika yang ditulis bukan intisari dari hasil bacaan yang diikat. Tapi copy paste dari artikel ke dalam halaman kerja baru.

 



1 thought on “Menulis Resume Artikel Non-Fiksi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *