Bibliolive

Pintu Harmonika; Tiga Kenangan Dari Tiga Ruko

Judul Buku: Pintu Harmonika • Penulis: Clara Ng & Icha Rahmanti • Penerbit: Plot Point • Tebal: 285 halaman • ISBN: 978-602-9481-10-5

Dijual Cepat: SURGA!

Punyakah kamu surga di bumi, tempatmu merasa bebas, terlindungi dan begitu bahagia hanya dengan berada di situ?

Rizal, Juni, dan David menemukan surga lewat ketidaksengajaan: buka pintu harmonika, berjalan mengikuti sinar matahari, dan temukan surga. Surga yang tersembunyi di belakang ruko tempat tinggal mereka.

Walau mereka berbeda usia dan tidak juga lantas bermain bersama, surga membuat mereka menemukan bukan hanya sahabat, tetapi juga saudara dan keluarga. Ketika surga mereka akan berakhir, semangat mempertahankannya membawa mereka pada sebuah petualangan lewat tengah malam. Apa pula hubungannya dengan pencitraan Rizal, masalah Juni di sekolah dan bulu hitam misterius yang berpendar cantik temuan David serta suara-suara misterius di atap rukonya?

*

Uniknya gaya bercerita dalam novel Pintu Harmonika ini, cerita dibagi dalam tiga bagian. Sesuai dengan tokoh. Ada Rizal, si blogger pencitraan. Juli, anak SMA yang lagi dalam masalah. Kemudian ada David, anak kecil yang berpikiran dewasa.

Masing-masing tokoh juga diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Sebagai pembaca, saya bisa merasakan emosional masing-masing tokoh dengan gamblang. Saya paling suka sosok Rizal dan paling baper pada sosok David.

Saat membaca bagian David, saya sampai meneteskan air mata. Entahlah, bagian ini saya merasa penulis memainkan emosi saya. Sangat dalam.

Bagian Juli, saya terlempar ke masa sekolah dulu. Bullying dan ketidaknyamanan dalam pertemanan. Juga ketika Juli terkadang harus membantu ortunya untuk menyablon. Sebagai remaja, Juli juga dihadapkan dengan sulitnya melawan sikap egois.

Rizal yang paling seru. Petualangannya sebagai blogger dan bukan anak orang kaya. Dia bisa menciptakan dunia berbeda di blog dan menjaring banyak follower. Punya fans yang luar biasa. Dan masih banyak lagi hal-hal positif dari karakter Rizal.

Cerita hanya berkisar di sekitar tempat yang mereka sebut surga. Masih di area dekat toko. Intinya, ini cerita kehidupan anak-anak ruko. Tidak sederhana, tidak kompleks.

Alurnya pun menggunakan alur maju. Penulisannya ala-ala jurnal pribadi yang lebih mudah dipahami. Sebagai orang dewasa yang terjebak dalam genre remaja. Novel ini justru nisa dinikmati oleh orang dewasa tanpa merasa baca buku anak-anak.

Ada banyak hal sederhana tertulis di novel Pintu Harmonika yang ditulis oleh Clara Ng dan Icha Rahmanti ini. Di luar berpikir rumit, hal sederhana ini justru terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebut saja Rizal yang kerap memposisikan dirinya sebagai orang kaya di blog. Dia punya fans, popularitas, dan kenyataan hidupnya di rumah justru kebalikan. Dia besar dengan ayahnya. Menjadi kuli ruko pula. Dijauhi cewek idamannya secara mendadak hanya karena kebenaran ini.

Hal-hal yang menurut kita sepele. Tapi terjadi dan menyimpan makna.

Banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan selama ini. Setiap bab seperti membuat saya mengganggukkan kepala dan berkata, “Iya, ya. Benar juga.” Hidup ini perjuangan dibalik sebuah pencitraan.

Gaya bahasa kedua penulis yang luar biasa menarik saya menjelejah dalam kisah yang merrka ciptakan. Apalagi, masa kecil saya pun pernah dihabiskan di ruko.

Tertarik membaca novel ini? Saya yakin, banyak makna yang akan didapat tanpa sengaja.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *