Bookish

Antara Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia

Bagi pecinta fiksi Islami, tentu kenal betul dengan kakak beradik penggagas FLP ini. Bisa dibilang HTR dan Asma Nadia juga cikal bakal lahirnya fiksi Islami. Tanpa mereka, fiksi Islami di Indonesia tidak pernah merasakan masa kejayaannya. Dan saya pun jatuh cinta pada fiksi Islami karena mereka berdua melalui Pesantren Impian dan Ketika Mas Gagah Pergi.

Jika ditanya, di antara kedua penulis ini, pilih yang mana?

Pertanyaan sulit. Meskipun keduanya mengusung cerita Islami. Tapi keduanya tidak sama. Begitu penilaian saya.

HTR tetap menulis dengan riset yang luar biasa. Ciri khasnya sebagai dosen sangat kuat. Ia mengolah sastranya dengan baik. Fiksi bergizi. Saya sangat terkesan dengan novel Akira, Muslim Watashiwa. Saya berasa sedang berada di Jepang. Novel ini pula yang menguatkan saya semakin jatuh cinta pada Jepang.

Asma Nadia memiliki uraian kata yang sangat apik, penuh humor. Setiap karyanya mengaduk emosi. Saya bisa ngakak sampai keluar air mata atau menangis sesenggukan dengan karya Asma Nadia. Judul-judul yangbdipilih oleh Asma Nadia pun sangat menginspirasi saya sebagai penulis yang satu level dengan bunda kece ini.

Jadi, pilih siapa?

Saya pilih keduanya.

Harus pilih satu?

Baiklah, saya pilih Asma Nadia.

Kenapa?

Buat saya, membaca bukan saja untuk memperkaya pengetahuan. Membaca juga untuk menghibur ketika penat merajai tubuh. Asma Nadia selalu bisa membuat saya ngakak luar biasa.

 

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *