Bookish

Nine to September

Dear Olivers,

Rasanya lama sekali saya tidak menulis di blog. Bahkan sembilan buku yang saya baca selama bulan September ini belum sempat menulis ulasannya di halaman Resensi. 

Ya, bulan ini saya sangat sibuk. Intinya saya belum ahli dalam mengelola waktu yang amat mendadak ini. Bulan ini bulan penuh buku. Beberapa kali dapat give away. Begitu bukunya dikirim saya harua segera membaca dan menulis daily review sebanyak lima postingan untuk lima hari di feeds Instagram saya.

Kebanyakan waktu memang habis dengan berbagai macam ide. Mencari ide untuk memotret buku. Petak umpet dengan anak yang mulai aktif menarik properti emaknya dan memasukkan ke dalam mulut. Lagi enak motret, anaknya nangis karena kelelahan dalam posisi telungkup.

Sebagian orang bilang, “Ah, moto buku mah gampang. Tinggal diletakin, dipoto dari atas.”

Eum, iya, sih. Segampang itu. Tapi tidak sesederhana itu, kok. Beberapa buku yang saya jepret dan posting di Instagram justru foto kesekian yang saya ciptakan. Sebut saja seperti Near, Be the New You!, The Puppeteer, dan Paspor Cina. Untuk buku ini pertarungan idenya luar biasa. Main warna, komposisi foto, bahkan memilih mana foto yang akan tampil pertama dan terakhir.

Sembilan buku untuk bulan September. Ini agak aneh sebenarnya. Mengingat saya juga lagi mengalami reading slump parah. Bahkan komunitas baca buku yang saya ikuti bertanya, apa review yang saya posting di instagram sudah final. Mengingat caption atau ulasannya menggantung. Tuh, kan, menulis saja lagi mandeg.

Give away dan jadwal review lah yang membuat saya terpacu untuk membaca. Saya pernah baca tips di salah satu snapgram bookstagrammer Indonesia. Bagaimana caranya membaca cepat dan konsisten. Caranya simpel sekali ternyata. Konsisten membaca berdasarkan halaman. Misalnya 50-100 halaman perhari.

Saya menerapkan strategi ini. Untuk buku berat, paling hebat saya mampu menyelesaikan 25-50 halaman perhari. Itu juga terseok-seok. Pagi baca, siang baca, malam baca lagi. Seperti jadwal makan. Membaca juga makan juga, memberi makanan untuk otak. Saya dapat merasakan juga, otak saya sudah mulai mengurus seperti badan saya.

Give away di bulan September melatih saya untuk membaca lebih aktif dan konsisten. Sembilan buku di bulan September adalah perjuangan. Semoga bulan depan bisa bertambah.

Bagaimana dengan kamu, Olivers? Berapa buku yang berhasil kalian baca di bulan September?

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *