"You are Connecting To My Words"

The Puppeteer; Kesendirian Menciptakan Kebohongan

The Puppeteer; Kesendirian Menciptakan Kebohongan

“Semuanya sudah dipecahkan oleh manusia, kecuali bagaimana caranya hidup.” -Jeans Paul Sartre.

Judul Buku: The Puppeteer; Kisah Filosofis Tentang Makna Keluarga • Penulis: Jostein Gaarder • Penerjemah: Irwan Syahrir • Penerbit: Mizan (Bandung: 2017) • Tebal: 351 halaman • ISBN: 978-602-441-024-7

Jakop Jacobsen namanya. Pria biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Teman dekatnya adalah Pelle Skrindo, bajak laut yang suka datang dan pergi sesukanya. Hobinya adalah menghadiri pemakaman, dan sahabat pena tersayangnya adalah Agnes, dia mengisahkan berbagai pemakaman yang dia ikuti, juga kesan-kesan keluarga almarhum.

Jakop hidup sendiri. Dia senang berbagi kisah. Sayang, dia hanya punya Pelle sebagai teman berbagi. Tetapi, Pelle lebih sering membantahnya daripada mendengarkannya. Karena itu, Jakop suka menghadiri pemakaman, berbagi emosi sesaat dengan keluarga yang berduka, meski ia harus mengarang kebohongan tentang bagaimana dia mengenal keluarga para almarhum. Tapi akhirnya, dia ketemu batunya. Keberadaan Agnes pada saat dia menghadiri suatu pemakaman membuatnya tak lagi bisa mengarang kisah dusta. Demi mempertahankan koneksi dengan Agnes, Jakop harus menguak siapa dirinya sebenarnya. Sanggupkah Jakop?

*

Meskipun mengenal Jostein Gaarder sudah lumayan lama, bisa dikatakan ini pertama kalinya saya membaca novel penulis impor ini sampai tuntas. Itu juga karena teman saya terus mendorong saya untuk membaca. Belum lagi beberapa orang yang sok ilmiah selalu berkata, “Bacaan kok novel. Kalau mau baca novel, ini nih.” Dan dia selalu menunjuk Dunia Sophie.

Kali ini saya membaca tuntas. Dibuka dengan pemakaman pertama yang dihadiri oleh Jakop di Oslo. Dia bercerita semangat tentang almarhum. Kadang membuat saudara atau sahabat dekat almarhum memicingkan mata, “Almarhum kok nggak pernah cerita?” Begitulah kira-kira keheranannya.

Masuk bab demi bab. Saya paling terkesan pada bab supir taksi perempuan yang dia hadiri pemakamanannya. Kebetulan si supir taksi pernah bercerita jika ia ingin menulis buku dengan judul “Cerita Dari Bangku Belakang” yang sudah lama dia kumpulkan naskahnya.

Awal membaca saya tidak sadar jika yang diceritakan oleh Jakop di novel ini adalah adakah suratnya kepada Agnes, sahabat penanya. Saya pikir, Pelle juga seorang sahabat yang nyata. Ternyata Jakop ini benar-benar kesepian.

Agnes memang nyata. Tapi mereka baru bertemu pada pemakaman ntah keberapa yang dihadiri oleh Jakop. Pelle memang nyata, tapi bentuknya adalah boneka tangan.

Saya sampai merasa wow! Jakop luar biasa kesepian. Dia memang sosok tanpa keluarga. Sampai mendekatkan diri kepada orang yang sudah mati. Bahkan ia berjanji pada diri sendiri untuk berhenti datang ke pemakaman. Namun, bisakah dia menepati janjinya?

Btw, ini sekilas cerita dari novel filsafat dari pengarang best seller Dunia Sophie. Dari postingan @mizanstore saya mendapatkan informasi jika novel The Puppeteer adalah yang terbaik dari Jostein Gaarder dan saya setuju.

Membaca novel filsafat ini membuka wacana saya. Tidak selamanya yang namanya novel filsafat itu bacaan berat. Ini juga tidak terlepas dari peran penerjemah dan editor lokal yang memermak novel ini enak dibaca. Meskipun beberapa bahasa asli tidak diubah agar tidak mengurangi esensi dari kisah Jakop dan kepakarannya dalam ilmu bahasanya.

Banyak kosa kata dalam bahasa Inggris saya kenali akar mengakar bahasa asli dari novel ini. Sebagai seseorang yang agak kurang bersahabat dengan filsafat, saya lupa sedang membaca novel filsafat yang dikenal berat.

Novel ini juga mengajarkan dan menyadarkan saya, kesendirian membelokkan akal waras kita. Kebohongan yang diciptakan akan melahirkan kebohongan lainnya. Dan satu saat kebohongan ini akan tetbongkar dengan sendirinya. Tanpa kompromi.

Setelah The Puppeteer, saya merasa perlu membuka semua segel buku Jostein Gaarder yang saya punya. Anyway, novel ini sangat recommended untuk mereka yang penasaran dengan novel berat tapi tetap renyah dibaca. Anda akan jatuh cinta pada halaman pertama.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *