Bibliolive

Be The New You!; Yes, You!

“Many people failed in life because they don’t put themselves in the first place.” -hal. 43

Dear Olivers, yang dulu tanya saya buku non fiksi untuk diulas, kali ini saya akan ulas buku nonfiksi yang inspiratif karya  @wirda_mansur ya. Buku yang diprediksikan akan menyusul nasib best seller buku sebelumnya, “Be Calm, Be Strong, Be Grateful” hari ini sudah ada di jajaran koleksi buku saya.

Judul Buku: Be the New You! • Penulis: Wirda Mansur • Penerbit: Kata Depan (Jakarta: Cet 1, Agustus 2018) • Tebal: xi+282 halaman • ISBN: 978-602-5713-28-6

Kita boleh kehilangan dia, tapi jangan sampai karena dia, kita jadi kehilangan “Dia”.

Mampukah kita diamanahkan salah satu rahmat yang Allah berikan kepada kita? Mampukah kita menjaga diri dengan amanah itu? Ya, rahmat cinta. Apalagi, di usia remaja.

Di buku ini, Wirda Mansur nggak mau mengajakmu bergalau-galauan. Simpanlah masa lalu cukup di belakang saja. Jangan lihat-lihat lagi, jangan nengok, apalagi sampai ngubek-ngubek. Lupakan saja. Mari fokus memperbaiki diri, dan hanya melihat ke depan.

*

“Let’s your smile change the world. But don’t let the world change your smile.” -halaman 60.

Olivers, pernah nggak kita merasa asing, tidak berguna, tidak dianggap oleh orang-orang terdekat kita, apalagi oleh orang yang kita sukai? Nah, dalam perjalanannya ke Venesia, @wirda_mansur berbagi bahwa rasa ini justru muncul karena keminderan dan minimnya rasa percaya diri kita. Kita tidak menempatkan diri kita pada posisi kita yang seharusnya. Posisi pertama. Jika bukan kita sendiri yang mencintai diri kita sendiri, siapa lagi? Setuju.

Terkadang kita juga berbagi status di sosmed untuk menunjukkan kegalauan kita. Semua orang punya hak dan kesempatan galau masing-masing. Tapi tidak semua orang perlu tahu tingkat kegalauan kita, Olivers. Justru kegalauan yang kita hadapi dan terbagi ke sosmed, itu akan menjadi bumerang buat kita. Orang akan memberikan penilaian.

“Apa yang kita tulis. It’s reflect to who we are!” -halaman 49.

Karena itu pula, kita tidak perlu berlarut-larut dalam kesedihan. Jangan sampai rasa penasaran tingkat akut orang-orang membuat kita semakin sedih. Bahkan lebih parahnya bisa menyakiti diri kita sendiri. Let it go!

“Don’t let someone who doesn’t know your value, tell you how much you are worth. Because you are worth more than you have ever imagined.” -halaman 73.

Untuk menjadi pribadi yang baik, kita juga butuh waktu. Tapi usaha yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Kita hanya perlu menaklukkan rasa takut untuk menikmati rasa bahagia dari usaha-usaha mengalahkan kegalauan ini.

Salah satu jalan yang bisa dilakukan dengan cara bertaubat. Taubat yang bagaimana, sih?

“Bertaubat artinya kita membuat komitmen sama Allah, untuk tidak membuat kesalahan itu lagi.” -halaman 101.

Ini baru 100 halaman pertama. Tentunya, semakin jauh kita membaca semakin banyak dan seru nasehat yang kita dapatkan. Hati terasa adem setelah baca buku ini.

Ada bagian yang sangat mengena di hati saya. Cerita tentang supir taksi yang mengajak penumpangnya sholat.

Kejadian ini terjadi di Riyadh, Saudi Arabia. Awalnya si penumpang menolak. Kemudian menerima ajakan supir taksi itu. Saat meneyelesaikan sholat, penumpang tertua tidak bangun dari sujudnya. Ternyata si penumpang sudah meninggal dalam keadaan bersujud. Setelah dia kembali melakukan sholat dan tidak pernah bersujud selama 15 tahun lamanya.

“Many people failed in life because they didn’t put themselves in the first place.” -halaman 43.

Olivers, pernahkah kita merasa tidak bahagia dengan hidup yang diberikan Allah untuk kita? Jika pernah, kita perlu bercermin lagi. Buku ini juga akan mengajak kita untuk bercermin. Menuntun intropeksi diri. Bahwasanya diri kita sendiri yang menentukan kebahagiaan pribadi.

Kita pula yang menentukan masa depan sendiri. Diawali dengan sebuah impian. Dengan mengucapkan dan berusaha (ikhtiar). Ada banyak cara untuk berikhtiar, artinya tidak melulu berharap dengan orang lain. Di bagian ini @wirda_mansurbercerita pula bagaimana keinginannya naik pesawat jet tercapai. Berawal dari impian melalui kata-kata yang diaminkan semesta. Bagaimana ayahnya yang berniat membeli MU dan tercapai. Iya, tercapai. Walaupun yang dibeli itu Malang United, bukan Menchester United. Bagian ini sukses bikin saya ketawa ngakak.

Itu kenapa buku motivasi ini beda dengan buku motivasi lzinnya.

Aset terbaik yang dimiliki manusia adalah dirinya sendiri. Ketika dia mendekatkan diri kepada Allah. Jalan hidupnya pun mulus dalam berinvestasi. Jangan pernah takut bermimpi. Apalagi takut gagal.

“Don’t waste your time for wondering your sadness. Also, don’t let anyone hurts you, stay forever in your heart. Just let it go! “ -halaman 59.

Di bagian ini saya sangat terkesan sekaligus terinspirasi dengan kisah nabi Ayyub yang diberikan ujian oleh Allah dalam tiga hari. Berlangsung selama 20 tahun. Tetapi Nabi Ayyub adalah manusia paling sabar sebagaimana tertulis dalam Alqur’an. 20 tahun ia hidup dalam kenikmatan. 20 tahun dalam kesusahan. Kesabarannya pula yang mengembalikan segalanya dengan jumlah 2x lipat.

Ya, ada banyak hal yang saya dapatkan setelah membaca ratusan bab di buku ini.

“Soal aset, kita adalah aset terbesar kita. Bila kita mampu menjaga, mengembangkan, mengelola diri kita, kita bisa menjadi aset yang mahal.” -halaman 161.

Intinya, di bagian ini kita diajak oleh  @wirda_mansur untuk tidak bergalau ria atas hal-hal tidak penting. Jika pada 100 halaman pertama diajak untuk mengenali diri sendiri dan mencari tahu kelebihan kita, pada 100 halaman kedua tentang merencanakan hidup kita, di sisa tidak sampai 100 halaman terakhir mengajak kita membuat perubahan.

Perubahannya bisa berupa apa saja. Terpenting kita menjadi pribadi yang layak. Pribadi yang mahal. Elegan. Tidak mudah diremehkan oleh orang lain.

Karena “Sesungguhnya orang yang gagal adalah orang yang takut bermimpi. Takut berucap.” -halaman 191.

Buku Be the New You mengajak kita tidak takut berubah menjadi seseorang yang baru. Termasuk menjadi seseorang yang berani mengambil keputusan. Di buku ini @wirda_mansur mencontohkan dirinya yang meninggalkan bangku sekolah dan memilih menghafal qur’an.

Keberanian apa yang kamu sudah lakulan, Olivers? Tentunya yang berkaitan dengan orang banyak juga.

Lantas, apa kesan yang saya dapatkan dari buku ini? Cekidot di poin berikut, ya.

√ Full color, siapapun yang membaca akan semangat. Sekali memulai akan sulit mengakhiri. Ini buku non fiksi yang bisa saya selesaikan sehari walau tebal.

√ Hampir tiap halaman ada quote dari @wirda_mansur . Membaca buku ini berasa baca buku ‘Chicken Soup for the Soul’ dengan porsi ayam yang lebih banyak (baca: mudah dipahami, mudah direnungkan).

√ Disampaikan dengan gaya khas @wirda_mansur yang apa adanya, meremaja, persis seperti dia di TV.

√ Kalau merasa koleksi foto di @wirda_mansur di ig terbatas dan space hp tidak memungkinkan untuk koleksi melalui screenshot. Ini buku dengan koleksi foto dan caption bergizi.

√ Mengenal @wirda_mansur lebih dekat. Ada fakta yang mengejutkan saya. Meskipun bagi sebagian orang biasa saja. Wirda suka pakai lipstick. Ini pengakuan resmi yang hanya akan didapat hanya dengan baca bukunya.

√ Ini buku motivasi remaja Islami yang ditulis oleh remaja juga. Sehingga akan lebih dekat dengan pembaca remaja juga. Saya pun berasa masih berumur 13 tahun.

√ Selipan kisah inspiratif yang memposisikan diri kita tersudut dan bersyukur di waktu bersamaan. Merasa harus segera memperbaiki diri. Sebelum terlambat. Selagi masih ada waktu.

Layoutnya menarik. Analisa saya, ada tiga bagian penting yang sudah dirumuskan dalam bentuk penjabaran; landasan diri, plan your life, dan enjoy your new you.

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *