"You are Connecting To My Words"

Tuhan Maha Romantis; Takkan Lari Jodoh Dikejar

Dear olivers, para fans @azharnurunala dan seluruh pembaca setia #oliverial dan para sponsor, peminjam buku dan lain-lain. Ada novel Azhar Nurun Ala yang greget untuk dibaca. Novel yang manakah itu?

*

Aku masih duduk dalam kedai itu, ditemani dua cangkir kopi dingin yang bahkan nampaknya lebih setia untuk terus denganku daripada kamu yang telah beranjak . Keegoisanku mulai hadir, mendramatisasi setiap hal yang terjadi. Bagaimanapun aku tidak pernah membayangkan kita akan bertemu di dalam sutuasi sepelik ini -setidaknya bagiku.

Kulihat arloji di tanganku: 14.32. Sementara telah bertahun-tahun aku merindukan jumpa ini, rupanya tak sampai dua jam kita bersua dan duduk berdua. Hidup terkadang memang lucu, dagelan dengan skenario tak tertebak yang harus menggelitik kita dengan kesenangan dan kesedihan, dengan kebahagiaan juga kepedihan.

Bagaimana rasanya dipertemukan, jatuh cinta, dipisahkan bertahun-tahun tanpa kejelasan apa-apa, lalu dipertemukan kembali dalam ruang ketidakberdayaan? Di ruang itu kita bisa saling menyapa, tapi kita masing-masing terpaksa menjadi orang lain. Karena menjadi diri sendiri hanya akan menabur luka pada tiap inci luka yang kita rasa -luka yang kita ciptakan sendiri.

Aku tertawa, hidup ini memang lucu.

Judul Buku: Tuhan Maha Romantis • Penulis: Azhar Nurun Ala • Penerbit: Lampu Djalan (Cet 8, Des 2017) • Tebal: 203 hal • ISBN:

*

“…Bapak selalu ingat ucapan Umar bin Khattab: ‘Ajarkan anakmu tentang sastra, agar anak yang pengecut menjadi pemberani.'” -hal. 38.

Ini salah satu alasan Rijal Rafsanjani diizinkan masuk ke jurusan sastra. Tidak tanggung-tanggung. Kampus UI pula. Di sana dia berkenalan dengan Syevi yang menjembatani dia berkenalan dengan Laras. Perempuan yang tanpa sengaja juga sudah berkomunikasi dengan nama Nisa.

Ternyata pertemuannya dengan Nisa justru memberikan ruang untuk jatuh cinta. Rijal jatuh cinta pada Laras tanpa bisa dibendung. Ingat pesan orang tuanya, dia tidak mau terjebak gaya pacaran anak zaman sekarang. Pacaran.

Dalam waktu yang lumayan singkat, Laras dan Rijal berinteraksi dengan puisi. Dia bahkan sempat ikut kajkan demi membuat jarak dengan Laras. Akhirnya Laras malah menghilang tiba-tiba di hari yudisium.

Lima tahun Rijal mencari Laras. Dia sudah bertunangan dengan Aira. Tapi hatinya masih untuk Laras. Ketika mereka bertemu, semuanya sudah tidak sama lagi.

“Allah punya jalan cinta untuk semua manusia, yang sering kali kita abaikan hanya karena kita melihat jalan yang lebih landai, padahal ia menjerumuskan.” -hal.200.

Rijal melakukan istikharah dan berpasrah pada jawaban Allah. Dia yakin Allah punya kejutan yang lebih istimewa. Apakah dia harus menjalani hidup dengan Aira atau menyusul Laras ke Wellington, New Zealand.

Ternyata Aira yang memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Ibu meminta Rijal menyusul Laras. Tidak sulit menemui Laras, dia bisa ditemukan di kebun kiwi.

Mereka memutuskan menikah.

Setidaknya ada 3 alasan mengapa Anda harus baca novel #tuhanmaharomantis@azharnurunala ini. Saya mencatat tiga poin utama saja.

√ Kisah romance yang tidak picisan. Tapi justru memberikan gambaran bahwa cinta memang harus diperjuangkan dengan cara elegan. Menahan diri sampai waktu yang tepat untuk merayakannya.

√ Mencintai dan menikahi wanita yang lebih tua bukan sesuatu yang aneh. Apalagi di era milenial, dimana jarak bukan lagi hambatan. Apalagi usia. ?

√ Meski bagi saya sedikit absurb, mengejar cinta sampai ke Wellington itu mungkin banget. Poin pentingnya, saya suka tambahan pengetahuan tentang “The Youngest Country on the Earth” yang disajikan oleh #azharnurunala dalam buku ini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *