"You are Connecting To My Words"

Resensi dan Alexa

Resensi dan Alexa

“Kamu enak, masih sempat baca novel dan nulis resensi,” komentar paling sering ketika ada resensi baru tayang di blog.

“Kamu sih enak, ada yang megang bayi. Kalau seperti aku, tidak ada yang pegang bayi, makan saja tidak sempat.” Komentar lain ketika ada tulisan tayang.

Kita sama.

Semua ibu sama. Terutama bagi mereka yang melahirkan dengan operasi dan tidak mempunyai pembantu. Bahkan saya mencuci pakaian Alexa setiap pagi dengan cara manual. Tidak lagi terpikir kondisi perut saya dan efek jangka panjang. Tepat ketika Alexa tidur kembali setelah nom nom (baca: mengASIhi) di pagi hari. Perang saya dengan waktu dimulai.

Terkadang saya tidak bisa leluasa karena Alexa bangun sebelul pekerjaan selesai. Jangan tanya urusan perut. Seringnya saya absen.

Jika di kamar ada setangkup roti, hanya itu yang menjadi pengganjal perut. Saya menikmatinya saat pakaian Alexa terendam selama 15-30 menit. Sambil makan, saya membaca satu atau dua cerpen dari kumoulan cerpen, satu dua bab dari novel. Membaca sambil mengisi perut. Sekalian juga terkadang sambil menyetrika sekitar lima potong.

Kapan menulis resensinya?

Kalau biasanya satu resensi sepanjang 500-709 kata selesai satu dua jam. Sejak ada Alexa berubah menjadi hitungan hari. Dan saya menulisnya malam, ketika Alexa sudah tidur dan itu pun kalau saya tidak ketiduran.

Alexa menghambat karir?

No!

Justru dia lah yang mengajarkan hidup lebih teratur. Betapa satu detik terbuang itu sangat berharga. So, segalanya tergantung niat dan manajemen waktu. Bukan soal enak atau tidak enak.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *