"You are Connecting To My Words"

Dua Bendera, Dua Cinta

Dua Bendera, Dua Cinta

“Cinta selalu menyimpan kejutan-kejutan yang tidak kita sadari dan kamu adalah kejutan menyenangkan yang tidak akan pernah aku lupakan.” -Halaman 89.

Putra dan Jasmine, sepasang anak muda yang terlahir di dua negara berbeda dan bertetanggaan. Keduanya memiliki misi berbeda di Penang. Jasmine patah hati dengan lelaki Bali yang menikahi sahabat mereka. Ia bekerja di salah satu hotel berbintang karena ingin lari dari kenangan di Kuala Lumpur. Sedangkan Putra, bekerja di hotel yang sama untuk menyelesaikan sebuah misi rahasia menyelamatkan dunia.

Keduanya bertemu di saat yang menggilakan pikiran masing-masing. Putra berpikir Jasmine gadis yang akan bunuh diri. Padahal dia adalah calon klien yang harua diamati terus. Untuk mendekati perempuan yang sudah terlanjur membencinya, Putra rela melakukan apa saja. Termasuk menonton film yang tidak disukainya.

Kakek putra yang dulunya adalah seorang mata-mata hebat juga menyelesaikan misi yang sama secara diam-diam. Berhadapan dengan perempuan yang menyebalkan berstatus ibu dan anak. Ketika dihadapi oleh kenyataan lain, mereka terpaksa bergabung untuk membela dan mengungkapkan kebenaran demi menyelamatkan dunia.

Kisah Spy in Love nerupakan cerita detektif yang dibalut dengan kisah cinta dan pengkhianatan. Ada beberapa kejutan yang diberikan penulis dalam buku ini saat menyingkap kebenaran. Termasuk bumbu cinta yang dimunculkan sebagai trik saja.

Dwitasari mampu menciptakan emosi pembaca dengan ketegangan-ketegangan layaknya menonton film action. Menurut saya, inilah yang menjadi kelebihan novel ini. Seperti umumnya penilaian, penulis perempuan tidak mampu menulis cerita action yang menarik sebagaimana ahlinya lelaki. Memang tidak sekeren Dan Brown, atau sekelasnya. Tapi untuk seorang penulis perempuan, Dwitasari sudah ditahap ini.

Kekurangan yang saya dapat justru pada ruh cerita. Penulis tampaknya begitu lemah dalam menggerakkan tokoh-tokohnya. Dwitasari menciptakan Jasmine dan Putra yang terlalu gampang jatuh cinta satu sama lain. Kakek Putra juga seolah menyimpan perasaan cinta pada ibu Jasmine. Rasa yang umumnya asing ditemukan pada cerita action.

Satu lagi mengapa Spy in Love tidak berasa actionnya, yakni pada ilustrasi sampul depan. Ilustrasi novel ini terlalu berbunga-bunga tidak menggambarkan konten novel action. Kesan pertama yang muncul mengarah pada kisah cinta klasik ala anak remaja yang memata-matai gebetannya.

Selebihnya, cerita ini cukup asyik untuk dinikmati. Rekomendasi buat mereka yang tidak suka cerita berdarah-darah, banyak baku tembak, tapi masih berasa seperti nonton film action. Nilai lebih lainnya adalah diangkatnya cerita ini ke layar lebar. Novel ini sudah difilmkan.

Bagi yang tidak suka membaca cerita detektif tebal-tebal, menghabiskan waktu puluhan menit dengan Spy in Love cukup menghibur.

 

Data Buku

Judul Buku: Spy in Love; Kamu dan Aku Harusnya Satu || Penulis: Dwitasari || Penerbit: Bentang Pustaka (Yogyakarta: 2016) || Tebal: vi+190 halaman || ISBN: 798-602-291-252-1



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *