Bibliolive,  Bookish

Tiga Masalah, Tiga Profesi, dan Tiga Kegilaan

“Keberanian adalah saat kamu tahu akan kalah sebelum memulai. Tetapi kamu tetap memulai dan kamu merampungkannya, apapun yang terjadi.” -halaman 228

Novel ino bercerita tentang kisah tiga orang perempuan yang tinggal sekomplek tetapi tidak saling akrab. Ketiganya memiliki tiga status, tiga profesi, dan tiga cara pandang berbeda. Juli, seorang ibu rumah tangga yang anak-anaknya kerap membuat masalah di sekolah. Emily, seorang lajang yang mempunyai karir super gemilang. Lies, seorang janda yang bekerja sebagai guru.

Dalam menghadapi tiga hari super buruk, ketiganya bertukar tubuh. Juli menjadi Lies, Lies menjadi Emily, dan Emily menjadi Juli. Kekacauan dimulai ketika ketiganya harus saling memahami satu sama lain dengan tubuh dan profesi mereka.

Juli yang seorang ibu rumah tangga selalu dianggap tidak memiliki kehidupan bekerja sebagaimana Lies dan Emily. Kenyataannya, sebagai lajang Emily salah menilai Juli. Ketika menjalani kehidupan sebagai Juli, banyak hal baru yang dia hadapi dan tidak disangka-sangka terjadi. Ia juga harus menjalani posisi Juli sebagai ibu. Hal yang paling pwlik adalah ketika dia harus berhadapan dengan dapur, anak berkelahi di sekolah, dan… Ibu mertua! Belum lagi ia mempunyai sebuah rahasia, ia menyukai Gregory Surya, seorang selebritis yang bekerja dengan perusahaannya dan berteman baik dengan bosnya, Richard.

Emily si lajang sukses dianggap Lies sebagai perempuan yang tidak peduli terhadap hidupnya. Ia melulu mengejar karir. Meskipun pernikahan Lies gagal, tidak berarti dia menolerir perempuan lajang seperti Emily. Berada di tubuh Emily menempatkan dia menjadi bos, menjadi seseorang yang disegani sekaligus harus membuat keputusan. Meskipun sama-sama bekerja, menjadi bos dan mengajar adalah dua pekerjaan yang berbeda. Dia harus menghadapi kehidupan Emily yang rumit, menghadapi penilaian tentang Emily yang terlalu aneh. Tapi dia menyadari apa yang dilakukan oleh Emily butuh proses. Tidak mudah untuk mencapai hingga ke level sekarang.

Berbeda dengan Emily yang menghadapi kehidupan Lies. Ia tidak menyangka harus berhadapan dengan kehidupan janda. Menjadi omongan di belakang punggungnya. Ia juga harus menolak Moza Malizar. Belum lagi dia juga harus memperjuangkan Kim, murid kesayangan yang hamil di luar nikah. Hidup Lies terlalu suram. Pada akhirnya Juli mengerti mengapa Lies selalu seperti keadaan berkabung. Hidupnya terlalu sulit sebagai seorang janda.

Selama lebih tujuh bulan bertukar tubuh, ketiganya mencoba saling mengerti, memahami dan bersahabat. Sampai akhirnya ketika Juli harus melahirkan dengan tubuh Emily, tubuh mereka kembali tertukar.

Mulai saat itu mereka tetap melanjutkan persahabatan. Tetap menjadi teman satu sama lain. Terlebih karena satu sama lain mereka sudah saling memahami.

~•~

Kutipan pada halaman 228 adalah kutipan yang dipetik dari novel legendaris karya Harper Lee, To Kill A Mongkingbird. Secara umum, kutipan di atas mewakili keselurihan cerita tiga perempuan yang membuat permohonan ketika menatap venus dan bintang jatuh.

Kisah perempuan berbeda status membuka wacana para pembaca agar tidak melihat hidup orang lain dengan remeh. Setiap orang menjalani kehidupannya dengan cara masing-masing. Tidak ada yang sama. Inilah yang disampaikan oleh Clara Ng dalam novel berjudul Tiga Venus.

Seorang Emily selalu remeh melihat aktivitas ibu rumah tangga. Ia selalu beranggapan perempuan berprofesi ibu rumah tangga selalu menghabiskan waktu di rumah. Ketika dia menjadi ajuku, ia merasakan beban lebih berat dari pimpinan di kantor. Apalagi yang dia hadapi adalah orang-orang yang berbeda dengan dirinya.

Hal yang sama juga dialami oleh Juli dan Lies. Ketika mereka yang sudah menikah tidak bisa menghadapi apa yang selama ini dianggap mudah.

Novel terbitan tahun 2007 ini memang top di eranya. Penyampaiannya mengalir, sesekali membuat pembaca tertawa dengan berbagai macam tingkah para perempuan yang tertukar. Khas novel-novel terbitan tahun ini. Khususnya menyelipkan guyonan berupa isi hati para tokoh. Meskipun gaya seperti ini cukup memuakkan untuk dibaca pada tahun 2018.

Deskripsi yang disampaikan oleh Clara Ng menarik, menenggelamkan pembaca dalam imajinasi menjadi tiap tokoh. Pembaca akan menjelma dan memainkan perannya menjadi Emily yang bossy dan ceria, Juli yang over protektif, dan Lies yang suram.

Desain covernya juga menggambarkan ilustrasi tiga perempuan dalam kepanikan dengan warna dasar lembut. Sesuai dengan judul buku ini. Secara tampilan, novel ini memang sudah menggoda untuk masuk dalam TBR (To Be Read). Terlebih lagi, Tiga Venus ditulis oleh penulis mega best seller Trilogi Indiana Chronicle dan Dimsum Terakhir.

Sayangnya, ada beberapa bagian dari novel ini yang bertele-tele. Seperti melibatkan tawa dan pemikiran tidak penting dari si tokoh. Seperti pada bab awal yang membuat keputusan pembaca  justru merasa bosan.

Meskipun novel ini tergolong tipis, novel ini tidak mudah dibawa-bawa. Jenis kertas yang dipakai terlalu berat untuk ditenteng sebagai bacaan waktu senggang.

 

Data Buku

Judul Buku: Tiga Venus || Pengarang: Clara Ng || Penerbit: Gramedia (Jakarta, 2007) || Tebal: 294 halaman || ISBN: 979-22-2738-5 (10)

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *