"You are Connecting To My Words"

Mereka Dipertemukan Oleh Seutas Benang Merah

Mereka Dipertemukan Oleh Seutas Benang Merah

“Kau terjangkit penyakit hati yang sangat parah. Nama penyakitnya adalah Liang Jing Hao!” Min Shuo tidak lagi menakut-nakuti Rui En, tapi masih gusar dengan kebodohan Rui En yang masih mencintai Jing Hao dengan sepenuh hati. (Hal. 254)

Berbincang soal cinta berarti berbicara soal patah hati. Begitulah yang terjadi di dalam novel karangan Wu Xiao Yue. Novel terjemahan asal Taiwan yang kisahnya sudah diadaptasi dalam drama yang cukup populer dengan judul yang sama pula dengan novelnya, Endless Love.

Berkisah tentang pemuda miskin tampan penjual pakaian di kaki lima yang dikejar-kejar polisi. Dia mengangkut semua dagangannya dan tidak sengaja salah satu barangnya tersangkut di rok perempuan kaya raya yang sombong. Karena terus berlari, dia tidak menyadari jika benang rok tersebut sudah tertarik dan menyisakan rok yang sangat pendek. Bahkan hampir memamerkan bagian pribadi si perempuan.

Song Rui En menuntut ganti rugi pada Liang Jing Hao sebesar 20 ribu dolar Taiwan. Demi membayar rok tersebut, Jing Hao harus menunda pembayaran perawat ayahnya. Melihat sikap Jing Hao yang baik dan berparas tampan. Rui En tertarik. Apalagi sikap Min Shuo yang dijodohkan dengannya juga tidak begitu merespon.

Rasa bersalah Rui En semakin menjadi ketika rumah Jing Hao terbakar dan ayahnya yang memliki gangguan jiwa mengalami cedera. Karena bersalah, diam-diam Rui En membayar segalanya. Merenovasi rumah, membayar bibi perawat, dan menyediakan makanan bergizi. Awalnya Jing Hao berpikir bibi perawat memang melakukannya dengan tulus. Tapi ketika ketahuan semuanya dilakukan atas perintah Rui En, Jing Hao sangat marah.

Jing Hao mengikuti permainan palsu untuk mendapatkan uang 100 ribu dolar. Semuanya dilakukan untuk membayar apa yang sudah dilakukan oleh Rui En. Dia membayar dengan cara membeli lukisan gadis itu di pameran.

Hubungan mereka berlanjut. Rui En dan Jing Hao menikah. Tapi kembali meninggalkan Rui En karena sebuah fakta. Ayah Jing Hao meninggal. Kenyataan lain lebih menyangkitkan. Ayah Rui En yang menabrak mati ibu Jing Hao ketika usianya masih lima tahun. Karena kesedihan ini, Jing Hao meninggalkan Taiwan dan menjadi orang yang sangat dingin.

Selama tiga tahun Rui En juga meninggalkan rumah. Dia melukis di tepi kali untuk mempertahankan hidup. Dia juga menunggu Jing Hao di bandara bersama lukisan Jing Hao. Tapi ketika dia bertemu Jjng Hao di bandara, dia berhadapan dengan kenyataan lain. Jing Hao dicium oleh Xu Xiu Jie, aktris papan atas yang diduga kekasih lelaki sukses dari perusahaan Soft Line Tech.

Meskipun mencoba tidak peduli, Jing Hao sangat peduli pada Rui En. Diam-diam dia mencoba mencari dan mengamati perempuan yang dicintainya. Bahkan ketika Rui En bekerja sebagai desainer di Soft Line Tech. Dia tetap mempedulikan hidup Rui En walaupun kata-kata yang dikeluarkan selalu menyakitkan.

Ayah Rui En yang tidak sanggup melihat penderitaan anaknya menemui Jing Hao dan membuat pengakuan. Kematian ayah Jing Hao hanya rekayasa. Dia menyembunyikan ayah Jing Hao di panti jompo kota Yilin. Demi menjaga ayahnya, Jing Hao mundur dari pekerjaannya yang bagus dan kembali berjualan di pinggir jalan. Di sana dia kembali bertemu lagi dengan Rui En yang sudah kembali sebagai perempuan perlente.

Secara keseluruhan, kisah cinta Rui En dan Jing Hao sangat drama. Kisah cinta perempuan kaya cantik dan lelaki miskin tampan. Novel yang tersiri dari 26 bab ini memakai alur campuran. Kisahnya dimulai ketika Jing Hao kembali ke Taipei. Tokoh-tokoh seperti Xu Xiu Jie yang hadir di masa sukses Jing Hao juga muncul di bab yang bercerita tentang kesuksesan Jing Hao. Sementara masa lalu Jing Hao hanya dipenuhi oleh kisah Rui En, NoQ, ayah Jing Hao dan perawatnya. Min Shuo hanya muncul sesekali saja.

Terjemahan novel ini cukup enak dibaca. Jeanne Hidayat menyisakan beberapa kosa kata bahasa mandarin yang umum dipakai sehari-hari. Kemudian memberi penjelasan di bagian footnote. Sehingga pembaca ikut menikmati suasana kota Taipei dan kehidupan sosialnya melalui novel Wu Xiao Yue.

Ilustrasi dan warna sampulnya juga menarik. Warnanya lembut. Sesuai dengan kisah yang diramu. Romantis.

Tapi ada beberapa bagian yang kurang menyenangkan bagi saya. Secara pribadi, kisah yang ditulis dalam novel ini layaknya draft. Tidak detil di bagian cerita.

Penulis tidak menceritakan apa hubungan masa lalu ayah Rui En dengan Jing Hao. Kronologis ibu Jing Hao ditabrak mati tidak ada penjelasan. Ayah Rui En yang bernama Song Wan Ji seperti muncul tiba-tiba di hidup Liang Jing Hao.

Ketika Jing Hao dan Rui En menikah pun tidak dijelaskan bagaimana pada akhirnya mereka bisa bersama.

Di dalam kisahnya juga disinggung tentang mafia yang menyelematkan Jing Hao. Tapi tidak ada penjelasan apapun bagaimana detil kisahnya. Apa yang menyebabkan mafia itu menyelamatkan Jing Hao.

Sejauh ini Endless Love cukup menghibur untuk dibaca.

 

Data Buku

Judul Buku: Endless Love | Penulis: Wu XiaonYue | Penerjemah: Jeanne Hidayat | Penebit: Penerbit Haru (Jakarta, 2015, cet. 1) | Tebal: 378 halaman | ISBN: 978-602-7742-44-4



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *