Bookish

Menulis Resensi Buku

Beberapa pembaca dan mahasiswa saya bertanya, “Kak, bagaimana caranya menulis resensi? Susah tidak?”

Kalau kata saya, menulis resensi itu susah-susah gampang. Gampang kalau suka membaca dan menulis. Hal-hal detil kita catat dengan rapi. Apalagi bagi pembaca yang menerapkan metode komtemplasi. Terjamin! Menulis resensi cukup gampang.

Metode kontemplasi adalah cara yang digunakan seseorang ketika membaca. Ia melibatkan tangan dan pikiran, yaitu mencatat hal-hal penting yang dibaca. Baik dengan memberi tanda di bacaan atau membuatĀ mind mapping.

Dalam meresensi buku, metode ini cukup baik diterapkan ketika membaca. Istilah kejamnya mengikat bacaan. Khususnya ketika membaca buku-buku berat.

Lalu bagaimana cara menulis resensi?

Resensi merupakan ulasan yang bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku atau film. Dengan membaca resensi, pembaca mendapat gambaran umum yang lebih ringkas. Sekaligus memberikan masukan kepada penulisnya berupa kritikan , saran, substansi, dan cara penulisan buku.

Resensor (penulis resensi) perlu mempertimbangkan ketertarikan dalam menulis resensi. Hal-hal yang harus ada dalam sebuah resensi adalah sebagai berikut.

Judul

Tentunya judul yang dibuat oleh resensor harus nyambung dengan isi resensi. Pembaca akan terpancing membaca artikel si penulis dengan membaca judulnya dulu.

Data Buku

Bagian inilah yang tidak kalah penting dari isi dan judul tulisan. Data buku harua disusun secara runut. Mulai dari judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, sekaligus cetakan ke berapa, dimensi buku, ISBN, dan harga buku. Jika buku terjemahan jangan lupa nama penerjemahnya.

Isi Resensi

Ada beberapa gaya penulis dalam menulis isi resensi. Bagian ini tentunya harus berisi sinopsis, ulasan singkat, kutipan yang bagus, keunggulan dan kelemahan buku, rumusan kerangka buku, juga bahasa yang digunakan. Inilah yang paling penting dibaca dari sebuah resensi.

Penutup Resensi Buku

Ada pembuka, tentu ada penutup. Jika pembuka dimulai dengan basa basi, gambaran umum memilih buku. Bagian penutup juga tidak beda. Bagian ini perlu ditulis mengapa buku ini ditulis, untuk siapa buku ini ditujukan. Jika perlu tulislah rekomendasi untuk siapa buku ini ditujukan.

Gampang bukan? Kesulitan mungkin akan muncul ketika menulis resensi dengan terpaksa. Apalagi jika penulis resensinya tidak suka membaca. Ini semakin susah, kan?!

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *