Bookish

Di Balik Kisah “Unit Satu”

Bulan April 2018 lalu Penerbit Diva Press baru saja menerbitkan kumpulan kisah guru dan muridnya, judulnya Me and My StudentLucky me, tulisan saya terpilih untuk dibukukan di dalamnya. Bahagia sekali bukan?

Dari kisah yang dituturkan oleh para penulis dan membaca biodata singkat di awal tulisan, saya adalah satu-satunya yang berstatus sebagai dosen. What? Iya. Saya sendiri.

Sesuai dengan genre web ini sekarang, saya akan mengisinya dengan tulisan berbau buku dan traveling. Hanya membahas soal buku dan tek bengeknya, serta tentang jalan-jalan plus makan-makannya.

Sebenarnya itu tulisan iseng. Maksud saya cerpen berjudul Unit Satu ini sekedar iseng. Saya tulis sudah lama sekali. Jauh-jauh hari sebelum lomba Me and My Student ini dibuka. Sakjng stressnya dengan sikap mahasiswa unit satu. Seperti biasanya, para pencerita biasanya memang mendapat inspirasi dari pengalaman yang paling dekat dengan dirinya. Kedekatan ini juga yang menginspirasi saya menulis untuk kisah ini. Maka terlahirlah cerita pendek berdasarkan kisah nyata berjudul Unit Satu.

Jika ingin membaca versi lengkapnya, silahkan membeli bukunya di toko buku atau pre order, ya. Mohon maaf bagi pembaca gratis, tulisan yang sudah dibukukan tidak dibenarkan untuk dipublikasikan di media lain atau blog pribadi.

Buku ini tidak mahal, kok. Hanya Rp 45 ribu saja. Jika membeli di platform Sophee lebih murah. Hanya Rp 36 ribu saja. Masuk saja ke toko buku online Penerbit Diva Press. Berbelanja mininal Rp 150 ribu juga akan mendapat subsidi ongkos kirim.

Ketika lomba ini dibuka, saya mengirim tulisan ini ke panitia di hari terakhir. Tidak ada harapan untuk menang. Apalagi terpikir untuk mendapatkan paket buku dan baju kaos. Waktu itu saya ikutan karena mempunyai naskah, kuota internet banyak, dan juga saya punya akun twitter. Salah satu syarat pengiriman naskah adalah mempunyai akun twitter dan mention penerbit Diva Press di Twitter.

Tema yang paling nafsu untuk saya ikutsertakan dalam lomba adalah Me and My Pet. Ingin sekali saya menulis tentang Hedwig, peliharaan kesayangan saya. Serius! Saya punya peliharaan bernama Hedwig. Burung hantu putih dengan taburan bulu hitam di beberapa bagian kecil. Hedwig ini ditangkap oleh adik saya di sebuah hutan dan dipelihara selama beberapa bulan. Matinya mengenaskan. Lebih sedih lagi, saya belum sempat selfie dengan Hedwig.

Berbeda dengan Unit Satu, kisah Hedwig belum sempat saya tulis. Saya baru berencana menulia dengan judul Hedwig. Tetapi selalu menunda sampai hari deadline tiba. Memang susah jika tidak ada mental ikutan lomba. Semakin banyak peluang, semakin tidak semangat.

Kembali ke pembahasan Unit Satu. Banyak mahasiswa angkatan 2016 berpikir ini tulisan tentang mereka. Jika kalian kebetulan membaca tulisan ini, ada jawaban buat kalian.

Tidak!

Ini bukan tentang kalian. Ada unit satu lain yang menginspirasi saya dalam menulis.

Btw, selamat membaca dan jangan lupa meninggalkan komentar di kolom berikut ya…

 

Author, journalist, and student in real life. MA in International Journalism, Communication University of China. Lecturing at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat. Email to ulfa_khairina.2005@yahoo.co.uk for further information.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *