"You are Connecting To My Words"

Menulis Esai, Mengembangkan Kinerja Otak

Menulis Esai, Mengembangkan Kinerja Otak

Tidak mudah bagi seseorang untuk memulai menulis. Ada yang mampu menulis dengan baik, tapi tidak mampu mengutarakan secara lisan. Ada yang sebaliknya. Jarang sekali otak dan lisan bisa bekerja sama dengan kompak. Setiap personal bisa melatihnya. Misalkan dengan cara menulis esai dari setiap materi yang sudah dipelajari dan didapatkan di kelas. cara ini bukan saja untuk melatih seseorang untuk terlatih secara psikomotorik, tetapi terbiasa juga dalam menghadapi tugas akhir.

Esai adalah sebuah tulisan yang mengandung opini di dalamnya, pandangan si penulis, ataupun ekspresi pribadi mengenai sebuah hal yang sedang berlangsung di masyarakat. Tentunya masalah-masalah keseharian bisa diangkat dalam esai yang hendak ditulis.

Nah, apakah menulis esai ada ketentuannya? Tidak ada yang mengikat seperti menulis karya jurnalistik lainnya. Tetapi untuk menghasilkan esai yang baik, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis esai yang baik.

Tentukan Tema yang Menarik

Tema bukan judul, judul bisa saja menjadi tema. Tema akan memiliki jabaran yang luas ketika hendak dikaji. Sebut saja ketika si penulis hendak menuliskan tentang budaya. Maka penulis haruslah tahu apa saja ruang lingkup tentang budaya tersebut. Tema esai menentukan bagus tidaknya tulisan itu nantinya. Semakin si penulis paham tentang apa yang akan ditulis, semakin baik pengaruh esai yang akan dihasilkan.

Lakukan Riset

Riset yang dimaksud tentunya bukan seperti kebanyakan proyek penelitian yang umum dilakukan. Si penulis cukup melakukan riset mini yang bertujuan untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Tujuan ini untuk membuat sebuah karangan ‘real’ dan tidak terbelit-belit. Riset membantu penulis agar tujuannya sesuai dengan koteks. Dengan melakukan riset, penulis memiliki data-data untuk diungkapkan kepada pembaca.

Buatlah Outline

Membuat outline (garis besar tulisan) akan membantu ruang lingkup penulis dalam menuliskan esainya. Jadi, apa yang hendak ditulis benar-benar seperti yang akan diinginkan dan langsung pada temuannya. Outline  juga membantu penulis dalam berpikir ketika menulis.

Pemilihan Kata

Esai adalah penulisan formal yang ditujukan untuk golongan tertentu. Sebuah esai yang baik akan diterima oleh sasarannya jika sifatnya adalah esai akademik, maka penulisannya juga bersifat akademik. Jika menulis untuk umum, maka gunakanlah Bahasa yang juga umum dipahami. Tidak bisa sebuah esai ditujukan untuk umum dipaksa dengan menggunakan Bahasa yang awam untuk umum, seperti menggunakan bahasa-bahasa untuk kalangan kedokteran, teknik, jurnalisme, dll.

Kerjakan!

Ide yang sudah melayang-layang di kepala, outline yang sudah dirangkum dalam catatan, keduanya tidak bisa disebut esai bila belum dituliskan. Esai adalah karangan bebas yang dirangkum dalam bentuk karangan, bukan sekedar ide atau outline. Dalam menuliskan sebuah esai, ada tiga bagian tubuh esai yang perlu diperhatikan, yaitu: pendahuluan, pembahasan, dan penutup.

Pendahuluan, berisi tentang pemahaman si penulis dan membuka wacana seseorang dalam memaparkan suatu masalah. Pendahuluan adalah pembuka sebuah esai untuk mengikat pembaca untuk terus membaca hingga selesai. Pendahuluan yang menarik akan mengikat pembacanya.

Bagian isi atau pembahasan untuk membahas poin khusus yang dibahas dalam pembahasan esai tersebut. Dalam pembahasan, penulis bisa merujuk kepada outline yang sudah dibuat.

Penutup, berisikan bagian-bagian yang berisi pendapat, opini si penulis dalam tema yang dibahas. Penutup juga berisikan solusi dari penulis dan closing  dari penulisan.

Judul

Judul yang menarik akan memikat pembaca untuk memutuskan membaca atau tidak. Sebuah judul ibarat sebuah nama, ia akan memberi gambaran untuk seseorang yang ingin mengenal lebih jauh. Sebuah judul yang efektif untuk esai tidak lebih dari tujuh kata.

Bagaimana?! Apakah Anda mempunyai sesuatu yang menarik di dalam benak untuk dituliskan? Ayo, tulis dan bagikan! Jangan biarkan ide Anda berkarat di dalam kepala.



2 thoughts on “Menulis Esai, Mengembangkan Kinerja Otak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *