Setelah Damai di Helsinki

Dear Olivers,

Kategori ini khusus membahas buku-buku yang saya tulis. Baik itu solo ataupun keroyokan (bunga rampai, antologi, atau apapun sebutannya). Sudah lama saya ingin membahas soal buku saya sendiri. Di beberapa postingan sebelumnya memang ada membahas sedikit. Sekedar nyentil. Tidak detil.

Ini adalah antologi keempat saya. Buku pertama saya pun masih berupa antologi, Asoe Kaya Seuramo Teumuleh, terbitan tahun 2009. Hasil karya keroyokan dari rangkang menulis Seuramo Teumuleh yang saya ikuti tahun 2006. Sayangnya, saya selalu menunda mengambil bukti cetak di Kata Hati Institute. Jadilah saya tidak punya satu eks pun untuk disimpan.

Buku kedua juga berupa antologi. Kali ini agak serius. Hasil liputan jurnalisme investigasi setelah pelatihan di Medan pada tahun 2008. Diterbitkan oleh Free Voice. Sebenarnya ada lima proposal terpilih yang diberikan beasiswa peliputan untuk investigasi. Saya menulis tentang ‘Dana Tilep Kawasan Wisata Gayo’ dan dimentori langsung oleh Nezar Patria dari Tempo. Sama seperti buku sebelumnya, buku ini juga tidak ada bukti cetak di pustaka pribadi saya. Bahkan saya tidak tahu wujud buku ini rombakan tulisan saya.

Buku ketiga menurun kadar seriusnya. Tapi cukup serius dalam tanda kutip. Ditulis dengan kurang ‘hati’ karena kebanyakan kontributornya bukan penulis. Mereka terdiri dari polisi, guru, dosen, dan mahasiswa. Saya masuk dalam kategori mahasiswa. Buku ini malah lebih cocok disebut modul. Topik yang saya bahas tentang Narkoba. Sama seperti dua buku sebelumnya, buku ini juga tidak sampai ke tangan saya. Sebenarnya setelah dicetak, distributornya menitip pada teman. Si teman sibuk dan saya sibuk. Terakhir saya bertemu dengannya dia bilang bukunya sudah diberikan. Alasan klise kalau buku sudah hilang.

Buku keempat, terbit tahun 2011. Diterbitkan oleh Yayasan Tyfa. Sama seperti tiga buku lainnya. Berupa antologi. Kali ini lebih berwarna. Tulisan di sini berupa indepth feature yang sudah diterbitkan sebelumnya di web Aceh Feature Service dan disindikasi oleh media cetak atau online di nusantara.

Ada tiga tulisan saya yang dibukukan dibuku ini. Tulisan Pertama berjudul Serahkan Pada Orang Tua. Bercerita tentang Pilkada 2009 yang kemenangannya jatuh pada Partai Aceh.

Dan dua tulisan lainnya juga bercerita tentang hal-hal sederhana di dalam masyarakat. Tidak berat seperti investigasi. Tidak pula ringan seperti cerpen. Tapi ini adalah buku dengan bukti cetak saya rampas dari teman.

Jika Anda kebetulan berkunjung ke pojok baca kantoran. Saya yakin menemukan buku ini di sana. Karena setahu saya, setelah launching di Hermes Palace Hotel, buku ini tidak cetak ulang. Alias beredar di kalangan terbatas.

 

Murid Dari Sekolah Kentang; Ketika Pendidikan Hanya Sebuah Formalitas

Apa yang menarik dari sekolah bersetting Jepang? Ya, kisah di musim semi dengan mahkota sakura menutupi tanah. Kisah serupa juga banyak ditulis oleh penulis dengan latar negara berbeda-beda. Tidak termasuk penulis dari negara asalnya sendiri, Jepang. Sementara penulis Jepang tentu sekali memiliki bumbu rahasia dalam racikan sastranya.

Continue Reading